DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 90_s2


__ADS_3

Graha tersenyum mendengar ucapan Amar, kini Graha meyakini bahwa Amar telah berlapang dada mengikhlaskan Berlian untuk selamanya.


"Terima kasih ya Mas," ucap Graha sembari tersenyum..


Amar pun ikut tersenyum kemudian tanpa sengaja memeluk Graha..


Graha merasakan nyaman berada di pelukan sang kakak, entah kenapa hatinya meyakini bahwa mereka punya hubungan..


"Kamu harus jaga Lian dengan sangat baik, aku percaya kamu Mas Gra. Jangan kau menjadi sepertiku sifatku tak patut untuk di contoh, jika suatu hari nanti kamu melakukan apa yang sudah pernah aku lakukan ingat ini baik baik aku adalah orang pertama yang akan menghajarmu." ucap Amar sembari tersenyum..


Graha pun ikut tersenyum mendengar ucapan Amar.


Graha senang melihat Amar telah banyak berubah dan juga Graha berniat untuk mengajukan banding agar masa hukuman Amar bisa berkurang dan akan segera bebas..


Hampir dua tahun Amar berada di hotel prodeo dan itu sudah menjadi pelajaran yang amat berharga untuk Amar.


"Baiklah Mas jangan khawatir, Aku pasti akan menjaga dan merawat anak dan istriku dengan sebaik baiknya dan semampuku. Terima kasih ya Mas karena kamu telah mengikhlaskan Lian untuk hidup denganku." ucap Graha pelan..


Amar tersenyum mendengar ucapan sang adik.


"Udah seharusnya Lian itu bahagia, dan aku tahu kamulah kebahagiaannya. Jadi aku akan sangat senang jika masih bisa bersilaturahmi dengan kalian. Walaupun aku sebagai mantan suami dari Berlian tapi aku sudah ikhlas dan mengubur dalam dalam rasa cinta yang aku miliki. Ini semua juga terjadi karena egoku." ucap Amar dengan mata yang berkaca kaca.


Graha menjadi kasihan setelah mendengar ucapan Amar dan entah fikiran darimana datangnya tiba tiba Graha ingin mencari tahu tentang jati diri Amar..


"Sudahlah Mas yang lalu biarlah berlalu, semua itu kita jadikan pelajaran untuk kedepannya aku doakan semoga Mas akan secepatnya menemukan pengganti Lian ya Mas." ucap Graha dengan tulus..

__ADS_1


Amar tersenyum dalam hati...


"Bagimana aku bisa mendapatkan pengganti jika aku masih ada di tempat ini, memangnya aku harus macarin si Alif." ucap Amar sembari tersenyum..


"Mas kenapa?" tanya Graha heran..


"Gak apa apa lucu aja." ucap Amar sembari tersenyum..


Tiba tiba lewatlah seorang polwan cantik yang menggoda mata Amar, Amar menatap kearah polwan tersebut..


Graha yang mengerti pun mencoba ikut melirik kearah polwan itu..


"Cantik Mas.." ucap Graha tiba tiba membuyarkan lamunan Amar..


"Gak apa apa Mas, nanti Gra bantuin deh cari tahu tentang wanita itu."ucap Graha lirih..


Amar hanya tersipu malu mendengar ucapan Graha..


Tiba tiba Polwan cantik itu menghampiri Graha dan Amar..


"Kamu Graha bukan? Tubagus Graha Prawira?" tanya Polwan cantik itu yang membuat Amar menatap kearah Graha..


Graha memperhatikan dengan seksama wanita tersebut..


Graha mencoba untuk mengingat ingat lagi tentang sosok wanita yang ada di sebelahnya sekarang.

__ADS_1


"Kamu Salsa bukan? Salsabila Oktaviana?" ucap Graha sedikit ragu..


Salsa pun tersenyum..


"Iya aku Salsa teman SMA kamu dulu, wah dunia sesempit ini ya kita bisa bertemu dikantor polisi."ucap Salsa sembari tersenyum..


Graha pun tertawa, dia tak menyangka sahabat tomboy yang dulu menyebalkan itu kini telah menjadi seorang Polwan sesuai cita citanya.


"Kamu sekarang udah sukses ya Gra, udah menjadi Dokter yang hebat dan juga telah menikah selamat ya, oh iya aku juga lihat di berita kamu baru saja memiliki baby ya? Oh iya kabar Opa Rahman bagaimana? Boleh dong kapan kapan aku bertemu dengan Istri dan anakmu." ucap Salsa yang nyaris tanpa sepasi..


Amar hanya diam mengamati dua orang sahabat yang sedang berbincang di hadapannya...


"Sal, kamu itu kebiasaan deh kalau ngomong itu gak ada spasinya gimana aku mau jawab coba?" ucap Graha bingung...


Salsa dan Amar pun hanya tertawa mendengar ucapan Graha tanpa sengaja tatapan Amar dan Salsa bertemu.


"Oke aku akan jawab satu satu, pertama iya aku sekarang sudah menikah dan aku juga sudah mempunyai anak. Yang kedua kabar Opa baim baik saja dan kapan kapan kita makan malam bersama dirumahku. Oha iya Sal kenalin ini Kakakku namanya Amar." ucap Graha yang tanpa sengaja menyebutkan bahwa Amar adalah kakaknya..


Pandangan Amar dan Salsa pun kembali bertemu, ada sesuatu yabg dirasakan pada keduanya..


"Aku Salsa Mas, senang bisa kenal sama Mas." ucap Salsa dengan tersenyum..


"Amar, iya senang bisa berkenalan denganmu juga." ucap Amar sembari membalas senyuman Salsa..


Graha melihat ada sesuatu diantara pandangan keduanya semoga saja ya mereka berjodoh...

__ADS_1


__ADS_2