
Berlian dan Graha kini telah sampai di Bali, Graha mengajak Berlian untuk menikmati makan siang terlebih dahulu sebelum mereka pulang menuju rumah..
"Lian kamu lapar gak?" tanya Graha sembari tersenyum..
"Emmmm lapar si.."ucap Berlian dengan malu malu..
"Kita makan dulu baru pulang ya, aku punya tempat yang makanannya enak banget." ucap Graha pelan..
Berlian dan Graha pergi ke restoran yang cukup terkenal disana dan mereka mulai memesan makanan..
Setelah semua makanan yang mereka pesan terlah tersaji kini keduanya mulai menikmati makan siang mereka..
"Lian bagaimana kalau kamu buka resto aja di sini/Aku yakin dalam waktu singkat kamu akan bisa buka cabang. Kamuatahi masakan buatanmu enak banget." puji Graha sembari tersenyum..
Tiba tiba Berlian tersedak setelah mendengar ucapan Graha..
"Pelan pelan dong." ucap Graha sembari menyodorkan segelas air putih untuk Berlian..
"Makasih Mas.." ucap Berlian sembari mengambil gelas tersebut san kemudian meminumnya...
Graha tersenyum ke arah Berlian..
__ADS_1
"Mas Gra kenapa nglihatin Lian kayak gitu? Apa ada yang lucu." ucap Berlian sembari tersenyum..
Graha mengambil tisu dan membersihkan bibir Berlian yang terkena makanan..
"Makannya pelan pelan biar gak belepotan." ucap Graha setengah berbisik...
Wajah Berlian berubah merah menahan malu, satu sisi Berlian malu karena ini kali pertamanya ada seorang laki laki yang memerhatikan dirinya.
"Iya Mas.." ucap Berlian pelan..
"Ya udah di lanjutin lagi makannya terus kita pulang." ucap Graha pelan..
Graha juga menghabiskan makanannya sembari curi curi pandang kepada Berlian.
Kini Graha dan Berlian telah selesai dengan makan siang mereka, dan bersiap untuk kembali ke rumah mereka, Opa Rahman memiliki banyak rumah mewah di bali, sehingga tak mungkin jika mereka akan tinggal dalam satu rumah..
Graha mengantar Berlian ke rumah yang biasa dia tempati, sesampainya disana Graha mempersilahkan Berlian untuk masuk..
"Ayo masuklah, ini sekarang rumahmu kamu bebas mau ngapain aja di sini." ucap Graha pelan..
Berlian takjub dengan isi rumahnya barang barangnya serba mewah dan bangunan rumahnya juga elegan..
__ADS_1
Berlian masih tak percaya bahwa dia benar benar mendapatkan orang yang baik..
"Lian kamu kenapa mematung di sana?" tanya Graha yang berhasil membuyarkan lamunan Berlian..
Berlian kaget kemudian tersenyum..
"Mas apa ini gak terlalu mewah?" ucap Berlian pelan...
"Kenapa? Udah ya aku gak mau berdebat lagi kamu sekarang mandi dan istirahatlah aku mau pulang dulu. Nanti kalau sudah gak cape kamu aku ajak kerumah sana." ucap Graha sembari pergi meninggalkan berlian..
Berlian berjalan menuju kamarnya, alangkah takjubnya dia mendapatkan kamar yang begitu mewah..
"Apakah aku mimpi? Apakah semua ini gak berlebihan untukku?" ucap Berlian dalam hati..
Berlian mencoba menepiskan semua fikiran negatif tentang Graha dan Opanya..
Sedangkan Graha kini telah sampai di rumah yang dia tempati, rumah yang cukup besar dan juga mewah..
"Ya Allah terima kasih karena engkau telah menghadirkan Berlian dalam hidupku, aku berjanji jika kau menjodohkan dia denganku maka aku akan menjaganya dengan sangat baik." ucap Graha dalam hatinya..
Malam pun kini semakin larut, Berlian yang telah menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga Graha kini mulai menata di atas meja..
__ADS_1
Kemudian Berlian menelfon Graha untuk menganjaknya makan bersama sebagai ucapan terima kasih..