
(Maaf ya semua jika author sekarang lagi banyak banget kerjaan jadi mungkin up nya agak berkurang, tapi tenang saja jika author lagi banyak waktu pasti akan up banyak..Sehat selalu buat semuanya dan terima kasih telah setia dengan karya author..)
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Berlian merasakan kebahagiaan yang luar biasa bisa bersama dengan Graha.
Berlian kini dapat tersenyum dan kadang tertawa lepas, Lian kini telah berhasil mengubur masalalunya yang penuh dengan airmata.
Graha nampak memperhatikan sang calon istri yang sedang tersenyum bahagia entah apa yang sedang dia fikirkan..
"Sayang... kamu baik baik aja kan? Kok kamu senyum senyum sendiri si?" kenapa?" tanya Graha penasaran..
Berlian berbalik menatap sang calon imam nya.
"Karena aku merasa bahagia bisa memilikimu Mas, walaupun aku pernah gagal namun hatiku yakin kepadamu." ucap Berlian pelan..
Graha tersenyum kemudian menggenggam tangan Berlian..
"Terima kasih ya sayang, aku janji aku tidak akan pernah menyia nyiakan kepercayaan yang sudah kamu berikan. Dan tolong bimbing aku untuk menuju jannah bersamamu.." ucap Graha dengan tersenyum..
Berlian merasa sangat bahagia mendengar ucapan Graha, Graha bukan hanya rupawan namun hatinya pun beriman, berbeda dengan sang mantan Amar..
__ADS_1
"Iya Mas kita sama sama belajar." ucap Berlian dengan tersenyum.
Setelah puas berjalan jalan kini mereka memutuskan untuk pulang, kini Berlian dan Graha pulang sebagai sepasang kekasih..
"Lian.. kamu lapar gak?" tanya Graha pelan..
"Lapar.." ucap Berlian sembari menatap kearah Graha..
"Kita mau makan dimana? aku juga lapar?" ucap Graha pelan..
"Aku ikut aja Mas." ucap Berlian dengan manisnya..
Dilain tempat....
Fani menatap kearah sang suami..
"Mas kenapa kamu melakukan ini kepadaku, aku mohon Mas lepaskan aku." ucap Fani sembari memohon kepada sang Suami..
"Hei Fan kamu itu kan udah gak bisa kasih aku anak jadi ngapain juga hidupmu gak guna mending gini aku bisa dapat uang dari mereka yang menginginkan mu." ucap Ari dengan tertawa..
Sakit yang dirasakan oleh Fani membuatnya bertekad untuk mengakhiri hidupnya..
__ADS_1
Fani membawa sebuah pisau dan kemudian mengayunkannya kepada Ari..
"Sekarang lebih baik kau mati Mas, dan aku lebih baik di penjara seumur hidupku dari pada kau harus menjualku setiap hari." ucap Fani sembari menacapkan pisau tepat di perut Ari..
Dan seketika darah bercucuran keluar dari perut Ari..
"Fan kenapa kamu melakukan ini." ucap Ari kemudian jatuh pingsan..
Fani menjadi ketakutan dan seketika banyak orang yang berdatangan dan polisi pun segera tiba untuk mengamankan situasi..
Ari dilarikan kerumah sakit dan beruntung nyawanya masih dapat tertolong, dan kini Fani harus menerima konsekuensi dari tindakannya atas tuduhan pembunuhan berencana.
Fani tertawa senang bisa bebas dari kebiadaban Ari dan menikmati kehidupan barunya di dalam tahanan..
Bunda Risa datang menemui Fani dengan berlinang airmata..
"Fani anakku kenapa menjadi seperti ini? Kenapa kamu berniat melenyapkan suamimu sendiri?Bukankah dia lelaki yang baik lelaki yang kau cintai." ucap Bunda Risa pelan..
Fani tertawa..
"Bunda tidak tahu bagaimana dia memperlakukan Fani Bunda, Fani di jadikan piala bergilir oleh banyak laki laki setiap hari Bunda dan selama tiga tahun hidup Fani menderita, ini pilihan terbaik Bunda lebih baik Fani selamanya di tempat ini." ucap Fani sembari menatap sang Bunda dengan penuh penyesalan..
__ADS_1
Airmata Bunda Risa mengalir dengan derasaya tak disangaka putrinya sangat menderita dan kini Fani pun harus mendekam di dalam hotel prodeo dalam waktu 7 tahun...