
Setelah semuanya jelas di mata Amar kini Amar bisa tersenyum bahagia melihat semua keluarganya bersatu kembali..
"Aku senang deh bisa melihat Ayah dan Opa akur seperti ini." jelas Ayah Wiguna sembari tersenyum...
Sementara itu Graha masih menatap lekat ke arah sang kakak yang ternyata adalah mantan suami dari istrinya.
Mungkin semua sudah garis dari bagian takdir yang Allah rencanakan untuk semua hambanya dan Graha hanya bisa mengucap syukur atas apapun yang kini sedang menjalar di dalam pikirannya..
Berlian menatap kearah sang Suami yang sedang terdiam sembari menatap sang kakak..
"Mas apa kamu baik baik saja?" tanya Berlian sembari menggoyangkan lengan sang suami..
Graha pun menoleh kearah sang istri kemudian tersenyum..
"Aku tidak apa apa sayang dan aku baik baik saja. Aku hanya merasa sangat bahagia bisa melihat Opa dan Mas Amar akhirnya bisa bertemu." ucap Graha sembari menatap kembali sang Opa yang terlihat sangat bahagia...
Raut bahagia pun terlihat dari pancaran wajah Bunda Hesti kini dirinya benar benar bisa menjadi Bunda untuk Amar anak yang sangat disayanginya...
"Bunda baik baik saja?" tanya Berlian ketika melihat sang Bunda menghapus airmatanya.
__ADS_1
"Bunda baik baik saja Lian, Bunda hanya sangat bahagia karena pada akhirnya Bunda tidak akan kehilangan Amar putra Bunda?" ucap Bunda Hesti sembari sesegukan...
Amar menoleh kearah sang Bunda dan berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya, namun usahanya gagal karena kondisi Amar masih sangat lemah..
"Bunda kenapa Bunda menangis?" tanya Amar pelan..
"Bunda enggak apa apa sayang, Bunda hanya sangat bahagia karena pada akhirnya kamu bisa tahu tentang semua keluargamu dan Bunda harap kamu jangan pernah melupakan Bunda." ucap Bunda Hesti sembari tertunduk..
Opa Rahman kini menatap kearah Bunda Hesti dan kemudian memegang kedua bahu wanita uang kini telah dianggapnya sebagai anaknya..
"Hesti kamu tidak akan pernah kehilangan Amar, Amar tetaplah putramu. Buat Opa dimanapun Amar berada asalkan dia merasa bahagia Opa mengizinkan.." ucap Opa Rahman sembari tersenyum...
Semua orang pun mengucap syukur atas peristiwa yang terjadi di balik musibah yang menimpa Amar, banyak hal positif yang dapat di petik bahwasanya selalu ada hikmah dibalik semua musibah yang menimpa, tinggal bagaimana kita yang menjalani..
Lain kisah terjadi pada kehidupan Fani, semenjak Fani bertemu dengan Vano kini Fani terlihat sangat bahagia selalubada senyuman disetiap harinya dan Fani'pun selalu menemui Vano karena kini Fani diterima bekerja di bengkel milik Revan sebagai kasir...
Ketika sedang terdiam dan menatap kearah luar ruangan dan Fani menatap beberapa manusia yang berlalu lalang di depan bengkel yang lumayan besar di kota itu..
"Bunda.... Suara seorang anak yang tak asing baginya memnaggilnya Bunda. Hal itu membuat airmata Fani menetes dengan sendirinya...
__ADS_1
Fani dengan segera kembalikan badannya dan mendapati seorang anak kecil yang tak asing baginya sedang berdiri persis di belakang tubuhnya..
Dengan segera Fani memeluk Vano dengan sangat eratnya..
"Sayang kamu panggil Tante Fani apa tadi?" tanya Fani sembari memeluk Vano dengan sangat erat..
Vano tersenyum dan mengingat apa yang dilakukannya barusan..
"Vano panggil Bunda, Tante Fani mau kan jadi Bunda buat Vano?Vano juga ingin punya Bunda seperti teman teman Vano,Vano sedih disaat hari Ibu Vano melewatinya dengan Tante Salsa. Vano mau bunga Bunda, Tante Fani maukan jadi Bunda buat Vano."ucap Vano sembari tertunduk..
Tak terasa bulir airmata kembali membasahi pipi Fani hatinya perih mendengar ucapan Vano, anak yang masih terlalu kecil untuk melewati semua itu sendiri..
"Iya Vano,Vano boleh panggil Tante dengan sebutan Bunda. Vano tahu Bunda sangat bahagia hari ini, sekarang Vano enggak usah khawatir nanti disaat hari Ibu Vano bisa melewatinya dengan Bunda dan mulai hari ini Vano sudah memiliki Bunda." ucap Fani sembari menitikkan airmata..
Perasaan bersalah pun dialami oleh Revan yang tak sengaja mendengar ucapan Vano, hatinya teriris terluka namun tak berdarah..
"Maafkan Ayah Vano." ucap Revan dalam hatinya..
Revan pun menjadi murung setelah mendengar ucapan putranya, Revan sebenarnya enggan untuk menikah lagi Revan ingin menepati janji setianya dengan sang mantan istri namun Vano masih membutuhkan sosok seorang Ibu untuk nya..
__ADS_1
"Apakah Fani mau menikah denganku demi Vano?" gerutu Revan dalam hati..
Namun perasaan yang berbeda pun tak dapat di pungkiri dari dalam hati Revan bahwa Revan mungkin telah mencintai Fani atau apa yang pasti Revan merasa sangat senang dan tenang ketika berada di dekat Fani wanita yang kini telah menjadi Ibu untuk Vano...