DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 82_s2


__ADS_3

Kini baby Aya telah sampai di kediaman Prawira, Baby mungil itu disambut dengan sangat meriah bahkan sang Opa mengundang begitu banyak orang dan juga beberapa relasi perusahaannya untuk menyambut kepulangan baby Aya dan Berlian..


Opa Rahman terlihat sangat senang dan juga bahagia ketika melihat sang Cucu dan Cicitnya telah sampai di kediaman Opa Rahman.


"Selamat datang kembali cucuku." ucap Opa. Rahman dengan tersenyum...


Berlian pun tersenyum..


"Terima kasih Opa, kenapa membuat acara seperti ini Lian kan jadi malu menjadi pusat perhatian semua orang." ucap Berlian lirih..


Graha duduk di depan sang istri yang kala itu masih menggunakan kursi roda..


"Sayang gak apa apa biarkan Opa melakukan ini." ucap Graha dengan tersenyum.


Berlian kemudian mengangguk dan mengajak sang suami untuk mengantarkan dirinya kekamarnya.


"Mas Lian minta tolong antarkan Lian ke kamar ya." ucap Berlian dengan tersenyum..


"Dengan senang hati istriku." ucap Graha sembari mendorong kembali kursi rodanya..

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamarnya Berlian langsung berganti pakaian dan kemudian memoles wajahnya dengan sederhana, Graha pun dengan senang hati membantu sang istri tercinta.


"Apakah setelah aku melahirkan, dan tubuhku berubah Mas akan mencari wanita lain?" tanya Berlian dengan tertunduk..


Graha mendekat ke arah sang istri kemudian menciumnya dengan lembut..


"Walaupun di luar sana banyak yang lebih sempurna dan bahkan lebih dari segalanya bagiku kamu adalah segalanya buatku. Jangankan untuk menyakitimu membuat airmatamu jatuhpun aku gak pernah mau. Sudahlah sayang aku enggak akan pernah menyakitimu itu janjiku apalagi kamu telah memberiku Baby Aya apakah aku akan sanggup melihat anak dan istriku menderita?" ucap Graha sembari memeluk Berlian dengan erat..


Hati Berlian sedikit lega setelah mendengar ucapan sang suami, Berlianpun tersenyum bahagia..


"Mas aku gak bisa nafas." ucap Berlian pelan..


Graha yang baru menyadari bahwa dirinya memeluk Berlian dengan sangat eratpun dengan cepat melepaskan pelukannya dan kemudian meminta maaf..


Setelah Berlian selesai berganti pakaian dan berhias kini Berlian san juga Baby Aya kembali ke ruang tami untuk menyambut para tamu undangan.


Disana nampak pula Ayah Wiguna dan Bunda Hesti.


Berlian kaget melihat mereka berdua dan kemudian menatap kearah sang suami..

__ADS_1


Seperti mengerti maksud Berlian, Grahapun kemudian berbisik ditelinga Berlian..


"Maaf aku gak bilang aku yang mengundang mereka, sudahlah mereka pernah baik banget sama kamu sayang jadi mana mungkin aku akan memutuskan tali silaturahmi diantara kalian.."ucap Graha dengan lirih..


Berlian kemudian tersenyum bahagia, di samping Graha adalah orang yang romantis dia juga orang yang sangat pengertian dan gak egois karena Graha mempunyai kepercayaan yang besar..


Bunda Hesti dan Ayah Wiguna pun mendekat kearah Berlian dan Baby Aya..


Bunda Hesti langsung memeluk Berlian dan kemudian menciumnya pipinya..


"Selamat ya sayang atas kelahiran putrimu, lihatlah dia sangat cantik sepertimu." ucap Bunda Hesti dengan tersenyum..


Kini giliran Ayah Wiguna yang mendekat kearah Berlian dan Graha dengan gagahnya Ayah Wiguna meminta maaf kepada Berlian san Graha..


"Lian putriku maafkan Ayah yang pernah menyakiti hatimu bahkan Ayah melakukan itu berulang kali, dan Graha maafkan Om karena pernah bersikap kurang baik terhadapmu. Ayan berharap kalian masih sudi memaafkan saya." ucap Ayah Wiguna sembari tertunduk..


Berlian tersenyum kemudian memegang tangan lelaki paruh baya itu..


"Lian dan Mas Graha telah memaafkan Ayah dan kami juga telah memaafkan Mas Amar, kita ini keluarga dan selamanya akan tetap menjadi keluarga." ucap Berlian dengan lembut..

__ADS_1


"Benar sekali Om kami telah lama memaafkan Om bahkan jauh sebelum ini." ucap Graha dengan tersenyum..


Dari sudut ruangan terlihat Opa Rahman datang, sejatinya Ayah Wiguna tak a pernah tahu bahwa Graha adalah cucu dari Opa Rahman sang mantan mertuanya...


__ADS_2