
Berlian dan Graha pun semakin mendekati Fani dan Revan, Berlian sendiri melihat ada sinyal cinta yang kuat dari Revan kepada Fani..
Revan pun memberanikan diri meminta Fani untuk di jadikannya sorang istri dan Ibu sambung untuk Vano..
Revan menarik nafas panjang dan kemudian mengutarakan niatannya..
"Bunda, Kak Lian dan Mas Graha, Aku ingin meminta izin untuk melamar Fani, apakah kalian semua mengizinkan Fani menjadi istri sekaligus Ibu pengganti untuk Vano anakku? Aku berjanji aku tidak akan pernah menyia nyiakan Fani apalagi menyakiti hatinya." ucap Revan sembari tertunduk..
Berlian dan Graha saling pandang dan kemudian tersenyum..
"Kalau kakak si terserah yang mau menjalani saja. Tapi awas saja jika Fani telah setuju dan suatu hari kamu menyia nyiakannya ingat baik baik aku orang pertama yang akan membuat perhitungan denganmu. Kamu sendiri tahu Mas Rev aku sangat menyayangi adikku." ucap Berlian sembari merangkul pundak sang adik..
Sementara itu Fani menatap sang kakak dengan tatapn malu, bagaimana bisa wanita yang dulu telah di lukai hatinya, di ambil suaminya kini masih sangat perduli dengan dirinya..
"Kak maafkan Fani ya." ucap Fani tak terasa bulir airmata jatuh membasahi pipi Fani..
Bunda Risa mengerti dengan perasaan sang putri dia juga merasa bersalah di masa lalu, namun sebesar apapun kesalahan mereka Berlian akan selalu memaafkan mereka karena Berlian adalah sosok wanita yang pemaaf..
__ADS_1
Bunda Risa menatap sang putri kemudian tersenyum.
"Bunda bangga bisa menjadi Ibu sambung untukmu Lian, hatimu sungguh baik kami merasa malu telah melukaimu di masalalu." ucap Bunda Risa sembari menatap sang putri..
Berlian mendekat kearah Bunda Risa dan kemudian memeluknya..
"Lian sangat menyayangi Bunda dan juga Fani, mau seperti apapun kesalahan kalian di masalalu Lian akan selalu berusaha untuk memaafkan nya, jika Allah saja maha pemaaf kenapa Lian tidak. Kita lupakan saja masa masa buruk kita dan kini kita mulai semua dari awal." ucap Berlian yang membuat airmata Fani kian deras..
Sementara itu Revan dan Graha sama sama diam melihat keluarga yang sedang mengingat akan semua masalah mereka di masalalu, keduanya hanya menjadi pendengar yang baik..
"Fan bagimaan apa kamu menerima lamaran Mas Revan?" tanya Berlian sembari tersenyum..
Revan sangat bahagia karena cintanya tersambut dan Revan pun berjanji untuk menjaga Fani di sisa umur mereka...
"Aku sangat bahagia, terima kasih ya Fan." ucap Revan sembari tersenyum..
Graha pun ikut merasakan kebahagiaan yang sedang di lalui keluarga sang istri. Graha tersenyum kemudian memberi isyarat kepada Berlian..
__ADS_1
Berlian sendiri tahu dengan maksud sang suami..
"Fan.. Bunda.. Kita pindah ya dari sini. Lian dan Mas Graha telah membelikan rumah kecil untuk Bunda dan Fani.." ucap Berlian lirih..
Airmata Bunda Risa sudah tak dapat di bendungnya lagi, kemudian Bunda Risa memeluk Berlian dengan sangat eratnya..
"Hatimu memang seperti namamu, terima kasih sayang, kamu adalah putri terbaik Bunda, kalian adalah kebanggaan Bunda." ucap Bunda Risa sembari meraih tangan Fani..
Tangis haru di antara ketiganya pun pecah membuat si kecil Aya dan Vano yang sedang bermain ikut menangis..
"Bunda kenapa menangis?" tanya cahaya sembari memeluk Berlian..
Vano pun ikut menangis melihat Fani menangis..
"Bunda kenapa menangis? Bunda jangan nangis nanti kalau Bunda nangis Vano sedih.' ucap Vano dengan lagunya.
Berlian dan Fani saling tatap kemudian menghapus airmata mereka masing masing..
__ADS_1
"Kami enggak apa apa kami hanya bahagia saja sayang." ucap Fani dan Berlian hampir bersamaan..