DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 114_s2


__ADS_3

Setelah darah Ayah Wiguna dinyatakan cocok dengan Amar, kini dengan cepat dan sigap semua dokter segera melakukan tranfusi, dan Graha yang selaku dokter pun tak mau tinggal diam dan dia pun ikut membantu untuk menyelamatkan nyawa sang kakak..


Kini di luar ruangan tinggal ah Opa Rahman, Kakek Sandy, Bunda Hesti dan Berlian. Semuanya nampak cemas memikirkan kondisi Amar..


"Bagimana ceritanya bahwa Amar adalah benar benar cucu kandungku." ucap Kakek Sandy membuat sedikit ketegangan..


"Nanti akan aku ceritakan kita doakan saja dulu cucu kita agar dia bisa selamat." ucap Opa Rahman dengan santai..


Dua jam Graha berada di ruang operasi dan kini dia keluar dengan wajah yang sumringah..


"Graha bagaimana keadaan kakakmu?"tanya Opa Rahman panik...


Graha hanya tersenyum kemudian memeluk sang Opa.


"Opa jangan khawatir Mas Amar baik baik saja. Dia telah melewati masa kritisnya." ucap Graha sembari tersenyum.


"Lalu bagaimana kondisi Om Alam?" tanya Opa Rahman kemudian.


Semua mata menuju kearah Opa Rahman,seolah tak percaya dengan apa yang mereka dengar?


Opa Rahman menanyakan kondisi Alam?


"Om Alam baik baik saja Opa, dia hanya perlu istirahat saja setelah melakukan tranfusi."ucap Graha sembari tersenyum..

__ADS_1


Tiba tiba Kakek Sandy mendekat kemudian memeluk Graha dengan sangat eratnya..


"Terima kasih karena kamu telah menyelamatkan kakakmu, Kakek minta maaf untuk semua hal yang telah terjadi kepada Bundamu." ucap Kakek Sandy dengan wajah yang terlihat penuh penyesalan..


Berlian mendekat dan kemudian mendamaikan semuanya..


"Ya sudah kita semua kan sekarang keluarga, dan kita sudah tak boleh ada permusuhan lagi. Kami berharap Opa sama Kakek bisa menjadi teman sepeti dahulu lagi.Anggaplah semua yang terjadi ini adalah bentuk ujian dari Allah SWT." ucap Berlian sembari tersenyum..


Kini Opa Rahman mendekat kearah Hesti yang masih nampak sedih melihat kondisi Amar..


"Hesti Putriku, maafkan Opa ya yang telah membencimu selama ini. Dulu Opa mengira bahwa kamu yang mengambil Alam dari Mahes. Namun Opa salah justru kamu memberikan cinta yang sangat besar kepada Grahadiku, terima kasih Hesti terima kasih." ucap Opa Rahman sembari memegang tangan Bunda Hesti...


Bunda Hesti pun tersenyum kemudian menyuruh Opa Rahman untuk duduk di sampingnya..


Sementara itupun Kakek Sandy dan Opa Rahman pun kita saling berpelukan dan berjanji untuk melupakan masa lalu mereka, kini ada Amar pengikat diantara mereka dan sudah sepantasnya jika mereka akan hidup berdampingan..


"Rahman maafkan aku, maafkan kesalahanku dulu. Seandainya aku tak seegois itu mungkin cinta Alam dan Mahes akan langgeng sampai saat ini. Dan aku juga tak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa apa dengan Amar cucuku." ucap Kakek Sandy sembari memegang tangan sahabatnya itu..


Opa Rahman pun nampak bahagia karena kini dirinya bisa bersama dengan sahabatnya kembali. Sahabat yang selalu dia rindukan selama 35 tahun, sahabat yang terpisah akibat keegoisan dan salah paham yang tak pernah ada ujungnya. .


"Kita lupakan masalalu kita, sudah saatnya kita membuka lembaran baru dan kehidupan baru untuk kita semua." ucap Opa Rahman sembari tersenyum..


Tak lama setelah itu Ayah Wiguna keluar dari ruangannya dan kini kembali berbincang bersama anaggota keluarga yang lain.

__ADS_1


Kakek Sandypun meminta maaf secara langsung kepada putra semata wayangnya itu...


"Alam maafkan Ayah yang telah membuatmu kehilangan wanita yang sangat kau cintai dulu. Dan maafkan Ayah juga jika kamu harus tak mengengetahui jika kamu memiliki keturunan." ucap Opa Sandy sembari memeluk sang putra.


Kini semua orang nampak bahagia, Ayah Wiguna pun tak pernah marah kepada sang Ayah karena ini juga di luar kendali dirinya. Kini Ayah Wiguna mendekat kearah Opa Rahman dan kemudian meminta maaf atas apa yang dilakukannya dulu..


"Ayah maafkan aku atas apa yang telah terjadi dulu, aku benar benar tidak pernah tahu jika setelah aku meninggalkan Mahes dirinya dalam keadaan hamil maafkan aku Ayah. Aku akan melakukan apapun untuk menebus semua kesalahanku kepadamu dan kepada Mahes." ucap Ayah Wiguna sembari duduk di samping Opa Rahman.


Apa Rahman tersenyum kemudian memeluk Sang mantan menantunya itu..


"Mungkin memang sudah saatnya aku berdamai dengan masalaluku, kini ada Amar yang akan mengikat kita semua. Ayah hanya mau kamu sayangi Amar karena dia adalah anak kandungku dan jika aku boleh meminta kunjungilah makam putriku sesekali. Aku tahu bahwa putriku masih sangat mencintaimu bahkan sampai ajal menjemputnya, untung saja dia mendapatkan lelaki yang sangat baik. Ganjar Ayah Graha." ucap Opa Rahman pelan..


Tak terasa airmata pun membasahi kedua sudut mata Ayah Wiguna dirinya merasa sangat bersalah karena telah menumbuhkan luka yang begitu dalam dihati Mahes wanita yang sangat di cintainya.


Bunda Hesti dan Berlian bernafas lega karena kini kedua keluarga yang dulu pernah terpisah telah kembali menyatu. Dan dari sini kita bisa mengambil hal yang positif setiap sesuatu hal yang terjadi pasti selalu ada hikmah dibalik semuanya. Manusia hanya bisa merencanakan namun Allah selalu yang menentukan..


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Dalam keadaan masih belum sadarkan diri Amar bermimpi bertemu seorang wanita yang sangat cantik, dia terlihat sangat bahagia melihat dirinya.


Wanita itu berkata..


"Putraku, kamu harus kembali masih banyak orang orang yang menunggumu dan mereka semua menyayangimu." ucap Sang Wanita yang menemui dirinya dalam tidurnya..

__ADS_1


__ADS_2