DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 66 -s2


__ADS_3

Berlian dan Graha merasa sangat bahagia karena sekarang mereka telah sah sebagai suami istri, ketika mereka sedang menerima tamu dan bersalaman dengan mereka satu persatu,disana terlihat Bunda Hesti yang menghadiri pernikahan Berlian..


Bunda Hesti mendekati Berlian kemudian memberikan selamat kepada ex menantunya itu..


"Selamat menempuh hidup baru putriku, semoga kamu selalu bahagia dan secepatnya bisa memberikan Bunda cucu.." ucap Bunda Hesti dengan tersenyum...


"Selamat ya Dok, saya titip putri saya kepada anda, saya yakin anda akan menjaganya dengan sangat baik."ucap Bunda Hesti ketika menjabat tangan Graha..


Graha tersenyum dan kemudian mengucapakan terima kasih..


"Terima kasih Bunda, saya pasti akan menjaga Berlian dengan segenap jiwa dan raga saya, dan say juga janji tidak akan pernah melukai hatinya." ucap Graha sembari melirik sang pengantin wanita.


Berlian hanya tersenyum kemudian memeluk Bunda Hesti..

__ADS_1


"Terima kasih Bunda, dan maafkan Lian jika Lian telah membuat Mas Amar di penjara.." ucap Berlian dengan lirih dan masih dalam pelukan sang Bunda..


"Yang salah memang harusnya di hukum, Bunda tidak menyalahkan kamu ataupun Pak Dokter mungkin ini sudah menjadi jalannya dan Bunda yakin akan ada hikmah di balik semua ini." ucap Bunda Hesti pelan..


Suasana hikmat terasa mewarnai pernikahan Graha dan Berlian, banyak tamu yang menghadiri acara megah tersebut dan acara pernikahan Berlian dan Graha tak luput dari bidikan kamera dan wajah bahagia kedua pengantin turut menghiasi layar televisi..


Amar yang kala itu melihat berita tentang acara pernikahan Berlian dan Graha pun ikut merasakan bahagia walaupun hatinya sangat sangatlah sakit..


"Selamat ya atas pernikahanmu Lian, semoga kamu akan bahagia dan lelaki yang sekarang sedang memegang tanganmu adalah laki laki yang akan membimbingmu ke syurga, dan aku disini ikut bahagia untukmu." ucap Amar dalam hafi sembari matanya berkaca kaca..


"Udah Mas, ikhlaskan saja." ucap Alif lirih...


Amar menoleh kearah Alif dan kemudian kembali melihat layar televisi yang berada tak jauh dari sel mereka..

__ADS_1


"Mengucapkan kata ikhlas itu sangat mudah jawab, tapi entah kenapa rasanya susah sekali untuk ikhlas, Aku tahu mungkin aku egois tapi semakin aku mencoba mengikhlaskan Berlian hati ini semakin dalam mencintainya?" ucap Amar sembari tersenyum..


Sedangkan Alif merasa bingung mendengar ucapan Amar.


"Iya Mas aku mengerti perasaanmu tapi alangkah baiknya Mas mencoba melupakan dia, walalupun kalian pernah bersama tapi itukan dulu." ucap Alif memberi nasehat baik untuk Amar...


Amar mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh Alif, walaupun Lian pernah menjadi miliknya namun Amar juga menyadari bahwa dirinya telah menyakiti hati Lian sangat dalam dan Amar juga menyadari bahwa mungkin kini hanya ada kebencian yang menyelimuti hati Berlian...


"Iya Mas Alif saya memahami akan hal itu." ucap Amar pelan..


Fani juga melihat liputan acara pernikahan Berlian dan Graha terlihat raut bahagia di wajahnya..


"Selamat menempuh hidup baru ya Kak, semoga kalian akan selalu bahagia." ucap Fani pelan..

__ADS_1


Tak terasa airmata Fani membasahi kedua pelupuk matanya hatinya bahagia melihat sang kakak bahagia tapi hatinya juga merasa sedih karena tak bisa hadir di samping sang kakak..


"Seandainya waktu bisa ku putar kembali mungkin aku tak akan pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku dan mungkin kini aku ada di antara orang orang yang menyaksikan hari bahagiamu kak." ucap Fani sembari menahan airmatanya...


__ADS_2