
Ari masih terus mencari keberadaan Fani dan meminta suster untuk membantunya, Ari ingat betul saat dirinya di tusuk oleh Fani..
"Fan.. Aku tahu aku salah, kamu pantas melakukan ini." ucap Ari dalam hatinya..
Seorang suster datang lalu memberitahukan bahwa Fani berada di penjara..
Ari merasa sangat syok setelah mendengar Fani telah di penjara..
Ari berusaha untuk sembuh dan berkeinginan untuk menemui Fani...
Sebulan kemudian kondisi Ari semakin membaik, dan kini dirinya hendak menemui Fani di dalam sel..
Fani kaget mendengar bahwa ada yang datang mengunjunginya, pikir Fani pasti itu sang Bunda.
Tanpa berfikir lagi, Fani mengikuti seorang polwan yang mengantarkannya ke ruang tunggu..
Fani sangat terkejut melihat laki laki yang sangat di cintainya dan yang telah membuat hidupnya kian hancur..
Fani hendak mundur,dan Ari melihatnya..
"Fani..." panggil Ari pelan..
__ADS_1
Fani diam tanpa menoleh apalagi menatap laki laki yang masih sah menjadi suaminya..
"Fan,, maafkan aku.." ucap Ari lirih, Aku tahu aku sangat berdosa terhadapmu. Tapi tolong beri aku satu kesempatan lagi, aku janji aku akan berubah." ucap Ari dengan memohon..
Fani hanya diam saja, tak terasa sakit di hatinya kembali menganga, perih namun tak berdarah, sakit tapi tak berbekas..
"Maaf Mas, aku mohon ceraikan aku sekarang.". ucap Fani tanpa menatap ke arah Ari..
Ari syok mendengar bahwa Fani meminta cerai...
"Fan,, beri aku satu kesempatan lagi." ucap Ari lagi..
Tanpa menjawab apapun Fani meminta untuk kembali kedalam sel'nya..
Ari hanya bisa memandangi punggung Fanj yang berlalu dan menghilang dibalik tembok..
Sesampainya di dalam sel nya Fani menangis rasa luka di hati kembali menganga dia merasakan sakit yang luar biasa.
Fani kembali mengingat saat saat bahagianya dulu bersama orang tuanya dan juga Berlian..
"Kak Lian.." ucap Fani ketika mengingat Berlian..
__ADS_1
Fani kembali menangis, takkala mengingat Ari,
"Kenapa laki laki itu tak mati saja." ucap Fani di sela sela isak tangisnya..
Jiwa Fani kembali terguncang setelah pertemuannya dengan Ari laki laki yang dengan sengaja menjual dirinya hanya demi uang..
Sementara itu Ari masih mematung diruang tunggu, Ari bisa melihat sorot mata yang penuh dengan kebencian di kedua mata wanita yang masih menjadi istrinya..
"Aku tahu aku salah Fan..Maafin aku." ucap Ari lirih..
🌿🌿🌿🌿🌿
Kehidupan yang sulit pun di alami oleh Bunda Risa, setelah Fani masuk penjara tak ada lagi kini yang membiyayai kehidupannya dengan susah payah Bunda Risa mencari pekerjaan dan pada akhirnya dia diterima kerja di salah satu Rumah sakit sebagai tukang bersih bersih..
Namak senang wajah wanita yang sudah mulai menua itu, dengan semangat dan sepenuh hati dia bekerja hingga membuat dirinya seakan menyukai pekerjaannya..
Bunda Risa kini pun sudah tak lagi tinggal di rumah milik Ayah Berlian, dia lebih memilih untuk menempati rumah lamanya dan hidup dengan seadaanya..
Sungguh pahit kenyataan yang harus diterimanya, wanita yang dulu berdandan sangat cantik kini dia terlihat lusuh dengan sapu dan kain lap yang menyertai kedua tangannya..
Semua teman kerjanya pun menyambut baik kehadiran Bunda Risa, dan kini dirinya tak malu lagi berbaur dengan teman temannya.
__ADS_1
Dalam ingatannya dirinya mengingat kedua putrinya Fani dan Berlian, satu putrinya kini harus rela tidur di balik jeruji besi sedangkan satu putrinya mungkin kini telah bahagia dengan kehidupan barunya..
Bunda Risa pun tersenyum sembari menatap langit langit tempatnya bekerja hinggaa sebuah suara membuyaelrkan lamunannya..