DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 103_s2


__ADS_3

Tak lama setelah itu Opa Rahman keluar dari dalam kamarnya bersama Cahaya sang cicit..


"Itu Opa,panjang umur baru ditanyain sudah datang." ucap Berlian sembari tersenyum..


"Bunda...." panggil Aya sembari memeluk sang Bunda..


"Putri Bunda, ayo habis main apa sama Opa?" tanya Berlian dengan lembut..


Opa Rahman sendiri agak lupa dengan Salsa karena sudah 10 tahunan tak berjumpa dengannya..


"Assalamualaikum Opa?" ucap Salsa sembari mencium punggung tangan lelaki tua itu..


"Maaf wanita cantik ini siapa?" tanya Opa Rahman yang masih bingung..


Graha tersenyum kemudian mencoba menjelaskan kepada sang Opa tentang siapa Salsa..


"Opa dia Salsa, Opa ingat gak dengan Salsa yang dulu sering kesini waktu Graha masih SMA?" tanya Graha pelan..


Opa Rahman mencoba mengingat kembali kenangan yang telah lampau..


"Opa lupa, tapi wajahnya gak asing buat Opa?" jawab Opa Rahman sembari mengamati wajah cantik Salsa..


"Opa ini Salsa,lalu Salsa menunjukan potret dirinya dan Opa Rahman waktu mereka menghabiskan waktu bersama..


Opa ingat sama foto ini?" tanya Salsa dengan lembut..

__ADS_1


Opa mulai mengingat kembali masa itu, masa dimana dirinya sangat menyayangi Salsa seperti cucunya sendiri, seperti dirinya menyayangi Graha dan Grahadi..


Salsa adalah gadis yang sangat baik baginya. Dulu sewaktu Salsa memerlukan uang beliau selalu bersedia membantunya walaupun selalu di tolak oleh Salsa.


Semenjak lulus SMA dan Graha mengambil kuliah kedokteran di Jerman, Salsa pun menghilang dari kabar yang dulu di dengarnya bahwa Salsa berpindah ke kota lain dan melanjutkan kuliah disana..


Opa Rahman masih mengingat jelas wajah lugu Salsa dulu yang kini telah menjelma menjadi wanita hebat yang menyandang gelar polwan..


"Kamu Salsabila." ucap Opa Rahman mulai mengingat sosok wanita yang berada di hadapannya..


Salsa tersenyum dan kemudian mengangguk..


"Maafkan Opa, Opa lupa karena Opa ini sudah tua dan daya ingat Opa juga telah kacau. Kamu sekarang menjadi wanita hebat ya kamu telah berhasil meraih cita citamu untuk menjadi seorang polwan. Kamu sangat hebat, Opa bangga sama kamu." ucap Opa Rahman panjang kali lebar ditambah tinggi..


Salsa hanya tersenyum..


Berlian menatap kearah Salsa karena merasa namanya di sebutkan..


"Kok seperti aku?"tanya Berlian bingung...


Salsa menatap kearah Berlian dan tersenyum...


"Karena kakak adalah wanita terhebat yang pernah aku tahu, dan aku tahu semuanya dari cerita Mas Revan.Mas Revan selalu berkata bahwa kamu selalu memberikan motivasi yang sangat berarti untuk kehidupannya." ucap Salsa sembari tersenyum..


Kini mata Salsa tertuju kepada sosok gadis kecil yang sangat cantik,dia Aya putri Berlian..

__ADS_1


"Hai adik cantik namanya siapa?" tanya Salsa dengan penuh kelembutan..


Cahaya nampak ketakutan karena kala itu Salsa sedang memakai pakaian dinasnya.


Cahaya sembunyi di belakang punggung sang Bunda karena takut..


"Sayang anak Bunda, kenalin itu Tante Salsa, dia sahabat Ayah sama Bunda,Ayo nak salam dulu." ucap Berlian dengan lembut..


Setelah mendengar ucapan sang Bunda kini Aya pun kembali duduk dengan tenangnya kemudian memberikan tangannya untuk mencium punggung tangan Salsa..


"Nama aku Aya Tante.." ucap Cahaya dengan lirih..


Salsa sangat bahagia karena dia sangat menyayangi sosok anak kecil.


Salsa tersenyum..


"Nama yang cantik seperti kamu. Sini duduk dekat Tante." ucap Salsa dengan lembut sembari menepuk sofa yang ada di sebelahnya..


Cahaya hanya menatap saja, kemudian menggelengkan kepalanya.


"Enggak mau Aya takut di tembak sama Tante, Tante kan bawa pistol." ucap Aya dengan tiba tiba membuat galak tawa diantara mereka...


Salsa pun tak berhenti tertawa kemudian menatap pistol yang ada di dekat saku celananya..


"Ini itu hanya mainan sayang dan tak akan melukaimu.Sini duduk dekat Tante." ucap Salsa sembari tersenyum..

__ADS_1


Berlian mengangguk menandakan bahwa Bundanya mengizinkan Cahaya dekat dengan Salsa..


Dengan cepat kini Cahaya telah berada di samping Salsa, kemudian mereka bercanda dan karena keasikan bercanda mereka semua menjadi lupa waktu...


__ADS_2