DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 26_s3


__ADS_3

Graha pun menemani Aya hingga Aya tertidur dengan sangat pulas,Graha juga mengecek kondisi sang Opa hingga pada akhirnya dia pun kembali ke kamar untuk beristirahat..


Graha adalah tipe laki laki yang sangat memyayangi keluarganya karena bagi Graha keluarga adalah hal terpenting dalam hidupnya..


Graha pun kembali kedalam kamarnya dan melihat Berlian telah tertidur pulas, Graha pun membelai rambut sang istri dan kemudian mencium keningnya dengan lembut..


"Istirahat yang nyenyak ya sayang, kamu adalah bidadariku dan kamu juga malaikat untuk kehidupanku. Terima kasih karena kamu telah memberikan banyak cinta yang begitu berarti untukku."ucap Graha sembari mencium kening Berlian dan Graha pun langsung ikut terlelap di sebelah Berlian..


Di lain tempat..


Revan dan keluarga yang baru sampai di rumah mereka pun langsung beristirahat.


Fani pun mengantarkan Vano untuk bersih bersih kemudian tidur.


Sedangkan Revan masih berada di ruang tamu menunggu Salsa yang pulang bersama Amar..


"Assalamualaikum..."ucap Salsa lirih..


Revan pun melihat kearah pintu utama dan ternyata Salsa telah kembali..

__ADS_1


"Waalaikumsalam... Kamu udah sampai ya sudah jangan lupa kunci pintunya dan langsung istirahat ya."ucap Revan sembari tersenyum dan Revan pun langsung meninggalkan Salsa yang masih mematung di depan pintu..


Salsa merasa bingung dengan perubahan sikap Revan yang menjadi begitu lembut.


"Kenapa dengan Mas Revan?Biasanya dia akan marah jika aku pergi dengan Mas Amar, apakah ini artinya Mas Revan telah memberikan restunya untukku dan Mas Amar?"ucap Salsa bertanya tanya di dalam hatinya..


Salsa pun langsung mengunci pintu dan langsung beristirahat..


Sementara itu Revan yang telah berada di dalam kamarnya pun langsung membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di atas pembaringan, tak lama kemudian Fani pun masuk kedalam kamar mereka..


Fani kaget melihat Revan yang telah berada di dalam kamarnya..


Revan yang sedang asik dengan ponselnya pun langsung menatap kearah Fani..


"Sudah sayang,apa Vano sudah tidur sayang?" tanya Revan sembari tersenyum..


Fani pun mengangguk dan kemudian berlalu kedalam kamar mandi untuk bersih bersih..


Setelah selesai Fani pun langsung naik ke atas pembaringan tepat di sebelah sang suami..

__ADS_1


Revan melihat Fani nampak murung sepertinya Fani sedang memikirkan sesuatu..


"Sayang apa yang sedang kamu pikirkan?"tanya Revan sembari membelai rambut panjang Fani..


Fani pun menatap kearah Revan dan kemudian menggeleng..


"Gak ada apa apa Mas, Mas aku sedih deh karena aku gak bisa punya anak seperti kak Lian, aku bahagia melihat dia akan punya anak lagi tapi aku juga berharap akan ada keajaiban suatu saat nanti."ucap Fani sembari menitikan airmata..


Revan pun membelai rambut Fani dan langsung memeluknya..


"Sayang aku gak perduli kamu mau kasih aku keturunan atau tidak karena aku menerima kamu dengan segala kekuranganmu. Mas sangat mengerti tentang perasaan kamu tapi percayalah Mas tidak akan pernah meninggalkanmu untuk alasan apapun."jelas Revan sembari memerluk Fani dengan mesra..


Fani pun merasa bahagia karena bisa mendapatkan lelaki sebaik Revan..


"Mas tapi sebagai seorang istri aku sangat ingin memberikan keturunan kepadamu, walaupun kita telah memiliki Vano tapi aku juga mau Mas.."ucap Fani terpotong..


Revan pun menaruh jari telunjuknya di bibir mungil Fani..


"Sudah ya hal ini jangan dibahas lagi, kita tetap berdoa dan berusaha biar semua Allah yang menentukan. Karena tidak ada yang tidak mungkin jika Allah yang telah berkhendak." ucap Revan mencoba menenangkan Fani..

__ADS_1


Fani pun mengerti dengan apa yang di ucapkan Revan, setelah melakukan sholat sunnah hajat bersama dan berdoa kepada Allah agar segera di beri mongmongan,kini Revan dan Fani pun langsung tertidur pulas hingga pagi menjelang..


__ADS_2