
Berlian di sambut hangat oleh keluarga Prawira, berlian pun merasa senang karena di balik kesusahan yang dirinya alami masih ada orang yang baik dan perduli pada dirinya...
Berlian di antar ke kamar nya oleh Graha..
"Masuk dan beristirahatlah, kamu pakai baju aku dulu gak apa apa ya." ucap Graha dengan tersenyum..
Berlian pun merasa senang walaupun harus memakai pakaian milik Graha..
"Serius aku boleh pakai baju ini?" tanya Berlian dengan tersenyum..
"Pakailah.." ucap Graha dengan tersenyum...
Berlian mengambil baju milik Graha dan kemudian masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan kemudian menunaikan sholat isya..
Berlian mengucapkan syukur karena disaat Berlian sendiri mereka menghadirkan orang orang yang begitu baik untuk dirinya.
"Terima kasih ya Allah karena engkau telah mengirimkan orang orang yang baik untukku, dan berilah aku kekuatan untuk menata kembali lagi hidupku.amin.."itulah doa yang di panjatkan oleh Berlian..
Setelah selesai sholat Berlian pun membaca sedikit ayat suci al quran dan Graha mendengar suara merdu Berlian ketika sedang melafazkan ayat suci..
"Subhanallah sungguh indah suaramu, kamu gak hanya. cantik secara fisik namun hatimu juga bersih." ucap Graha dalam hati...
Opa Rahman melihat Graha yang sedang berdiri di ambang pintu kamar yang di tempati oleh Berlian.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Opa Rahman pelan..
Graha kaget kemudian menatap ke arah Opa Rahman..
"Opa... Graha mendengar ada orang yang mengaji dan ternyata itu suara Berlian.." ucap Graha pelan..
Opa Rahman tersenyum..
"Apa kamu mengaguminya cucuku?" tanya Opa Rahman pelan..
Graha menuntun Opa Rahman kemudian membawa menjauh dari kamar Berlian...
"Opa jangan kencang kencang nanti kalau dia tahu bagaiman?" ucap Graha malu malu..
"Gra jika kamu mencintainya maka katakanlah perasaanmu kepadanya, dan jagalah dia dengan baik apabila kamu bisa mendapatkannya. Saran Opa cuma satu ingat jangan pernah menyakiti perasaannya." ucap Opa Rahman pelan..
"Apa Opa setuju?" tanya Graha pelan..
Opa Rahman tersenyum dengan manisnya..
"Opa akan sangat senang jika kamu bisa bersama Berlian, apapun masalah yang dia punya kamu harus selalu mendukungnya ingat Gra wanita itu membutuhkan kasih sayang dan juga pengorbanan. Beri dia perhatian yang lebih sekeras apapun perasaan wanita jika terus kamu menyiraminya lama lama dia pasti akan luluh dan percaya kepadamu." ucap Opa Rahman sembari tersenyum...
⛈⛈⛈⛈
__ADS_1
Pada ke esokan paginya Berlian telah bangun pagi pagi sekali, lalu Berlian ke dapur menemui Art di keluarga Prawira untuk menanyakan apa saja makanan kesukaan tuannya...
"Bi.. Biasanya Opa sama Mas Graha suka makan apa?" tanya Berlian dengan lembut...
Seorang Art menjelaskan tentang apa saja makanan kesukaan Opa Rahman dan juga Graha..
Dengan cepat dan sigap Berlian menyiapkan semua yang dia butuhkan untuk memasak, bahkan Berlian tak merasa malu ketika dirinya masih mengenakan pakaian milik Graha...
Dua jam kemudian semua telah tersedia diatas meja, Berlian tersenyum setelah menyelesaikan semuanya..
"Semoga saja mereka akan suka." ucap Berlian dalam hati...
Tak lama Graha telah bersiap untuk ke rumah sakit karena ada tindakan di pagi hari, Graha merasa lapar setelah mencium aroma sedap makanan yang tersaji dia atas meja...
"Wah makanannya sepertinya sangat enak." ucap Graha pelan..
"Iya Tuan itu Mbk Lian yang masak." ucap salah seorang Art yang bekerja di sana..
Opa Rahman pun keluar sari kamarnya dan merasa senang karena banyak makanan yang telah tersaji di atas meja..
"Opa.. Mas Graha ini aku yang masak, tapi gak tahu enak apa enggak." ucap Berlian merendahkan diri..
Dengan cepat kini Berlian, Opa Rahman dan Graha tengah menikmati makanan yang Berlian buat dan Opa Rahman juga Graha memuji masakan Berlian, bahkan Graha meminta Berlian untuk menyiapkan dia bekal untuk makan siang....
__ADS_1