DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 53


__ADS_3

Berlian semakin sukses dengan semua kinerja yang dia tekuni, kini restoran yang dia buka pin telah mulai memiliki anak cabang dimana mana, ya bisa di bilang kini Berlian menjadi seorang pengusaha muda..


Kehidupan berbeda di alami oleh sang adik Fani, Paska sembuh dari depresinya kini Fani justru terjebak di dalam perangkap Ari dimana setelah Ari mempersunting dirinya Fani di jadikan wanita plus plus oleh Ari manusia yang tak punya hati..


Hati Fani kian menjerit ingin rasanya dia bebas dan pergi dari kehidupan Ari, hampir tiap malam Fani di gilir oleh lelaki hidung belang yang haus akan nafsu.


"Mas Ari kenapa kamu melakukan ini kepadaku?" ucap Fani dengan suara yang nyaris tak terdengar..


"Nikamtilah saja Fan, bukankah ini menyenangkan lagi pula kamu sekarang kan gak punya rahim jadi jangan takut jika kamu akan hamil." ucap Ari dengan tertawa melihat Fani sedang di gilir oleh beberapa orang..


Hati Fani benar benar hancur ingin rasanya Fani mengakhiri hidupnya namun Ari selaluengancam jiak Fani berani berulah maka Bundanya yang akan menderita..


Fani hanya mampu menangis menyesali semua yang telah terjadi, mungkin jika seandainya ada sang Kakak Berlian mungkin nasibnya gak akan seburuk sekarang..


"Kakak kamu dimana tolong Fani." ucap Fani dalam hatinya..


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Seperti mempunyai ikatan yang kuat Berlian yang sedang memegang cangkir tiba tiba dia menjatuhkan cangkir tersebut dan mengingat sang adik Fani.


"Ya Allah ada apa dengan Fani, kenapa aku tiba tiba mengingatnya?" ucap Berlian dalam hati...


Sudah dua tahun lamanya semenjak Berlian keluar dari kediaman Wiguna dia sudah tak pernah tahi kabar tentang keluarganya Bunda Risa dan juga Fani.


"Ya Allah tolong lindungilah Bunda dan adikku, jauhkanlah mereka dari hal hal yang buruk." ucap Berlian dengan pelan..


Berlian sedang melamin menatapi pecahan cangkir yang berserakan di hadapannya tiba toba Graha datang dan langsung panik..


"Lian kami kenapa?apa ada yang terluka." ucap Gtaha sembari melihat di sekerliling bagian tubuh Berlian yang terlihat..


Graha mengambil nafas panjang kemudian membuangnya secara berlahan..


"Ya sudah tenangkan dirimu dulu Lian, yakinlah Allah pasti akan menjaga mereka." ucap Graha pelan..


Apa kamu mau mengunjungi mereka, kita ke jakarta sore ini." ucap Graha kemudian.

__ADS_1


Berlian menggeleng..


"Enggak Mas, aku belum siap jika harus bertemu dengan mereka, dan aku pun sudah berjanji untuk menghilang dari kehidupan mereka." ucap Berlian sembari menunduk sedih..


Graha sangat mengerti dengan perasaan Berlian..


"Lian, Mas tahu perasaan kamu tapi mau sampai kapan kamu terus terpuruk seperti ini, kamu harus bangkit dan mencoba untuk berdamai dengan masa lalu kamu. Ingat Lian aku akan selalu ada di samping kamu dan kamu harus percaya bahwa aku akan selalu menjagamu hingga kamu mendapatkan kebahagiaan yang kamu inginkan." ucap Graha dengan lembut..


Berlian menatap ke arah Graha dengan dalam..


"Mas Graha jangan begitu baik kepadaku, aku enggak mau nanti kamu terluka karenaku dan aku juga gak mau berharap jika pada akhirnya kamu hanya menganggap ku sebagai adikmu." ucap Berlian dalam hatinya..


Graha juga menatap Berlian dan kini tatapan mereka beradu, dan mereka sama sama telah merasakan sesuatu yang berbeda.


"Ya sudah kamu minggir biar aku bereskan pecahan cangkirnya dan awas nanti kaki kamu terluka." ucap Graha penuh dengan pengertian dan perhatian..


Berlian pun mengikuti ucapan Graha dan mundur.

__ADS_1


Setelah itu Berlian dan Graha pergi kecabang restoran milik mereka.


__ADS_2