
Setelah Bunda Hesti meninggalkan Fani di dalam kamarnya Fani mematung dia memikirkan apa yang Bundanya ucapkan?
Dan seharusnya bukan itu caranya untuk membalas rasa sakit hati yang Berlian berikan dulu..
"Apa yang harus aku lakukan?" ucap Fani dalam hatinya..
Fikiran Fani mulai kacau terlebih lagi melihat kondisi Amar yang kian parah seperti orang yang kehilangan arah karena kesalahannya.
Fani memutuskan untuk keluar rumah kebetulan hari itu hari minggu, Fani ingin membeli perlengkapan untuk bayinya karena usia kandungan Fani kini menginjak 7 bulan..
Dalam perjalanan mobil yang Fani kendarai mogok, dan terpaksa Fani dan sang sopir harus membawa ke bengkel terdekat..
Malang tak dapat di tolak dan untung tak dapat di tebak, Fani bertemu dengan Revan sang mantan kekasih yang dahulu hampir meminang dirinya..
Fani turun dari mobilnya kemudian memanggil montir untuk melihat mobil miliknya..
"Mas bisa tolong lihat mobil saya?" ucap Fani dengan pelan..
Lelaki berseragam kuning ala montir itu pun menoleh dan mereka berdua sama sama kaget...
"Mas Revan..." ucap Fani pelan..
Fani sungguh tak percaya melihat lelaki yang dulu dia cintai menjadi seperti ini menjadi seorang montir..
"Fani.. kamu apa kabar." ucap Revan pelan.
__ADS_1
Semenjak keluar dari penjara Revan membuka usaha bengkel dengan modal yang di berikan oleh Berlian...
Fani masih mematung seolah tak percaya lelaki yang lima tahun begitu tampan kini berubah menjadi laki laki yang sangat sederhana..
"Kamu kenapa Fani, apa ada yang aneh dengan diriku?" ucap Revan pelan..
"Mas Revan kenapa kamu hadi seperti ini?" tanya Fani pelan..
Revan mengajak Fani untuk duduk dan berbincang..
"Oh iya dimana ka Berlian? Lama dia sudah gak kelihatan?" ucap Revan membuat Fani kaget..
"Maksud kamu gak kelihatan? Apa kalian berhubungan?"tanya Fani curiga..
Revan hanya tersenyum kemudian tertawa...
Fani hanya diam dan tak bersuara masih memikirkan tentang ucapan Revan..
"Fani Larasati...." panggil Revan dengan keras..
Kesadaran Fani mulai kembali..
"Mas Revan aku minta maaf ya untuk peristiwa tak mengenakan lima tahun silam, dimana kak Lian menghancurkan dan menggagalkan pernikahan kita." ucap Fani menahan perih di hatinya takkala mengingat peristiwa yang menyakitkan buat dirinya..
Revan tersenyum dan mengatakan kebenarannya..
__ADS_1
"Fani kamu gak salah, dan kak Lian juga gak salah. Memang seharusnya pernikahan itu gak terjadi." ucap Revan pelan..
Fani merasa sangat bingung dengan maksud dan arah ucapan Revan...
"Fani seharusnya aku yang minta maaf, jika saja kak Lian tak menggagalkan pernikahan kita mungkin kini hidup kamu akan sangat menderita, ketahuilah Fani disaat kita menjalin hubungan akupun mempunyai kekasih lain selain dirimu dia adalah Siska. Aku dan Siska menjalin hubungan sudah lama dan hubungan kami tak pernah direstui oleh keluarga kami,hingga pada akhirnya aku menerima perjodohan yang Ayah kita buat. Sebenarnya aku enggan untuk menceritakan ini kepadamu Fan, Jujur di hatiku tak pernah ada cinta untukmu aku mau menerima perjodohan itu hanya demi nama baik keluargaku saja dan juga aku merahasiakan hubunganku dengan Siska." ucap Revan pelan..
Fani menangis mendengar ucapan Revan..
"Hingga pada suatu malam Kak Lian mengikutiku hingga ke sebuah hotel tempat aku dan Siska memadu kasih, saat itu kak Lian sangat marah kepadaku karena tahu aku hanya mempermainkanmu. Dia juga yang menelfon calon suami dari Siska untuk datang dan melihat kami. Seharusnya kami bersyukur Fan dengan gagalnya pernikahan kita kamu selamat dari rasa sakit hati dan itu semua karena kak Lian." jelas Revan sembari mengingat semuanya..
Airmata Fani sudah tak dapat di bendung lagi, dia menyesal telah membenci Berlian selama ini.
"Fani.. kamu tahu, kekasihku Siska meninggal di tangan kakaknya dan aku yang di tuduh membunuhnya hingga aku harus mendekam di penjara selama 5 tahun ini, kamu tahu Fan siapa yang ada di belakang aku, Kak Lian. Dia adalah wanita yang berhati malaikat bahkan dia rela kerja banting tulang demi membiyayai kuliahmu di Singapura, bahkan Kak Lian selalu mengunjungimu di dalam penjara dan selalu mensupport aku untuk kuat hingga pada akhirnya aku bebas dan Kak Lian meminjamkan aku modal untuk membuka bengkel kecil ini." jelas Revan kemudian...
Penyesalan memang selalu datang terlambat, karena jika datangnya diawal namanya pendaftaran..
Fani kini menyesali semua perbuatannya, harusnya dia meminta pe jelaskan terlebih dahulu kenapa Kak Lian membatalkan pernikahannya begitu saja, kenapa Kak Lian menyembunyikan semua kebenarannya hanya untuk melindungi hatinya..
Tangis Fani semakin terisak mengingat apa saja yang telah dia lakukan kepada Berlian bahkan Fani hampir saja membunuh Berlian..
"Kak Lian maafin aku." ucap Fani dalam hatinya.
Revan yang melihat Fani menangis pun berubah menjadi bingung..
"Fan kamu baik baik saja bukan." ucap Revan pelan..
__ADS_1
Fani hanya mengangguk kemudian Fani pergi begitu saja,Fani ingin mencari Berlian...