
Fani menatap wajah Berlian kemudian tersenyum..
"Terima kasih kak Lian kamu telah mengajarkan ku banyak hal terutama bagiamana caranya agar aku bisa hidup berdamai dengan masalaluku, kamu adalah wanita yang sempurna kak, beruntung Allah menjadikan kamu sebagai kakaku."ucap Fani sembari menatap wajah sang kakak..
Berlian tersenyum kemudian memeluk sang adik..
"Kamu ini kenapa? Ingat kamu sebentar lagi juga akan bahagia dengan keluarga barumu.Dan kakak minta satu hal sama kamu boleh?" tanya Berlian sembari tersenyum..
"Tentu Kak apa yang kak Lian mau? Pasti akan Fani lakukan apapun." ucap Fani tanpa ragu..
Berlian tersenyum kemudian kembali memeluk sang adik..
"Fan maukah kamu menemui Mas Amar dan keluarganya untuk meminta maaf? Mungkin ada yang kamu belum tahu bahwa sebenarnya Mas Amar adalah kakak kandung dari Mas Graha suamiku." ucap Berlian pelan..
Fani dan Bunda Risa sangat kaget mendengarnya..
"Lian apa kamu serius?" tanya sanh Bunda dengan wajah yang kebingungan..
__ADS_1
"Itu benar sekali Bunda, dan Graha juga baru tahu. Ceritanya sangat panjang tapi intinya Mas Amar adalah kakakku dari lain Ayah."ucap Graha pelan..
Fani menatap ke arah Graha seolah tak percaya dengan apa yang di dengar nya..
"Apakah iru semuanya benar? Baiklah kak Lian, Fani mau untuk menemui mereka dan meminta maaf atas apa yang telah terjadi di masa lalu." jelas Fani sembari menatap ke arah sang kakak...
Sementara itu dua anak kecil itu Cahaya dan Vano sedang asik bermain, mungkinlah mereka akan berjodoh setelah dewasa??
Revan dan Graha sama sama tersenyum melihat sikap Fani yang telah banyak berubah, kini Fani menjadi sosok yang lebih sabar daripada sosok Fani di masalalu..
Graha pun bangkit dari duduknya dan kemudian menghampiri sang istri..
"Terima kasih Kak Gra, maaf jika kami merepotkan kalian." ucap Fani sembari memaksakan tersenyum.
Setelah acara haru pilu berakhir kini rombongan Berlian dan suaminya berpamitan untuk pulang bersamaan dengan Revan dan Vano, dan kini di rumah itu tinggal sang empunya...
"Bunda, apakah mungkin Mas Revan serius sayang sama Fani? Apa Mas Revan tidak akan mengulang kesalahan nya yang dahulu. Fani masih merasa takut Bunda." ucap Fani sembari berbaring di pangkuan sang Bunda...
__ADS_1
Bunda Risa hanya tersenyum kemudian membelai rambut Fani dengan lembut..
"Sayang kamu harus yakin, Bunda yakin Revan telah berubah dan Bunda juga sangat yakin dia akan bisa menjaga dan melindungi mu sesuai janjinya padamu. Lagipula apa kamu tak melihat Vano? Vano sangat menyayangimu mana mungkin Revan mau mengorbankan perasaan putra kesayangannya. udah sekarang jangan berfikir macam macam kamu istiraht ini udah malam." ucap Bunda Risa sembari berlalu pergi..
Fani masih mencerna ucapan sang Bunda..
Fani kembali mengingat wajah Vano yang terlihat sangat sedih ketika melihatnya menangis..
Fani beranjak pergi kekamar mandi untuk mengambil air wudhu dan kemudian melaksanakan sholat untuk memenangkan diri dan hatinya..
Setelah selesai Fani beranjak untuk beristirahat dan tak lama kemudian Fanipun mulai terlelap dalam mimpinya..
Berlian dan Graha baru saja sampai di rumah mereka di lihatnya dmsang buah hati yang nampak terlelap karena kecapean.
"Udah sayang kamu masuk aja dulu,nanti Aya biar Mas aja yang gendong jangan dibangunin kasihan." ucap Graha dengan penuh kelembutan..
Berlian tersenyum kemudian mengangguk dan beranjak turun dari dalam mobilnya, sementara itu Graha memarkirkan mobilnya dan kemudian menggendong sang buah hati.
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar Cahaya, Graha meletakan tubuh sang buah hati dengan pelan agar tak terbangun, kemudian setelah itu Graha pergi menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri...