
Bunda Risa tak percaya jika harus kehilangan cucu yang sangat dia idamkan selama ini..
Dan Bunda Risa pun histris ketika mengetahui bahwa kandungan Fani terpaksa harus di angkat..
"Dokter sebenarnya apa yang terjadi dengan putri saya, kenapa kandungannya harus diangkat Dok apa gak ada jalan lain." ucap Bunda Risa kepada Dokter Najwa..
Dokter Najwa pun menjelaskan penyebabnya..
"Jadi seperti ini Ibu, kondisi pasien saat ini sangat kritis karena terjadi pendarahan hebat di rahimnya dan jika kita tetap mempertahankan rahimnya itu maka kondisi Ibu Fani sendiri berresiko Bu, ini di sebabkan karena Bayi yang ada pada rahimnya itu sudah meninggal dan jalan satu satunya kita harus melakukan operasi cesar secepatnya ini demi menyelamatkan nyawa si pasien." jelas Dokter Najwa dengan detail..
Semua orang merasa tak percaya terlebih lagi Bunda Risa dan Amar. Sedangkan Bunda Hesti sangat merasa kehilangan calon cucunya itu dan merasa kasihan juga dengan nasib Fani..
"Fani ada apa denganmu? Apakah ini balasan yang harus kau terima di balik kejahatanmu selama ini?" ucap Bunda Hesti dalam hati..
Bunda Risa juga menanyakan apakah Fani masih bisa mempunyai keturunan lagi.
"Dok.. Apakah putri saya masih bisa mengandung lagi?" tanya Bunda Risa pelan..
"Kemungkinan besarnya tidak Ibu itu di karenakan luka pada rahimnya si pasien terlalu parah hingga harus dengan terpaksa kami angkat, berdoa saja ya Bu." jelas Dokter Najwa lagi..
__ADS_1
Semakin hancur rasanya kehidupan keluarga Wiguna, seperti pepatah mengatakan Malang tak dapat di tolak dan untung tak bisa di tebak. Harapan tinggallah harapan dan yang tersisa hanya penyesalan..
Setelah dilakukan pengangkatan rahim, kondisi Fani kian lemah bahkan dia sampai koma, hal itu membuat pukulan berat buat Amar.
"Fan.. ayo bangun buka matamu, apakah kamu mau seperti Berlian yang meninggalkan aku." ucap Amar sembari memegang tangan Fani..
Batin Amar hancur dilain sisi dia masih terus mencari informasi tentang keberadaan Berlian dan ingin menebus semua kesalahannya terhadap Berlian.
Namun Berlian hilang bagai di telan bumi..
💕💕💕💕💕💕💕
Kini Berlian dan Graha telah siap mengurus keberangkatannya ke Bali, ada pancaran kebahagiaan di wajah Graha bisa dekat dengan wanita yang selalu membuat hatinya bergetar ketika sedang berdekatan..
"Iya Mas sebentar lagi.." ucap Berlian pelan.
Graha memasuki kamar Berlian dan kemudian memberikan sesuatu..
"Ini buat kamu." ucap Graha sembari memberikan handphone keluaran terbaru dan sebuah atm berisi sejumplah uang didalamnya.
__ADS_1
Berlian kaget mendapatkan semua itu dari Graha..
"Mas Graha ini apa?" tanya Berlian pelan.
"Kamu membutuhkan itu semua jadi ambillah, disana juga sudah tertera nomer ponselku jadi kalau ada apa apa kamu langsung hubungi aku aja.Dan dalam atm itu ada uang senilai 1 m itu bisa kamu gunakan untuk modal usaha di sana nanti, gak mungkin dong aku kasih kamu cas setiap hari." ucap Graha dengan lembut dan tersenyum..
Hati Berlian tersentuh dengan kebaikan Graha..
"Tapi Mas uangnya kebanyakan, mana bisa aku mengembalikannya padamu nanti." ucap Berlian sembari menunduk..
"Aku yakin kamu akan menjadi wanita yang sukses dan kamu akan menjadi wanita yang hebat suatu haru nanti. Tapi aku boleh minta satu hal sari kamu?" tanya Graha pelan..
Berlian menatap ke arah Graha..
"Apa yang kamu mau dariku?" ucap Berlian dengan ragu.
"Aku mau jika kamu telah sukses nanti jangan pernah kamu melupakan aku." ucap Graha sepontan..
Berlian tersenyum dan kemudian kembali mengemasi barang barangnya.
__ADS_1
Graha menjadi salah tingkah setelah meminta Berlian untuk tak melupakan dirinya.
(Hai semua pembacaku terima kasih ya untuk support kalian, maaf hari ini baru bisa up 2 soalnya lagi agak sibuk, oh iya author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 ya jika komentar kalian belum sempat author balas semuanya. Dan maaf juga kalau ceitanya menjadi semakin rumit..)