
Dua bulan berlalu dan kini hubungan Graha dan Berlian kian romantis membuat semua pasangan iri melihat mereka. Terlebih lagi sang mantan yang tak lain dan tak bukan Amar, Amar merasa sangat sedih melihat kebahagiaan Berlian dan Amar pun seperti orang yang kehilangan semangatnya untuk hidup..
Amar masih belum percaya jika wanita yang disakiti nya dulu adalah wanita yang paling dia inginkan dalam hidupnya kini lebih memilih untuk bahagia dengan orang lain..
"Lian kenapa kamu gak mau memaafkan aku Lian kenapa. Amar masih saja menyesali penolakan Berlian, Lian seharusnya kamu bahagia bersamaku bukan bersama laki laki lain." ucap Amar dengan sangat marah..
Amar belum bisa menerima jika dirinya kini kalah, dirinya sedang dibalas oleh karma, karma karena dulu pernah menyakiti hati Berlian..
Amar kini menjadi lelaki yang selalu marah dan marah apalagi jika dirinya sedang mengingat Berlian...
Sedangkan Berlian merasa sangat bahagia bisa selalu ada di dekat Graha, dan begitu juga Graha dia sangat bahagia karena bisa bersama dengan wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta..
Graha mengajak Berlian ke suatu tempat yang sangat indah, Graha memberikan nuket mawar putih untuk sang kekasih dan juga memberikan sebuah cicin permata yang harganya fantastis.
"Berlian putri Bramasta maukah kamu menikah denganku, menua bersamaku dan melewati susah senangnya kehidupan bersamaku."ucap Graha dengan serius.
Berlian merasa sangat terharu sampai menitipkan airmata..
"Iya Mas aku mau menjadi istrimu." ucap Berlian dengan tersenyum..
__ADS_1
Garha pun sangat bahagia dan kemudian memeluk Berlian dengan sangat erat..
"Makasih ya sayang, aku janji aku akan membahagiakan dirimu dan aku akan selalu menjagamu." ucap Graha dengan raut kebahagiaan.
Graha kemudian menghubungi sang Opa untuk memberitahu kabar bahagia itu kepadanya.
"Halo Opa.." ucap Graha pada sambungan telfon nya..
"Iya Cucuku kenapa? Kamu baik baik saja disana bagaimana kabar Lian?" ucap Opa Rahman dengan pelan..
"Halo Opa ini Lian, bagaimana kabar Opa, Opa sehat?" ucap Berlian pelan..
Opa Rahaman sangat senang mendengar suara Berlian..
"Opa kami akan menikah.." ucap Graha tiba tiba.
Opa Rahman kaget dan seolah tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Graha Cucunya..
"Apa Gra kamu gak sedang bercanda bukan?" ucap Opa Rahman dengan pelan..
__ADS_1
"Benar Opa, Graha baru saja melamar Lian dan Lian menerimanya." ucap Graha dengan antusias.
Kebahagiaan terasa pada jiwa tua Opa Rahman..
"Benarkah iyu Cucuku wah selamat, kalau begitu kalian harus secepatnya menikah agar Opa bisa secepatnya menimang Cucit dari kalian." ucap Opa Rahman dengan gembira..
"Iya Opa, nanti aja ya bicara tentang Cicitnya kan belum di proses." ucap Graha sembari tertawa..
Berlian merasa malu mendengar ucapan Opa dan Graha, bagaimana tidak jika dulu pernikahannya didasari oleh cinta mungkin kini Berlian telah menjadi seorang Ibu.
Berlian bersyukur walaupun pernah gagal namun Allah memberikan jodoh yang terbaik yang bisa menerima dirinya apa adanya..
Berlian tersenyum mendengarkan Calon suaminya dan Opa sendang bercanda..
"Kamu kenapa sayang?" ucap Graha dengan lembut..
"Enggak Mas, Lian bahagia saja melihat Mas dan Opa begitu dekat dan aku merasa beruntung bisa menjadi bagian dari kalian." ucap Berlian dengan polosnya..
Graha pun tersenyum dan kemudian kembali memeluk Berlian.
__ADS_1
"Karena kamu pantas bahagia Lian, aku mencintaimu. Aku mencintaimu untuk hari ini esok dan selamanya." ucap Graha dengan penuh ketulusan..
"Iya Mas Lian juga mencintai Mas dengan segenap hati Lian, jika nanti Lian membuat kesalahan atau melakukan hal yang tidak Mas sukai Mas harus kasih tahu ya." ucap Berlian pelan sembari membalas pelukan Graha..