
Bunda Risa menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan Graha.
"Graha mohon Bunda, temuilah Berlian dia sangat merindukanmu dan dia juga sangat mengharapkan untuk bertemu denganmu. Dan juga apa Bunda enggak ingin melihat cucu Bunda,anak Berlian?" tanya Graha sembari menatap wanita yang kini mematung di hadapannya..
Bunda Risa tak kuasa menahan airmatanya, kini buliran bening mengalir di kedua sudut mata wanita paruh baya itu..
"Maafkan kami, kami tak pantas untuk bertemu dengannya terlaku banyak dosa kami terhadap Berlian."ucap Bunda Risa sembari mencoba menghapus airmatanya..
Graha pun menatap kearah sang Bunda..
"Bunda jika Allah saja maha pemaaf kenapa kami enggak? Perlu Bunda tahu Lian enggak pernah marah sama Bunda dan Fani karena Lian sangat menyayangi kalian. Ayo Bunda Graha mohon temuilah Lian anggaplah ini permintaan saya." ucap Graha sembari memohon..
Bunda Risa memandang sayu Graha yang ada di hadapannya, ternyata yaang di pikirkan olehnya selama ini salah. Bahwa mungkin Graha dan Berlian jauh lebih bahagia tanpanya.
"Ayo lah Bunda, Graha mohon. Dan maaf semenjak kapan Bunda bekerja di sini kenapa saya tak pernah melihat Bunda?" tanya Graha pelan..
Tiba tiba seorang teman bekerja Bunda Risa memanggilnya dengan tidak sopan membuat Graha murka..
"Risa cepetan beresin kamar 107 ada pasien mau masuk." ucap seorang office girl yang juteknya minta ampun..
"Iya Mbk Maya aku beresin sekarang." ucap Bunda Risa sembari menunduk..
Graha menatap kearah Maya, dan Maya langsung menelan ludahnya..
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan tadi? Kamu bisa kan beresin sendiri, jangan kurang ajar ya sama beliau dia itu Bundaku. Dia Bunda dari istriku, apa mau kamu saya pecat sekarang juga." ucap Graha sembari melotot.
Maya pun langsung lemas setelah mendengar bahwa Risa adalah mertuanya sang pemilik Rumah sakit tempatnya bekerja, tapi kenapa dia memilih menjadi OG.
"Maafkan saya Dokter Graha, saya tidak tahu. Ibu Risa maafkan saya juga, ya sudah biar saya saja yang membersihkannya." ucap Maya sembari berlari pergi meninggalkan Bunda Risa dan Graha..
Graha menatap ke arah Bunda Risa yang sedang berada di hadapannya..
"Maafkan Graha Bunda, Bunda Graha mohon temhilah Berlian sekali saja, Graha ingin membuat Lian bahagia dengan mempertemukan kalian. Lian sangat merindukamu dan dia berharap masih bisa untuk menemumu." ucap Graha sembari memohon..
Bunda Risa merasa kasihan mendengar ucapan sang menantu, dan Bunda Risa pun tak bisa bohong bahwa dirinya juga sangat merindukan Berlian..
"Baiklah Nak Dokter Bunda akan menemuinya." ucap Bunda Risa sembari tersenyum..
Bunda Risa merasa sangat bahagia mendapatkan menantu sebaik Graha..
"Baiklah putraku, Bunda sangat berterima kasih padamu." ucap Bunda Risa sembari tersenyum..
"Ya sudah Bunda gak usah kerja lagi, sekarang Bunda ikut Graha kita pulang menemui Lian dan cucu Bunda Cahaya. Graha gak mau ada penolakan lagi Bunda." ucap Graha dengan antusias..
Bunda Risa hanya bisa mengangguk, mungkin ini sudah saatnya menemui dan meminta maaf kepada Berlian secara langsung..
"Baiklah putraku." ucap Bunda Risa pelan..
__ADS_1
Tak perlu waktu yang lama kini Graha dan Bunda Risa telah sampai di kediaman Prawira, rumah yang sangat besar dan mewah membuat Bunda Risa merasa segan untuk memasukinya.
"Ayo Bunda, ngapain Bunda di sana ayo kita masuk." ucap Graha dengan lembut..
Dengan cepat kini Graha dan Bunda Risa telah berada di dalam rumah yang super mewah banyak barang barang antik dan mewah terpampang sebagai pajangan dimana mana..
"Bunda tunggu di sini Graha mau panggilin Berlian sebentar." ucap Graha sembari berlari kelantai atas dan menuju ke kamar nya..
Sesampainya di kamar, Graha berteriak membuat Berlian kaget bukan kepalang..
"Sayang, ayo cepetan tolongin aku, ada sesuatu di ruang tamu ayo sayang cepet." ucap Graha dengan pura pura panik sembari menarik lengan sang istri..
"Ada apa Mas?Kenapa?" tanya Berlian namun Graha tak menjawabnya justru semakin cepat membawa Berlian ke ruang tamu..
"Surprise...." ucap Graha sembari tersenyum..
Berlian langsung menangis mendapatkan suprise dari sang suami..
"Bunda...." panggil Berlian sembari berlari memeluk sang Bunda. Lian kangen sama Bunda, Bunda kemana aja? Lian selalu mencarimu Bunda." ucap Berlian terbatas bata..
Bunda Risa pun tak kuasa menahan tangisnya mendapatkan pelukan hangat dari sang putri yang teramat dia rindukan..
"Maafkan Bunda dan juga adikmu ya sayang,Bunda banyak salah sama kamu." ucap Bunda Risa sembari menitikan airmata..
__ADS_1
Graha pun hanya bisa tersenyum haru melihat pemandangan yang sangat menyentuh hati,dimana seorang anak yang begitu merindukan Bundanya kini mereka telah bersama dalam sebuah pertemuan...