
Amar dan Salsa menikmati makan malam romantis berdua di sebuah restoran yang cukup terkenal di Jakarta..
Amar mengajak Salsa untuk menikmati malam bersama Amar juga memberikan sebuah perhiasan berbentuk kalung dengan lambang hati sebagai tanda bukti keseriusan Amar kepada Salsa..
Salsa merasa sangat senang mendapatkan hadiah yang luar biasa dari lelaki yang kini sedang menjalin hubungan dengannya.
"Terima kasih ya Mas, aku senang banget deh mendapatkan ini." ucap Salsa sembari tersenyum senang..
Amar pun memasangkan kalung indah itu di leher Salsa.
Salsa terlihat sangat cantik mengenakan kalung pemberian dari Amar tersebut..
"Kamu terlihat sangat cantik dengan kalung itu." ucap Amar memuji kecantikan Salsa..
Salsa pun tersipu malu setelah mendapatkan pujian dari kekasihnya tersebut..
Rasa bahagia menyelimuti hati keduanya, bahkan waktu terasa begitu lambat ketika mereka sedang bersama. Bahagia itu yang mereka rasakan..
🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂
Di lain tempat..
__ADS_1
Revan nampak cemas menunggu Salsa yang belum juga kembali, padahal biasanya jika sedang dapat sif pagi pukul enam sore Salsa sudah sampai di rumah..
Jam menunjukan pukul 22.30 belum nampak juga sang adik pulang..
Revan adalah sosok yang sangat menyanyangi adiknya.
Fani yang melihat Revan sedang mondar mandir sembari menatap kearah luar jendela pun bertanya.
"Mas kamu kenapa?Apa ada yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu terlihat sangat cemas,apa kamu sakit?" tanya Fani sembari mendekat kearah Revan suaminya..
Revan pun menatap kearah Fani..
"Mas sedang cemas menunggu Salsa sudah jam segini dia kok belum pulang? Mas takut dia kenapa kenapa atau ada masalah?" ucap Revan sembari membanting tubuhnya keatas sofa..
"Mas maafin aku ya, aku lupa tadi Salsa menelfonku dan dia bilang dia pulang telat, katanya ada urusan sama seseorang?" ucap Fani sembari meminta maaf karena dia lupa..
Revan pun tersenyum dan kemudian mendekat kearah Fani. Revan tak menyalahkan Fani, karena semenjak pagi Fani sibuk mengurus Vano, dirinya dan juga mengurus rumah..
"Iya sudah kalau memang Salsa sudah izin sama kamu sayang. Udah malam kamu istirahat aja dulu ya kasihan kamu pasti cape seharian mengurus semuanya." ucap Revan dengan lembut menyuruh Fani untuk istirahat..
Fani merasa sangat bahagia karena mendapatkan lelaki yang sangat baik kepadanya lelaki yang tulus menerima dia dengan segala kekurangannya.
__ADS_1
Fani menjadi mengerti bahwa jika dirinya melakukan apapun dengan tulus maka dia akan mendapatkan kebaikan dan juga kebahagiaan.
Dulu Fani menjalani kehidupan karena amarah dan dendam sehingga membuat kehidupannya merugi dan hanya kesedihan yang dia dapatkan.
"Iya Mas sebentar lagi, aku temani Mas menunggu Salsa pulang dulu." ucap Fani dengan lembut.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil dari arah depan rumah mereka dan Revan langsung melihat siapa yang datang karena suara mobilnya terdengar lain..
"Siapa Mas?" tanya Fani yang berdiri di belakang Revan..
Revan pun hanya menggeleng kemudian keluar di ikuti oleh Fani di belakangnya..
Revan membuka pintu depan dan melihat ternyata Salsa yang datang, Revan dan Fani sama sama terkejut melihat penampilan Salsa yang terlihat sangat cantik dan juga menawan..
Revan juga melihat seorang lelaki yang tak asing baginya yaitu Amar..
"Assalamualaikum.." ucap Salsa sembari mencium punggung tangan Revan dan Fani secara bergantian..
"Waalaikumsalam, kamu darimana kenapa kamu kok berpenampilan seperti ini." ucap Revan sembari menatap Salsa dari atas sampai bawah..
Revan pun menatap kearah Amar dan kemudian Amar juga memberikan salam..
__ADS_1
"Maaf kami pulang telat." ucap Amar sembari menyalami Revan..
Revan masih menatap ke arah Amar tanpa mengucapakan sepatah katapun..