
Hari ini Berlian menemui Om Wisnu pengacara yang Berlian minyak tolong untuk membantunya mengurus perceraiannya dengan Amar.
Om Wisnu adalah sahabat dekat ,Ayah Berlian jadi sudah pasti dengan senang hati Om Wisnu akan siap membantu Berlian...
Berlian dan Intan pergi menuju kantor milik Om Wisnu disana Berlian mengutarakan niatnya untuk meminta bantuan menguruskan surat perceraian dirinya dan Amar..
"Apa niat kamu sudah benar benar bulat Lian." tanya Om Wisnu pelan..
"Iya Om, lagi pula dia telah menjatuhkan talak kepadaku dan secara agama dia sudah bukan suamiku lagi." icqp Berlian dengan penuh pertimbangan...
Om Wisnu menatap ke arah Berlian dan kemudian mengelus kepala wanita yang sudah di anggapnya sebagai putri kecilnya sendiri..
"Baiklah putriku Om akan siap membantumu.." ucap Om Wisnu dengan tersenyum..
Berlian merasa senang karena Om Wisnu mau membantu dirinya..
"Terima kasih Om." ucap Berlian dengan tersenyum..
Selepas itu Berlian dan Om Wisnu datang menuju pengadilan agama untuk mengurus semuanya...
__ADS_1
Dilain sisi Berlian merasa lega akhirnya bisa lepas dari pernikahan poligami yang harus dia alami, tapi di sisi lain Berlian terus saja memikirkan keadaan Bunda Hesti.
Dilain tempat Amar masih berusaha untuk mencari keberadaan Berlian, di temuinya satu persatu orang yang dekat dengan Berlian.
Amar pergi menuju Butik untuk menemui Intan sahabat Berlian namun hari ini Intan tak masuk kerja dikarenakan libur..
"Kemana lagi aku harus mencarimu?" ucap Amar dalam hati..
Amar kemudian pergi lagi menemui Fauzan sahabat Berlian, namun niatnya di urungkan karena dirinya merasa malu..
Sementara itu keadaan Bunda Hesti koma, dia masih belum sadarkan diri, Ayah Wiguna pun menjadi sangat cemas..
Dokter yang memeriksa Bunda Hesti adalah Dokter Graha, namun disaat itu Graha masih berada di bali dan baru akan kembali hari itu..
"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Ayah Wiguna dengan Cemas..
Dokter Graha tersenyum..
"Nyonya baik baik saja hanya saja syarafnya ada yang kena jadi perlu waktu untuk penyembuhannya."ucap Dokter Graha pelan..
__ADS_1
"Perlu berapa lama Dokter?" tanya Ayah Wiguna lagi..
"Tergantung dari kemauan si pasien Pak, jika dia gigih dalam dua atau tiga bulan lagi dia akan baik baik saja." ucap Dokter Graha menjelaskan..
Setelah selesai memeriksa Bunda Hesti, Dokter Graha kembali ke ruangannya dan kemudian mulai mengerjakan apa yang seharusnya di kerjakan...
Tiga bulan sudah semenjak bertemu dengan Berlian di rumah sakit itu jantung Graha selalu saja berdetak lebih kencang ketika mengingat wajah Berlian...
Sepintas bayangan Berlian pun menari nari di dalam fikirannya.
"Ya Allah jika wanita itu adalah jodoh yang terbaik yang engkau kirim maka pertemukan lah kami dengan cara yang benar, namun jika dia bukanlah jodohku maka hilangkan lah dia dari dalam fikiran ku." ucap Graha dalam hati...
Sementara itu Berlian dan Intan tengah selesai mengurus surat surat untuk gugatan cerai yang Berlian ajukan, kini Berlian pun ingat kepada Bunda Hesti..
"Tan... Bagaimana ya keadaan Bunda?" tanya Berlian kepada Intan..
"Beliau akan baik baik saja Lian,udah kamu gak boleh stres." ucap Intan mengingatkan..
Berlian dam Intan kembali ke kost mereka dan Intan dapat pesan dari Rudi bahwa Amar mencari dirinya..
__ADS_1
"Ngapain kamu nyariin aku,pasti mau nanyain Berlian kah!" ucap Intan dalam hatinya..
Intan sangat kesal dengan Amar ingin rasanya menemuinya dan memaki Amar dengan habis habisan lelaki yang tak punya hati dan tak pengertian apa arti itu cinta...