DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 36_s3


__ADS_3

Sesampainya di rumah senyuman Fani tidak pernah lepas dari bibir manisnya, Fani merasakan kebahgiaan yang tak bisa di ungkapkan..


"Sayang kamu kok bahagia banget? Kata dokter apa?apa kamu sakit?"


Ucapan Bunda Risa membuyarkan lamunan Fani..


Fani pun menoleh dan langsung memeluk sang Bunda kemudian menangis..


Fani terisak di pelukan sang Bunda, Bunda Risa menjadi cemas melihat Fani yang tiba tiba menangis..


"Apa yang terjadi katakan sayang, jangan menangis airmatamu adalah duka Bunda." Bunda Risa pun kembali memeluk Fani dengan erat..


Fani melepaskan pelukan sang Bunda dan kemudian senyumnya kembali mengembang..


"Bunda,, Fani punya kabar bahagia buat Bunda. Fani... Fani.. Fani hamil Bunda."


Bunda Risa pun kaget dan hampir saja syok setelah mendengar ucapan Fani.


"Fani kamu enggak sedang membohongi Bunda kan sayang, apa kamu beneran hamil?"


Bunda Risa seolah tak percaya dengan ucapan Fani karena Fani telah di vonis tak bisa memiliki keturuanan lagi..

__ADS_1


Salsa yang tiba tiba masuk pun langsung mengatakan bahwa Fani beneran hamil.


"Iya Bunda, Mbak Fani mengandung. Ternyata Allah telah mendengarkan doa tulus Mbak Fani dan Mas Revan. Sekarang kita tahu bahwa tidak ada yang mustahil jika Allah telah berkhendak."


Bunda Risa langsung menangis histris itu bukanlah tangis kesedihan itu adalah tangis kebahgiaan seorang Ibu yang merasakan bahwa Allah masih menyayanginya..


Bunda Risa langsung bersujud dan berterima kasih kepada Allah atas kepercayaan yang Allah kasih buat Fani..


"Terima kasih ya Allah karena engkau telah mendengarkan doa kami. Sayang selamat ya Bunda sangat bahagia mendengar semua ini. Kamu harus banyak istirahat." ucap Bunda Risa sembari memeluk Fani..


Fani pun tak kuasa menahan airmatanya.


"Ini juga berkat doa tulus dari Bunda karena doa tulus Bunda mampu menembus langit ke tujuh, terima kasih banyak Bunda dan ini hadiah buat Bunda".


Kabar kehamilan Fani pun menjadi kado ulang tahun yang tak akan pernah di lupakan oleh Revan suaminya..


Hari ini Revan berulang tahun yang ke 35 tahun..


Fani dan keluarga mengadakan syykuran kecil kecilan karena yang ulang tahun udah Bapak Bapak jadi gak ada balon dan sebagainya..


Fani pun memberikan hadiah sebuah jam tangan dan hasil pemeriksaan dari dokter yang menyatakan bahwa dirinya hamil..

__ADS_1


Fani dan Salsa menyuruh Revan untuk segera membuka kado dari Fani..


"Ayo Mas buka kadonya?"


Revan pun tersenyum dan agak canggung menerima hadiah dari sang istri. Revan pun membukanya dan menemukan sebuah surat dan melihat di sana bahwa Fani sedang mengandung..


Revan langsung menggenggam kertas itu dan kemudian memeluk Fani dengan sangat erat..


"Kamu beneran hamil sayang? Kamu beneran hamil?"


Revan beberapa kali mengulangi pertanyaan yang sama..


Fani pun mengangguk dan tersenyum..


"Iya Mas aku hamil,Allah telah mendengarkan doa kita Mas."ucap Fani tak kuasa menahan airmatanya..


Revan langsung bersujud syukur atas karunia yang Allah percayakan kepada mereka..


"Terima kasih ya Allah atas karuniamu sesungguhnya tiada yang mustahil bagimu jika Engkau telah berkhendak."ucap Revan sembari kembali memeluk Fani dengan sangat erat..


Kebahagiaan pun mewarnai hari hari Fani dan Revan, penantian setelah hampir satu tahun terjawab sudah kini Fani telah berbadan dua..

__ADS_1


Acara pernikahan Amar dan Salsa pun tinggal sebentar lagi, kabar kehamilan Fani pun sampai ke telinga Berlian.


Berlian pun sangat bersyukur dan ikut berbahagia dengan rezeky yang di berikan kepada Fani adiknya..


__ADS_2