
Amar semakin kesal setelah diusir oleh Berlian, niat hati ingin berbaik hati malah justru di suruh keluar..
"Dasar wanita semuanya sama saja, mahluk paling menyebalkan." gerutu Amar dalam hatinya..
Kemudian Amar kembali kedalam kamarnya dalam suasana yang tak mengenakan alias kesel..
Fani yang melihat Amar nampak kesalpun mendekat..
"Kamu kenapa sayang kok kesal gitu?" ucap Fani dengan manjanya..
Amar melirik kearah Fani kemudian mengalihkan pandangannya ke tubuh Fani, karena kesal dengan Berlian Amar menyalurkan hasratnya dengan Fani..
Namun melakukan dengan Fani tak seperti dengan Berlian, entah kenapa Amar pun merasa kurang bergairah dan menyudahi permainannya kemudian pergi kekamar mandi untuk berendam..
Sementara itu Fani nampak sangat kesal karena merasa di permainkan dan hanya menjadi pelampiasan.
Fani tahu tentang apa yang telah terjadi antara Amar dan Berlian..
"Kak Lian kenapa si kamu selalu membuat hidupku menderita. Kapan kamu akan membuatku bahagia, mungkin dengan cara kamu lenyap dari dunia ini MAs Amar akan menyayangiku." gerutu Fani dalam hati..
Hati Fani kini terbagi menjadi dua, antara cintanya kepada Ayah dari anak yang dia kandung dan juga kepada Amar yang telah mulai tumbuh..
__ADS_1
Fani menjadi semakin gelisah dan setelah itu Fani memilih untuk tidur..
Sedangkan di dalam kamar Berlian memilih untuk melantunkan ayat al-quran sebagai pengobat kekesalan hatinya..
Sebagai seorang istri Berlian pun ingin di perhatikan oleh Amar suaminya namun sebagai seorang wanita dia lelah jika selalu di tuduh dengan alasan yang gak masuk akal, cemburu..
Setelah selesai mengaji Berlian kemudian tertidur..
Dalam mimpinya Berlian bertemu dengan seorang laki laki yang tak asing bagi dirinya, dalam mimpinya laki laki itu tersenyum kepada Berlian dan Berlian pun terbangun..
"Siapa laki laki yang masuk kedalam mimpiku? Kenapa wajahnya tak asing?" ucap Berlian dalam hatinya..
Setelah mengambil wudhu dan sholat tahajud Berlian pin kembali tertidur...
Di pagi harinya Berlian dan Bunda Hesti pergi dengan terburu buru karena hari ini ada acara yang penting untuk butik mereka..
"Sayang apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?" tanya Bunda Hesti pelan..
"Sudah Bunda.." jawab Berlian dengan tenang..
Tak selang beberapa lama Berlian dan Bunda Hesti telah sampai di sebuah gedung yang sangat mewah.
__ADS_1
Hari ini Berlian dan Bunda Hesti menghadiri acara peragaan busana yang pertama kalinya untuk Berlian.
"Bunda Lian grogi.." ucap Berlian sembari mencoba memenangkan hatinya..
"Tenang sayang kamu pasti bisa." ucap Bunda Hesti memberikan semangat...
Hari ini Berlian mengambil alih Berlian butik dan untuk pertama kalinya Berlian memperkenalkan gaun hasil rancangannya..
Semua orang kagum dengan gaun yang telah Berlian buat, dan pada akhirnya gaun rancangan Berlian menjadi pemenangnya...
Berlian mulai merasa bangga pada dirinya sendiri dan Berlian memberikan hadiah yang dia dapatkan kepada sang Bunda..
"Bunda.. ini buat Bunda."ucap Berlian pelan..
"Sayang ini hasil kerja keras kamu, dan ini milikmu." ucap Bunda Hesti sembari memberikan kembali piala yang Berlian raih..
Setelah acara selesai kini Bunda Hesti dan Berlian pun kembali ke butik dan merayakan keberhasilan Berlian dengan makan bersama..
"Wah Mbk Lian ini sangat hebat ya." ucap salah seorang pekerja di Berlian butik..
Berlian hanya tersenyum kemudian mendekati ke arah semua pekerja yang mereka miliki..
__ADS_1
"Ini semua juga berkat kalian.Terima kasih." ucap Berlian sembari tersenyum...