DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 14_s3


__ADS_3

Amar tersenyum mendengar ucapan Opa Rahman yang ingin memberikannya sebuah perusahaan karena menurut Amar itu tidak perlu..


"Opa,, Amar kan sudah punya perusahaan sendiri jadi Amar gak harus mendapatkan apa apa karena Amar sudah sangat bahagia bisa menjadi bagian dari Opa dan Graha.." ucap Amar sembari menatap sang Opa..


Opa Rahman tetap bersi kekeh agar Amar mau menerima pemberiannya sekaligus pemberian dari adiknya..


"Amar,, Opa gak mau mendengar penolakan apapun. Ini juga permintaan Graha jadi Opa mohon kamu harus menerimanya." ucap Opa Rahman bersi kekeh..


Amar pun merasa tak enak hati takut melukai perasaan sang Opa..


"Ya sudah Opa dan Graha atur saja.." ucap Amar pasrah..


Opa Rahman merasa sangat senang setelah mendengar ucapan Amar dan Opa Rahman pun langsung menelfon Graha..


Graha pun merasa ikut senang karena Amar mau menerima dan mengabulkan pemberian sang Opa..


Opa Rahman menelfon Graha lewat video call dan mengatakan bahwa Amar mau menerima pemberiannya..


Menurut Graha,,Amar memang harus mendapatkan hak yang sama seperti dirinya karena Amar juga cucu dari Opa Rahman dan Graha ingin semuanya mendapatkan hak yang sama..


Opa Rahman tersenyum mendengar ucapan Graha yang mengatakan bahwa Graha juga ikut senang..


"Gra nanti malam temenin aku ya.." ucap Amar mengambil ponsel milik Opa Rahman karena ingin berbicara dengan Graha..

__ADS_1


Graha pun heran karena tiba tiba suara sang Opa berubah..


"Mau kemana memangnya Mas?tanya Graha sembari menatap layar ponselnya..


"Aku ada acara teman bisnis Mas ada yang menikah dan aku ingin kamu ikut bersamaku.." ucap Amar meminta Graha untuk menemaninya..


Graha pun belum memberikan jawaban karena Graha harus meminta izin dulu kepada sang istri..


"Kenapa kamu gak mengajak Salsa saja Mas kenapa harus sama aku?" tanya Graha sembari tersenyum..


"Ini acaranya khusus laki laki dan gak mungkin kalau aku ajak dia." ucap Amar sembari malu malu kucing..


Graha dan Opa Rahman pun terlihat tertawa..


Amar merasa bangga sama Graha kerena dia telah menjaga dan mencintai Berlian dengan sepenuh hatinya bahkan dulu saat Berlian bersamanya hanya airmata yang mampu dia berikan..


Amar kembali kemasalalunya mengingat bagaimana dulu kehidupannya saat memiliki dua istri..


Bukan kebahagiaan yang mampu dia berikan namun hanya airmata dan kesedihan yang tersisa di batin Berlian..


"Mas kenapa kamu kok bengong?" tanya Graha saat melihat di layar ponselnya Amar sedang memikirkan sesuatu..


Amar pun tersentak dari lamuananya..

__ADS_1


"Enggak apa apa,ya sudah nanti kabarin saja ya kalau kamu sudah bilang sama Lian,aku tunggu kamu haris ikut denganku." ucap Amar sembari menutup saluran telfonnya..


Setelah menutup saluran telfon nya kini Graha kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai dokter yaitu mengecek pasien pasiennya dan setelah itu Graha pergi untuk makan siang..


🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂


Di lain tempat...


Berlian sudah bersiap untuk datang mengunjungi Bunda Risa dan Fani pun kini sudah berada di dalam perjalanan menuju rumah sang Bunda..


Berlian mengajak Aya untuk menemui sang Nenek.


"Bunda.. Kita mau kerumah Nenek Risa ya, Aya sudah kangen banget sama Nenek Risa."ucap Aya sembari bersorak girang..


Berlian pun tersenyum melihat Aya yang nampak sangat bahagia karena ingin bertemu dengan Nenek Risa..


"Iya sayang,, Aya kangen kan sama Nenek Risa dan Tante Fani? Tapi Aya janji ya Aya gak boleh nakal disana." ucap Berlian memberi tahu Aya dengan lembut..


Aya pun mengangguk menandakan bahwa Aya mengerti apa yang di maksud sama Bundanya.


"Iya Bunda,, Aya gak akan nakal nanti Aya boleh main sama Vano ya Bunda."ucap Aya dengan polosnya..


Berlian pun mengangguk dan tak terasa kini mereka telah berada di depan rumah Fani..

__ADS_1


__ADS_2