DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 126_s2


__ADS_3

Graha kembali ke kamar nya dan kemudian langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri..


Sementara itu Berlian yang tengah selesai sholat isya pun menoleh kearah sumber suara rupanya snag suami telah selesai dengan ritual mandinya...


"Mas mau Lian buatkan teh?" ucap Berlian menawarkan sang suami minuman..


"Boleh sayang. Makasih ya." ucap Graha sembari tersenyum..


Berlian bergegas ke dapur untuk membuatkan sang suami secangkir teh panas dan kemudian kembali lagi kekamarnya..


Graha yang baru saja selesai melaksanakan sholat isya pun mengisyaratkan sang istri untuk mendekat kepada nya..


Berlian yang paham dengan maksud sang suami pun mendekatinya..


"Kenapa Mas?" tanya Berlian dengan nada yang lembut..


Graha tersenyum kemudian membelai rambut sang istri dan memeluknya dari belakang..


"Kamu cantik sayang." ucap Graha sembari mengeratkan pelukannya..


Berlian hanya tersenyum mendengarkan ucapan sang suami..


"Kok malah kamu tertawa?" ucap Graha dengan manjanya.


"Enggak Mas lucu aja." ucap Berlian sembari menjulurkan lidahnya..

__ADS_1


"Emang suamimu ini badut kamu katakan lucu." ucap Graha sembari memencet hidung mancung Berlian..


Graha bangkit dari duduknya dan kemudian menyambar teh yang telah dibuatkan oleh sang istri dan menikmatinya..


"Sayang kamu dan Fani besok jadi mau menemui Mas Amar dan keluarganya di sana?" tanya Graha sembari menikmati teh panas yang sedang dia minum..


Berlian mendekat kearah Graha dan duduk di sebelahnya..


"Iya Mas, biar semua masalah selesai. Biar bagaimanapun Mas Amar sekarang adalah kakak iparku dan Fani adalah adikku. Lagi pula sebentar lagi kan Fani akan menempuh hidup barunya dengan Revan jadi aku mau biar semua yang terjadi di masalalu kita lupakan karena sekarang kita adalah keluarga." ucap Berlian sembari tersenyum..


Graha selalu salut dengan kepribadian sang istri yang selalu mementingkan orang lain sedangkan dirinya sendiri kadang malah uang harus tersakiti.


"Mas salut sama kamu sayang, kamu memang istri yang terbaik." ucap Graha sembari menarik tubuh sang istri dan kemudian mereka pun melakukan apa yang seharusnya dilakukan..😂😂😂


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Matanya tertuju pada arsitektur model bangunan dari rumah yang kakaknya tempati sekarang..


"Alhamdulillah jika Kak Lian telah mendapatkan kebahagiaannya bersyukur rasanya aku masih bisa menemuinya.." ucap Fani dalam hati...


Tanpa sengaja Fani bertemu dengan Opa Rahman yang sedang duduk di taman buatan hang berada tak jauh dari pintu utama..


"Gadis cantik kamu mau bertemu siapa?" ucap Opa Rahman sembari melambaikan tangan..


Fani menoleh kearah sumber suara dan kemudian menghampirinya..

__ADS_1


"Assalamualaikum Opa?" ucap Fani dengan lembut..


Fani baru saja bertemu dengan Opa Rahman untuk pertama kalinya, namun Berlian tengah bercerita banyak tentang keluarga Graha termasuk tentang sang Opa..


Opa Rahman merasa bingung, mungkinkah fertigonya sedang kambuh sehingga dia tak mampu mengingat sosok wanita yang kini ada di hadapannya..


"Maaf gadis cantik kamu siapa?" tanya Opa Rahman srmabri mencoba mengingat ingat kembali wajah Fani..


Fani tersenyum..


"Saya Fani Opa, adiknya kak Lian. Ini pertemuan pertama kita jadi maklum saja jika Opa tak bisa mengingat Fani, tapi Fani tengah tahu banyak hal tentang Opa dari kak Lian." ucap Fani sembari tersenyum..


Opa Rahman tertawa, dia sedang menertawakan dirinya sendiri. Semakin tua umurnya daya ingatnya semakin menurun..


"Maafkan Opa, ya sudah kamu masuk saja sana Kakakmu ada didalam sedang menyiapkan sarapan." ucap Opa Rahaman pelan..


"Tapi Opa mana bisa Fani main masuk aja, baru Fani tunggu disini saja." ucap Fani dengan lembut..


Opa Rahman tersenyum..


"Mari ikut Opa kita temui Lian bersama sama, jangan sungkan cucuku anggaplah disini adalah rumahmu sendiri." ucap Opa Rahman sembari berjalan menuju ke pintu utama..


Fani terkesima setelah memasuki rumah mewah tersebut, barang barang yang harganya fantastis menghiasi di setiap sudut ruangan..


"Ayo masuk jangan sungkan anggap aja ini rah kamu sendiri. Itu kakakmu ada di dapur." ucap Opa Rahman sembari menunjuk kearah Berlian yang sedang sibuk di dapur..

__ADS_1


"Baiklah Opa terima kasih, Fani mau menemui kak Lian sebentar." ucap Fani sembari pergi menuju dapur masih dengan rasa kagum yang terus menari nari di benak Fani tentang kemewahan rumah pengusaha sukses Rahman Prawira..


__ADS_2