
Berlian dan Graha terlihat sangat bahagia hingga seorang pelayan mendekat mengantrakan sebuah hadiah kecil yang di titipkan oleh Bunda Risa untuk Berlian..
"Maaf Tuan tadi a ada seorang wanita menitipkan ini buat Non Lian." ucap seorang pelayan dengan ramah..
Graha mengambil kotak itu kemudian memberikannya kepada sang istri..
"Sayang kata pelayan ada yang ngasih ini buat kamu." ucap Graha dengan tersenyum..
Berlian menerima hadiah yang diberikan dari seseorang untuknya dan kemudian membukanya..
Dilihatnya oleh Berlian hadiah tersebut ternyata sebuah kalung liontin berbentuk hati yang dahulu Ayahnya memberikannya untuk Berlian dan di titipkan nya kepada Bunda Risa..
"Bunda...." ucap Berlian sembari mencoba mencari cari keberadaan Bunda Risa..
Graha merasa bingung dengan sikap Berlian..
"Itu dari siapa sayang?" tanya Graha pelan..
"Ini pasti dari Bunda, Bunda disini.." ucap Berlian pelan..
Graha semakin bingung ketika Berlian mulai terisak..
"Sayang kamu kenapa sudah ya." ucap Graha mencoba menenangkan hati sang istri..
__ADS_1
Didalam kotak tersebut ada secarik kertas ucapan permintaan maaf dari sang Bunda..
"Teruntuk putriku Berlian, maafkan Bunda dan juga adikmu ya kami salah terhadapmu dan kami memng bukan keluarga yang baik untukmu.
Putriku Lian selamat menempuh hidupmu yang baru doa baik Bunda selalu ada untukmu, dan semoga kamu segera memberi Bunda Cucu buat Bunda. Banyak hal yang terjadi setelah kepergianmu Bunda harap kamu akan menemukan kebahagiaan mu yang sesungguhnya dan bukalah lembaran kehidupan mu yang baru jangan pernah mengenang kami yang telah menyakitimu..."tulis pesan dari Bunda Risa..
Berlian langsung menangis setelah membaca pesan dari Bunda Risa..
"Kenapa dia enggak mau menemuiku dan menghadiri hari bahagiaku." ucap Berlian pelan..
Graha yang semenjak tadi memperhatikan Berlianpun ikut merasakan kesedihan yang tiada terkira..
"Sudah sayang aku yakin suatu saat kita akan bisa berkumpul kembali dengan mereka." ucap Graha pelan..
Berlian juga sangat menghargai Bunda Risa walaupun semenjak meninggalnya sang Ayah kehidupan Berlian berubah total..
"Bunda Lian menyayangimu, Lian harap lita bisa bersama lagi suatu hari nanti." ucap Berlian dalam hatinya..
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Acara resepsi pernikahan pun telah di gelar dan kini saatnya sepasang pengantin melewati malam panjang mereka...
Graha sangat grogi berada dalam satu kamar dengan Berlian yang kini telah sah menjadi mahrammya..
__ADS_1
Graha menyuruh Berlian untuk membersihkan diri terlebih dahulu kemudian menyuruh Berlian beristirahat..
"Sayang kamu bersih bersih dulu lalu istirahat ya?" ucap Graha sembari tersenyum..
"Iya Mas.." ucap Berlian lalu berlalu kedalam kamar mandi..
Lima belas menit Berlian baru selesai dengan ritual mandinya dan kini dia telah mengganti gaun pengantin uang dia kenakan dengan piyama yang biasa dia pakai namun yak pernah mengurangi kecantikan Berlian..
Graha yang saat itu tengah bermain dengan ponselnya di buat terpana dengan kecantikan Berlian, baru kali ini dia benar benar melihat bentuk tubuh dari sang istri walaupun masih dibalut dengan piyama.
"Mas,, kok malah bengong? Udah sana mandi dulu airnya udah Lian siapin." ucap Berlian dengan lembut..
"Iya sayang, Kamu sangat cantik malam ini." ucap Graha di telinga Berlian membuat Berlian tersipu malu..
Setelah itu Graha berlalu kedalam kamar mandi dan melakukan ritualnya di sana,ketika sedangkan menunggu sang suami Berlian malah telahbterlelap dalam tidurnya..
Graha yang baru keluar setelah membersihkan diri tersenyum melihat sang istri telah terlelap..
Graha mendekati sang istri kemudian menyelimuti tubuhnya dan kemudian mencium kening sang istri..
"Selamat beristirahat sayang, mimpi hang indah ya,." ucap Graha sembari tersenyum..
Kemudian Graha merebahkan tubuhnya di sebelah sang istri dan keduanya terlelap karena kecapean...
__ADS_1