
Berlian masih terlihat sangat ketakutan, apalagi setelah melihat Amar di gered sama polisi membuat dirinya sedikit syok..
"Udah sayang gak apa apa, ayo sekarang kita pulang." ucap Graha sembari memeluk Berlian..
Berlian masih saja terus menangis dia ketakutan.
Amar menatap ke arah Berlian, dan kemudian Amar masuk kedalam mobil polisi yang telah menjemputnya.
"Maafkan aku Lian, aku tahu caraku salah namun biarlah aku menjauh darimu dengan caraku, aku tak mau terus tersiksa oleh rasa bersalahku kepadamu dan kini biarkan aku menebusnya. Semoga kamu akan selalu bahagia." ucap Amar dalam hatinya tak terasa bulir bening membasahi pelupuk matanya..
Amar merasa terus dibayang bayangi rasa bersalah dirinya terhadap Berlian, dan itu membuatnya tersiksa, memang sangat besar cintanya untuk Berlian namun Amar pun sadar bahwa mereka sudah tak mungkin bersama lagi, dan Amar hanya ingin agar Berlian membenci dirinya..
Sementara itu Berlian masih saja menangis Lian tak menyangka bahwa Amar nekad melakukan hal bodoh yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.
"Mas kenapa kamu melakukan ini, kenapa kamu hampir mencelakaiku dan kenapa kamu menjadi sekejam ini." ucap Berlian dalam hati..
__ADS_1
Graha terus memperhatikan wajah Berlian yang berubah menjadi murung..
"Sayang,, kamu kenapa?"tanya Graha dengan pelan..
"Mas kenapa Mas Amar tega melakukan ini kepadaku kenapa dia hampir mencelakaiku." ucap Berlian seolah tak percaya..
Graha kemudian memeluk Berlian dan mencoba menenangkan nya..
"Udah sayang mungkin karena dia tak mengikhlaskan kamu untuk bersama denganku, sudah kita maafkan dia saja dan biarkan hukum yang akan membayar semua kesalahannya.." ucap Graha dengan penuh kedewasaan..
Berlian mulai sedikit tenang setelah mendengar ucapan Graha, lalu Berlian terlelap karena kondisi tubuh Berlian belum setabil..
Dan Amar di jatuhi vonis hukuman 9 tahun penjara atas tuduhan pencobaan pembunuhan dan penculikan.. (harusnya si seumur hidup,tapi kasihan juga kalau lama lama.)
Keluarga Wiguna merasa sangat malu setelah mengetahui bahwa Amar berada dikantor polisi dan harus dihukum selama 9 tahun, Tuan Wiguna merasa gak terima dengan cara Graha memasukan putranya kedalam penjara..
__ADS_1
Graha dan Tuan Wiguna bertemu di dalam kantor polisi dan kemudian Tuan Wiguna mengatakan bahwa dirinya tak terima dengan hukum yang menjerat putranya..
"Tuan Graha kenapa anda menjebak putra saya." ucap Tuan Wiguna pelan..
"Maaf Tuan anda salah, Saya tidak pernah menjebak putra Bapak, dia sendiri yang hampir mencelakai calon istri saya dan juga menculiknya." ucap Graha dengan tenangnya..
Tuan Wiguna diam..
"Tapi seharusnya kan bisa dengan cara baik baik dan tanpa harus memasukan putraku kedalam penjara." ucap Tuan Wiguna masih bersikukuh..
"Tuan anda tahu hukum bukan? Dan anda juga tahu siapa yang melakukan kesalahan harus menerima konsekuensinya siapa yang menabur dia yang akan memetik, bukankah begitu?" ucap Graha dengan entengnya...
Tuan Wiguna masih belum mau terima dengan keputusan yang Graha dan Berlian ambil..
"Kalian akan membayar kesedihan putraku di dalam penjara dengan sangat mahal," ucap Tuan Wiguna pelan.. Dan kamu Berlian Saya menyesal pernah menyayangimu dan saya juga menyesal pernah menerima mu sebagai menantu. Karena keluargamu kamu dan adikmu keluargaku jadi hancur.ucap Tuan Wiguna dengan sangat marah..
__ADS_1
Berlian hanya mampu menangis mendengar ucapan Tuan Wiguna orang yang a telah dianggapnya sebagai pengganti Ayahnya..
"Tuan berhati hatilah kalau bicara, tolong hargai perasaan calon istri saya, jika anda tak terima dengan keputusan saya naik banding saja, saya mau lihat bagaimana hukum bisa berjalan." ucap Graha dengan serius karena merasa tak terima dengan ucapan Tuan Wiguna yang telah kembali menyakiti hati Berlian..