
Berlian dan Graha bersiap untuk mengunjungi Amar di rutan, Berlian dan Graha nampak sibuk di pagi itu..
"Sayang, ayo udah mau siang ini, kapan kita berangkatnya?" tanya Graha dengan lembut..
Berlian tersenyum dia masih sibuk mempersiapkan diri sedangkan Graha hanya mengamatinya dari atas sofa..
Lima belas menit kemudian Berlian telah siap dan Graha mengamatinya.
"Kamu dandan secantik ini pasti untuk membuat Mas Amar mu itu tergoda kan." ucap Graha pura pura cemburu..
Hati Berlian langsung sedih karena merasa telah membuat sang suami cemburu..
"Iya Mas, aku ganti lagi deh bajuku." ucap Berlian lirih..
Graha tertawa melihat tingkah sang istri..
"Udah sayang ayo berangkat." ucap Graha sembari menggandeng tangan Berlian..
Berlian menatap aneh ke arah Graha..
"Kenapa denganmu Mas? tadi kamu nampak cemburu sekarang malah tertawa?" ucap Berlian tak mengerti..
__ADS_1
"Udah deh sayang, aku gak apa apa kamu itu istriku yang paling aku cintai jadi mana mungkin aku akan marah kepadamu." ucap Graha dengan tersenyum.
Berlian merasa lega setelah mendengar ucapan Graha sang suami..
"Terima kasih Ya Allah karena Engkau telah memberiku anugrah yang luar biasa." ucap Berlian dalam hati...
Sesampainya di rutan, Berlian dan Graha langsung meminta izin kepada polisi untuk bertemu dengan Amar.
Tak lama setelah itu Graha dan Berlian di izinkan untuk bertemu dengan Amar,..
Amar menuju ruang tunggu dan sangat terkejut melihat Berlian dan suaminya..
Berlian tersenyum melihat Amar yang kelihatannya semakin baik.
"Waalaikumsalam, kabar aku baik. Bagaimana dengan kalian?" tanya Amar dengan tersenyum.,
Graha dan Berlian duduk berdampingan sedangkan Amar duduk di depan mereka..
"Kabar kami baik Mas, bagaimana dengan kabar kamu Mas?" tanya Graha dengan tersenyum..
"Aku baik, oh iya selamat ya atas pernikahan kalian." ucap Amar yang terpotong ketika melihat postur tubuh Berlian yang berubah.. Udah berapa bulan kondisi kehamilan kamu Lian?tanya Amar kemudian..
__ADS_1
Berlian tersenyum..
"Terima kasih Mas, usia kandunganku kini menginjak bulan ke tujuh." ucap Berlian lirih..
"Sekali lagi selamat ya, semoga semuanya di permudah dan lancar hingga hari persalinan nanti." ucap Amar dengan tulus..
Berlian merasa senang karena Amar kelihatannya telah banyak berubah.
"Terima kasih banyak ya Mas, Mas sehat sehat di sini ya, aku dan Mas Graha minta maaf karena telah membuatmu berada di tempat ini."ucap Berlian dengan menunduk..
"Ini bukan salah kalian kok, yang salah memang seharusnya di hukum. Dan kepada Mas Graha aku titip Berlian ya, jaga dia dengan sebaik baiknya. Jangan kamu melukai hatinya seperti aku melukainya." ucap Amar dengan menunduk..
Graha tersenyum dan sekaligus senang karena telah melihat banyak perubahan yang terjadi pada diri Amar..
"Pasti Mas Amar, aku sangat mencintainya dan aku tak akan pernah membuatnya menangis apalagi sampai melukai hatinya." ucap Graha dengan penuh keyakinan..
Amar tersenyum setelah mendengar ucapan Graha, dan kini Amar lega karena dengan Graha Berlian akan selalu bahagia dan dengan Graha pula dia bisa mendapatkan apa yang tak pernah bisa dia berikan yaitu seorang anak..
"Baiklah kalau begitu, aku senang sekali kalian mau mengunjungiku, dan terima kasih untuk makanan ini." ucap Amar sembari menerima makanan yang di masak oleh Berlian..
Suasana. keakraban diantara ketiganya pun terlihat, tak ada lagi cemburu di hati Amar, karena Amar telah mencoba mengikhlaskan Berlian dan lebih memilih untuk mengubur cintanya dalam dalam. Dan berharap kelak dia pun akan mendapatkan pengganti Berlian.
__ADS_1
Cinta Amar terlalu besar kepada Berlian walaupun cinta itu datangnya sudah terlambat, dan tak akan mungkin untuk Berlian kembali kepadanya lagi setelah apa yang Amar lakukan kepada Berlian.