
Amar masih melamun kembali ke masa lalunya.
"Apakah sesakit ini kah yang Berlian rasakan selama ini? Kenapa dia sanggup sedangkan ini rasanya sangat menghimpit dada." gerutu Amar dalam hatinya.
Pikirannya masih kacau benarkah Berlian telah berselingkuh sama dengan dirinya?
Sedangkan Fani kini tengah berada di ruang keluarga menonton acara televisi dan sesekali menyuruh Bisa Ijah membuatkan makanan...
"Fani.. kamu ini apa apaan? Jika kamu perlu sesuatu ambil sendiri jangan seperti ratu. Ingat ini masih rumah saya dan kamu numpang di sini." ucap Bunda Hesti karena jengkel.
Fani pun menatap ke arah sang Bunda..
"Bunda sayang, aku kan lagi hamil kalau ada apa apa sama cucu anda bagaimana kalau aku kecapean?" ucap Fani yang bersikap semakin tak tahu diri...
Bunda Hesti mengelus dadanya lalu memilih untuk pergi...
Pada malam hari'nya Berlian baru pulang karena banyak pesanan gaun yang harus di kerjakannya.
"Bunda.. Maafkan Lian ya, Lian gak bisa pulang cepat hari ini karena banyak banget pesanan gaun yang harus di selesaikan jadi Lian gak bisa masak." ucap Berlian meminta maaf pada sang Bunda.
Bunda Hesti hanya tersenyum..
"Sudah sayang gak apa apa, kamu mandi lalu kita makan bersama." ucap Bunda Hesti penuh kasih..
Setelah itu Berlian pun memasuki kamar miliknya di taruh ya handphone dan tas yang dia bawa lalu berlalu ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan diri..
Ketika baru selesai dengan ritual mandinya ada sebuah telfon yang masuk di panggilan ponselnya....
Di lihatnya dan terlihat nama Fauzan yang menghubunginya..
"Assalamu'alaikum Iya Zan ada apa?"ucap Berlian dengan lembut...
"Waalaikumsalam Lian, aku tadi lupa kasih DP pembayaran untuk gaun yang aku pesan gimana? Aku transfer sekarang kirim nomer kamu." ucap Fauzan pelan..
"Besok saja kamu ke butik oke." ucap Berlian lalu menutup kembali ponselnya...
__ADS_1
☪️☪️
Kini semua anggota keluarga telah berkumpul termasuk Fani dan Amar, Berlian baru saja keluar dari kamarnya dan kemudian menyapa semuanya dengan tersenyum..
"Malam semuanya.." ucap Berlian dengan tersenyum.
"Malam nak, kamu sibuk banget hari ini. Sampai Ayah lihat kamu sangat letih." ucap Ayah Wiguna dengan pelan..
Berlian tersenyum kemudian duduk..
"Iya Ayah hari ini banyak pesanan gaun yang harus di selesaikan jadi Berlian telat pulangnya dan gak bisa masak buat Ayah." ucap Berlian sembari meminta maaf..
Ayah Wiguna tersenyum.
"Kamu itu di sini menantu kami Lian, kamu bukan pembantu kami. Kamu punya hak yang sama seperti yang kami punya, jadi kamu lakukan apa yang menurut kamu benar." ucap Ayah Wiguna pelan..
Berlian melirik kearah Amar yang sedari tadi diam tanpa bersuara..
"Kamu mau makan apa Mas?" tanya Berlian pelan..
Berlian selalu bingung dengan sikap Amar.
"Kenapa lagi ini orang, kenapa dia jadi galak kayak gini? Apa karena aku tak menyiapkan makanan untuknya ataukah karena aku pulang telat." gerutu Berlian dalam hati sembari bertanya tanya sendiri..
Berlian menatap Amar dengan tatapan bingung dan kemudian mencoba mengalihkan pandangannya.
"Kamu mau makan apa Fan?" tanya Berlian pelan, namun Fani enggan untuk menjawabnya.
Bunda Hesti hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Fani yang semakin kurang ajar..
Setelah selesai makan malam, kini Berlian telah berada di dalam kamarnya.Berlian masih terjaga sembari memikirkan sikap Amar yang berubah..
"Kenapa dengan dia?"ucap Berlian bertanya tanya dalam hati..
Sementara itu di kamar Amar tak bisa terpejam, Amar masih teringat tentang Berlian, Amar nekat mendekati kamar Berlian dan kemudian mengetuk pintu.
__ADS_1
tok... tok.. tok...
Berlian kaget karena jam 11 malam, dimana bisanya semua orang telah terpejam masih ada yang mengetuk pintu kamarnya..
"Iya" jawab Berlian sembari mendekati pintu.
Berlian kaget karena yang mengetuk pintu kamarnya ternyata Amar...
Amar langsung masuk ke dalam kamar Berlian dan duduk di tepi ranjang...
"Ngapain Mas Amar kesini?" tanya Berlian pelan..
Amar menatap ke arah Berlian dengan tatapan yang tak biasanya..
"Aku mau berbicara dan mau bertanya sesuatu." ucap Amar pelan..
Berlian pun duduk tidak jauh dari tempat Amar duduk..
"Iya ada apa?" tanya Berlian sedikit bingung?
Amar menarik nafas panjang kemudian membuangnya secara berlahan..
"Siapa laki laki yang bersamamu di restoran pelangi tadi siang?" tanya Amar to the points..
Berlian kaget darimana Amar bisa tahu bahwa dirinya bertemu dengan Fauzan..
"Dia temanku." jawab Berlian pelan..
"Teman atau selingkuhan kamu." tanya Amar kemudian..
Hati Berlian terasa sakit mendengar ucapan Amar.
"Dia teman kuliahku dulu, dan tadi dia mau pesan gaun untuk ibunya dan siapa yang mengatakan dia selingkuhanku? Aku bukan kamu Mas." ucap Berlian dengan berani..
Deggggggggggg jantung Amar berasa mau lepas mendengar ucapan Berlian...
__ADS_1