
Berlian masih saja mencoba untuk mengakhiri hidupnya, namun Amar berhasil merebut gunting tersebut dari tangan Berlian..
"Kamu jangan bodoh Lian, aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu aku mohon mengertilah, dan menikahlah kembali denganku." ucap Amar dengan mencoba memeluk Berlian..
Dengan sekuat tenaga Berlian mendorong kasar tubuh Amar.
"Mas lepaskan aku, yang kamu bilang itu bukan cinta Mas tapi obsesi kamu yang terlalu tinggi sehingga kamu tak mengizinkan aku untuk bahagia." ucap Berlian sembari menangis..
Amar bukannya merasa iba malah justru semakin menggila..
"Berlian sayang, aku mencintaimu dan aku ingin memilikimu selamanya.." ucap Amar dengan tertawa jahat..
Berlian pun semakin terpojok dengan situasi ini, Amar terlihat sangat begitu menakutkan dan dia berharap akan ada yang menolongnya..
"Mas Graha tolong Lian.." ucap Berlian sembari menangis..
Disaat Berlian sedang membutuhkan dirinya Graha seolah merasakan sakit di bagian dadanya..
"Ya Allah lindungilah calon istriku dimanapun dia berada." ucap Graha pelan..
Tak lama kemudian polisi menelfon bahwa si penabrak yang waktu itu menabraknya telah tertangkap.
Dengan cepat Graha ke kantor polisi untuk memastikan dalang dari semua yang menimpanya dan Berlian..
__ADS_1
Setelah sampai di kantor polisi Graha meminta izin untuk menemui tersangka..
"Selamat sore pak, saya mau tanya apa motif anda ingin mencelakai kami." ucap Grahabto the point..
Sang tersangka itu awalnya hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Graha..
"Pak tolong kerja sama nya jika anda mau membantu saya, saya akan melepaskan anda dari hukum dan saya akan mencabut tuntunan saya terhadap anda." ucap Graha mencoba bernegosiasi..
Sang tersangka itu berfikir sejenak kemudian menyetujui permintaan Graha dan sang teranagka itu berkata jujur..
"Maaf Pak saya hanya di suruh.." ucap Sang Tersangka itu sembari menunduk.
"Siapa yang menyuruh anda." ucap Graha pelan..
"Tuan Amar Alamsyah." ucap sang tersangka dengan pelan..
"Baiklah terima kasih, oh iya dimana anda bertemu dengan Amar.." tanya Graha mencoba mencari informasi..
"Di villa jalan XXX no 27." ucap SMsang tersangka pelan..
Graha lalu mencatat alamat yang diberikan oleh orang tersebut dan kemudian sesuai janjinya sang pelaku di bebaskan walaupun masih menjadi tahanan kota.
"Baiklah terima kasih nanti pengacara saya yang akan mengurus semuanya." ucap Graha lalu pergi meninggalkan kantor polisi..
__ADS_1
📯📯📯📯📯
Dengan cepat Graha dan beberapa anak buahnya menuju ke alamat yang di berikan oleh sang tersangka, dan benar saja Graha melihat mobil yang sama yang membawa calon istrinya.
Graha masuk sembari mendobrak pintu utama dan hal itu membuat sang empunya kaget..
"Dimana Berlian..." ucap Graha dengan berteriak..
Berlian yang mendengar suara Grahapun mencoba untuk menjatuhkan barang untuk memberi isyarat bahwa dirinya ada di dalam kamar..
Amar kaget melihat Graha dan banyak anak buahnya mengelilinginya..
"Mau anda itu apa? Saya sudah ingatkan jangan ganggu calon istri saya tapi anda malah membahayakan dirinya." ucap Graha dengan marah..
Amar hanya tertawa..
"Berlian itu milikku dan selamanya akan menjadi milikku." ucap Amar dengan tertawa..
Graha mendengar sesuatu dari dalam kamar dan kemudian mendobraknya dan melihat sang kekasih berada di dalam kamar tersebut..
Berlian sangat senang melihat Graha sayang menyelamatkannya..
"Mas Graha aku takut..." ucap Berlian sembari berlari ke pelukan laki laki yang dicintainya..
__ADS_1
"Kamu gak apa apa sayang." tanya Graha pelan..
Graha sangat emosi dengan perilaku Amar yang membuat Berlian ketakutan, tak lama setelah itu polisi datang dan kemudian membawa Amar, Amar terjerat dua pasal tentang pencobaan pembunuhan dan penculikan....