DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 05_s3


__ADS_3

Setelah selesai menyiapkan makan siang kini Berlian dan Bunda Hesty pun memanggil Opa Rahman dan yang lainnya untuk makan siang bersama.


Mereka terlihat sangat bahagia dan mereka adalah sebuah keluarga yang sempat terpecah..


Berlian nampak sangat senang dan mengabadikan momen yang sedang terjadi di ponsel miliknya.


Berlian juga mengirimkan momen tersebut kepada sang suami tercinta yang kemudian mendapatkan respon positif dari sang suami..


"Happy enjoy ya sayang. Maaf karena gak bisa ikutan padahal pengen. Sampaikan salam aku buat Kakek Sandy dan juga buat Ayah dan Bunda." tulis pesan yang di kirim oleh Graha..


Berlian pun menyampaikan pesan dari sang suami buat semua orang. Dan mereka nampak senang karena momen yang sangat membahagiakan.


"Iya sayang makasih sampaikan salam balik ya buat Graha." ucap Bunda Hesty sembari tersenyum..


Waktu berjalan begitu cepat hari pun susah semakin sore dan kini tibalah saatnya Berlian dan juga Opa Rahman untuk pulang..


Sebenarnya mereka masih ingin berbincang namun mereka juga memikirkan Cahaya yang sepertinya lelah bermain....


Bunda Hesty memeluk Berlian dan juga Cahaya dengan eratnya.


"Kalian hati hati ya sayang, kapan kapan main ke rumah Bunda ya biar Kakek bisa main lagi sama Aya." ucap Bunda Hesty sembari menatap sang suami..

__ADS_1


"Iya Nenek, nanti Aya main ke rumah Nenek.." ucap Cahaya dengan polosnya..


🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂


Di lain tempat..


Amar yabg kini sedang berada di dekat kantor polisi dimana Salsa bekerja pun mondar mandir gak jelas. Ada niat hati Amar untuk menemui Salsa namun rasa malu dan kurang percaya diri selalu saja menyelimuti dirinya..


Dengan tak sengaja Salsa yang baru saja kembali dari suatu tempat pun melihat Amar yang sepertinya sedang bingung..


"Mas Amar ngapain ke sini?" ucap Salsa yang tiba tiba telah berada di belakang Amar..


Amar kaget bukan kepalang, Amar berfikir bahwa dirinya berhalu bertemu dengan Salsa..


Amar merasa sangat malu karena ternyata yang di hadapannya adalah Salsa wanita yang sedang dia cari..


"Hai Sa, kamu dari mana?" tanya Amar sembari menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.


Salsa merasa bingung dengan pertanyaan Amar..


"Bisa Mas habis kerja, Mas sendiri kenapa ada disini ada apa?" tanya Salsa sembari menatap Amar dengan tatapan yang tak biasa..

__ADS_1


Amar pun tersenyum kemudian bertanya lagi.


"Sa kamu sudah makan? Kalau belum aku berniat mau ngajak kamu makan malam bersama sekalian aku antar kamu pulang." ucap Amar malu malu tapi mau .


Salsa pun tersenyum dan kemudian mengangguk menadakan bahwa dirinya setuju untuk makan malam bersama..


"Tapi aku bawa motor? Lah motor aku bagaimana?" ucap Salsa dengan sedikit canggung..


Amar pun berfikir sejenak dan kemudian mendapatkan ide..


"Gini aja motor kamu biarkan disini, terus besok pagi aku jemput kamu juga dan aku antar lagi kamu kesini beres kan?" ucap Amar dengan konyol nya..


Salsa pun mengiyakan ucapan Amar, dan mereka lun pergi bersama untuk makan malam dan menghabiskan waktu untuk berbincang sejenak..


Sebelumnya Salsa menghubungi Fani kakak iparnya bahwa Salsa pulang telat dan Fani pun mengiyakan ucapan Salsa..


Amar merasa dag dig dug berada du sebelah Salsa, sementara Salsa pun merasakan hal yang sama. Salsa melupakan sesuatu bahwa dirinya masih mengenakan seragam dan tak mungkin jika mereka pergi dengan pakaian dinas Salsa..


"Mas aku lupa mengganti baju gak mungkin juga aku pergi dengan baju begini yang ada nanti dikira aku sedang bersama penjahat karena ingin menangkapmu." ucap Salsa sembari tertawa.


Amar pun menghentikan mobilnya kemudian mengambil peperbag yang ada di jok belakang berisikan dress dan sepatu yang telah Amar sengaja siapkan untuk Salsa..

__ADS_1


"Kamu ganti baju aja dulu, kita menepi dan aku akan turun." ucap Amar sembari turun dari mobil miliknya..


Mobil Amar di lengkapi dengan tirai di bagian pintu sehingga ketika Salsa sedang mengganti pakaian tidak ada yang bisa melihatnya..


__ADS_2