
Sesampainya di tempat acara kini Berlian dan Graha siap untuk memotong pita sebagai tanda bahwa Yayasan panti asuhan Cahaya telah resmi dibuka..
Ada banyak tepuk tangan yang mengiringi moment tersebut..
Setelah selesai acara peresmian itu kini mereka sedang mnikamati makan siang bersama, tiba tiba datanglah Tuan Sandy pada acara tersebut, dan momen langka pun terjadi..
Tuan Sandy tak pernah tahu bahwa Yayasan yang dia bantu adalah milik Graha dan Berlian..
Setelah sekian lama akhirnya Tuan Sandy dan Opa Rahman pun bertemu, keduanya saling tatap.
Graha dan Berlian yang tak pernah mengetahui tentang rahasia masa lalu Opa Rahman dan Tuan Sandy..
Ada perasaan canggung diantara keduanya.
"Rahman.." sapa Tuan Sandy dengan acuh tak acuh..
"Sandy bagaimana kabarmu?" tanya Opa Rahman tanpa senyuman..
"Baik..." ucap Tuan Sandy nyaris tanpa ekspresi..
__ADS_1
Berlian dan Graha saling tatap melihat kejadian yang sangat janggal diantara keduanya..
"Sayang sebenarnya ada apa?" tanya Graha setengah berbisik didekat telinga Berlian.
"Mas kok kamu tanya aku? Mana Lian tahu, Lian juga bingung Mas." ucap Berlian dengan sedikit berbisik pula..
Tuan Sandy menatap kearah Berlian dan Graha..
"Setelah kakakmu menikahi wanita inj, dan sekarang wanita ini menjadi istrimu, tahukah kamu bahwa wanita yang kau nikahi ini adalah mantan iparmu." ucap Tuan Sandy dalam hati...
Berlian menatap kearah Tuan Sandy dengan tatapan bingung karena dirinya memandangi Berlian dengan sedikit aneh..
"Maaf Tuan, apa ada yang salah dengan saya?" tanya Berlian dengan pelan..
Sementara sang Opa hanya bisa memandangi punggung sang sahabat yang sangat dia rindukan, namun harus menjadi musuh kerena suatu keadaan..
"Maafkan aku San, bukan niatku merebut Astuti dari kamu. Tapi jika kamu tahu posisi aku waktu itu mungkin kamu gak akan menyangka nya. Aku harus rela kehilangan orang yang sangat aku cintai pula karena hal itu. Seandainya kamu bisa memaafkan kesalahanku, jika suatu saat nanti Grahadi akh ketemukan aku akan berkata jujur kepadamu bahwa dia adalah cucumu, dia anak Alam dan Mahes."pekik Opa Rahman dalam hati..
Begitupun dengan Tuan Sandy, dia pun nampak sedih melihat kejadian baru saja terjadi. Ada perasaan senang dan ada perasaan sedih karena bisa bertemu dengan Rahman sahabat yang sudah seperti saudara buat dia.
__ADS_1
Tuan Sandy berjalan tanpa arah dalam benaknya di penuhi rasa sesal dan rasa yang menyatu padu..
"Rahman, ingin sekali rasanya lisan Ibi mengatakan bahwa Amar adalah cucumu, cucu kandungmu dari Mahes, namun aku terlalu menyayangi nya aku tak mau jika kamu akan mengambilnya.Maafkan aku Rahman bukan niatanku untuk memisahkanmu dari Amar dalam waktu yang sangat lama tapi aku menyayangi nya seperti aku menyayangi cucuku sendiri." gumam Tuan Sandy lirih..
Hati kedua sahabat itu sama sama hancur, sama sama hancur karena sebuah rahasia yang sebenarnya jika diungkapkan akan menjadi suatu kebahagiaan yang hakiki,namun keduanya lebih memilih diam dan memilih menyembunyikan semua kebenarannya.
Graha dan Berlian melihat Opa Rahman sedikit meneteskan airmata, karena merasa cemas akhirnya Graha dan Berlian membawa Opa Rahman pulang untung beristirahat..
Graha dan Berlian sama sama diam dan sengaja tak bertanya apapun. Melihat kedua cucunya merasa bingung akhirnya Opa Rahman buka suara..
"Dia Sandy sahabat terbaik Opa sewaktu muda." ucap Opa Rahman dengan lirih..
Berlian dan Graha kaget mendengar ucapan sang Opa dan kemudian saling tatap.
"Ya Allah ada rahasia besar apa dibalik semua ini." ucap Berlian dalam hati, Berlian mengingat saat Bunda Hesti datang, raut wajah yang sama kini pun kembali Berlian lihat.
Graha memberanikan diri untuk bertanya..
"Apakah ada masalah diantara kalian Opa?" tanya Graha dengan sedikit cemas..
__ADS_1
Opa Rahman pun hanya tersenyum..
"Suatu saat nanti Opa akan menceritakan semuanya." jelas Opa Rahman sembari tersenyum...