DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 87_s2


__ADS_3

Berlian dan Graha sedang bercanda bersama baby Aya, ketika itu Oppa Rahman masuk ke dalam kamar Berlian dan Graha...


Opa Rahman mengetuk pintu kamar Berlian dan tak lama setelah itu Graha pun keluar membukakan pintu.


Graha terkejut melihat sang Opa ada di depan kamarnya, kemudian Graha pun bertanya?


"Opa ada apa apa? Ayo masuk Aya baru saja mandi. Sini Opa masuk!" ucap Graha dengan lembut.


" Opa Rahman pun mengikuti Graha dan kemudian ikut masuk ke dalam kamarnya untuk melihat sang Cicit yang sedang memakai baju.


Opa Rahma nampak sangat gembira melihat Cahaya yang sedang dipakaikan baju oleh Berlian.


"Wah cucu Opa sedang apa cantik sekali kamu." ucap Opa Rahman dengan tersenyum.


Berlian pun tersenyum mendengar ucapan sang Opa.


"Habis mandi Opa?" ucap Berlian.


Wajah Opa Rahman pun berubah menjadi gembira setelah melihat lucunya sang cicit..

__ADS_1


"Kamu anak yang cantik seperti Bundamu, kamu harus sehat sehat ya Cicitku." ucap Opa Rahman sembari menyentuh pipi mungil baby Aya...


Berlian dan Graha sama sama tersenyum senang melihat kebahagiaan yang terpancar jelas di mata laki laki tua itu...


"Aku senang sayang bisa melihat Opa sebahagia itu!." ucap Graha dengan setengah berbisik..


"Iya Mas, Lian juga sangat senang kini Opa akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Baby Aya deh biar Opa selalu bahagia." ucap Berlian dengan tersenyum...


Raut bahagia terpancar dari wajah mereka semuanya, kehadiran baby Aya membawa cahaya baru bagi kehidupan Opa Rahman, kini dia tak lagi terlihat sedih setiap kali melihat sang Cicit hatinya berubah menjadi bahagia..


Opa Rahman menatap ke arah Berlian san Graha yang sedang saling memandang..


Graha mendekat kearah sang Opa, kemudian memegang kedua tangannya..


"Kami senang bisa melihat Opa tertawa bahagia seperti ini, dan kami harap kebahagiaan Opa akan selamanya." ucap Graha sembari tersenyum...


Opa Rahman pun menjadi tersenyum dan kemudian menepuk pundak sang cucu..


"Terima kasih ya Gra kamu telah memberi Opa seorang bidadari kecil yang sangat lucu, dan Opa berharap dia akan menjadi penerus Prawira walaupun dia perempuan namun dia berhak atas semua ini." ucap Opa Rahman dengan antusias..

__ADS_1


Sudah di pastikan Cahaya akan menjadi pewaris tunggal keluarga Prawira dan seketika Opa Rahmana kembali bersedih tak kala dia teringat kembali dengan Grahadi kakak dari Graha..


"Bagaimana kabar kakakmu ya Gra, Opa sangat merindukannya sudah 30 tahun Opa tak bertemu dengannya, entah seperti siapa dia sekarang?" ucap Opa Rahman sembari berandai andai tentang wajah Grahadi..


Graha kembali menarik nafas panjang dan membuangnya dengan berlahan..


"Kita pasti akan menemukannya Opa. Opa yang sabar ya Opa bantu doa, Graha akan tetap berusaha mencari Abang kok." ucap Graha mencoba menyakinkan sang Opa..


Opa Rahman pun tersenyum, kemudian kembali bermain dengan Baby Aya, walaupun masih sangat kecil namun baby Aya seolah bisa berintraksi dengan sang Opa..


"Lihat Gra putrimu tersenyum!" ucap Opa Rahman dengan sangat senang melihat sang Cicit tersenyum..


Berlianpun ikut tersenyum melihat galak bahagia sang Opa..


Graha kemudian mendekat kearah Opa Rahman dan baby Aya kemudian ikut memperhatikan baby Aya, benar adanya bayi itu bisa tersenyum dan itu membuat heboh Graha dan sang Opa..


"Iya Opa Aya bisa tersenyum sekarang, sayang lihatlah putri kita sudah bisa tersenyum?" ucap Graha dengan hebohnya...


Berlianoun hanya menaikan satu alisnya dan kemudian ikut tersenyum bersama Opa dan Graha sembari mereka bermain dengan Baby Aya...

__ADS_1


(Maaf ya teman teman Author dua hari kemarin sibuk jadi gak sempat up dehh, nanti tak usahain up double ya untuk hari ini, Maaf jika ceritanya makin melebar kemanan mana dan maaf juga jika masih banyak Typo yang bertebaran authornya masih belajar nulis..🙈🙈 jaga kesehatan ya buat semuanya dan mohon dukungannya selalu.)


__ADS_2