DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 12_s3


__ADS_3

Amar masih berdiri di depan pintu hingga datanglah seorang anak laki laki yang menghampirinya..


"Om Amar..." ucap Vano yang tiba tiba saja datang dan langsung menyapanya...


Amar yang sedang sibuk dengan ponselnya pun menoleh kearah sumber suara..


"Hai ganteng kamu lagi apa?udah sarapan belum?" tanya Amar yang langsung berjongkok mensejajarkan dengan tinggi Vano..


Vano pun langsung tersenyum dan kemudian mengangguk.


"Sudah Om, Om sini masuk temani Vano main yuk.." ucap Vano sembari menarik pergelangan tangan Amar..


Amar pun mengangguk menadakan dia setuju untuk bermain bersama dengan Vano sembari menunggu Salsa yang masih sibuk..


Ketika sedang asik bermain tiba tiba saja Revan datang dan melihat Amar begitu dekat dengan Vano putranya.


"Selamat pagi sayang.." ucap Revan menyapa putra semata wayangnya.


Amar pun menoleh kearah Revan kemudian tersenyum..

__ADS_1


"Pagi Mas Revan.." ucap Amar menyapa sang calon kakak ipar kalau di restui..


Revan pun tersenyum..


"Pagi juga Mas Amar, cepat sekali pagi pagi sudah disini ada apa?" tanya Revan dengan lembut..


Kini Revan terlihat lebih tenang dan ingin melihat sebagaimana keseriusan Amar untuk mendapatkan restu darinya.


"Iya Mas Revan karena aku mau jemput Salsa kan mobil Salsa masih di kantor kemarin ditinggal. Karena aku udah janji mau mengantarnya lagi jadi sekarang aku udah disini." ucap Amar menjelaskan..


Revanpun hanya tersenyum kemudian mengajak Amar untuk sarapan bersamanya..


"Iya Mas terima kasih.." ucap Amar sembari mengikuti Revan dari belakang..


Revan dan Amar sedang duduk di meja makan ketika itu Salsa yang baru selesai bersiap pun was was ketika melihat Amar sedang berdua dengan Amar karena Salsa takut Mas Revan akan membuat Amar tak nyaman..


"Mas aku udah siap ayo berangkat soalnya aku ada tugas mendadak." ucap Salsa sembari menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya..


Amar pun langsung mengangguk dan kemudian keduanya pamit kepada Revan karena mereka harus berangkat..

__ADS_1


Setelah Amar dan Salsa pergi Revan tersenyum sendiri karena melihat sang adik perempuannya benar banar khawatir jika Revan akan berbuat sesuatu kepada Amar.


"Kamu itu lucu Sa, Mas gak akan segitunya sama hubungan kalian. Mas juga gak memandang apapun walaupun Amar itu mantan suami dari kakakmu tapi sudahlah semua orang juga punya masalalu. Mas hanya ingin melihat sebagiamna seriusnya Amar untuk mendapatkan mu." ucap Revan sembari tersenyum sendiri..


Fani yang melihat Revan sedang senyum senyum sendiri pun menegurnya..


"Mas kamu kenapa kok senyum senyum sendiri?" tanya Fani yang melihat Revan sedang bahagia..


Revan menengok sang istri dan kemudian menyuruhnya duduk..


Revan juga menceritakan apa yang baru saja terjadi, sontak Fani pun ikut tertawa mendengar ucapan Revan..


Fani merasa senang karena sepertinya Revan tak akan mengekang hubungan Salsa dan Amar karena Fani sendiri sangat tahu bahwa Revan sangat menyayangi Salsa sepenuh hatinya..


"Mas aku senang deh kamu mau menerima hubungan Salsa dan Mas Amar. Aku senang Mas karena akhirnya hati kamu luluh juga.." ucap Fani sembari tersenyum..


Revan pun ikut tersenyum dan kemudian menatap kearah Fani..


"Sayang tapi ada satu hal yang belum kamu tahu, setelah kamu tahu bagaiman tanggapan kamu dan aku memerlukan bantuan mu atau saran darimu tentang semua ini." ucap Revan sembari menatap Fani..

__ADS_1


Fani pun merasa penasaran akan sesuatu yang di maksud sang suami, Fanipun meminta Revan untuk segera bercerita..


__ADS_2