DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 19_s3


__ADS_3

Setelah selesai acara kini Amar dan Graha pulang ke rumah mereka masing masing..


"Mas aku pulang duluan ya, soalnya kasihan Lian pasti dia khawatir ini kan udah larut." ucap Graha sembari tersenyum..


Amar pun tersenyum dan kemudian mengangguk..


"Ya sudah kamu hati hati ya Gra, kabarin kalau dah sampai." ucap Amar sembari tersenyum..


"Iya Mas,Mas juga hati hati ya.." ucap Graha sembari tersenyum..


Setelah itu Graha dan Amar berpisah dengan mengendari mobil masing masing..


Tepat pukul 12 malam Graha baru sampai di rumah, Berlian yang kaget mendengar suara mobil di garasi pun bangun dan melihat jam sudah menunjukan pukul 00.00 wib.


Berlian melihat bahwa Graha belum sampai dan Berlian langsung bangun untuk membukakan pintu menyambut kedatangan suaminya..


Graha baru saja memasukan slot kunci kedalam lubang ya tiba tiba saja pintu itu terbuka dengan sendirinya hal itu membuat Graha kaget..


Graha kaget ketika melihat Berlian yang tengah membukakan pintu untuknya..


"Sayang kok kamu belum tidur?" tanya Graha sembari menatap kearah sang istri..


Berlian tersenyum kemudian mencium punggung tangan suaminya..


Berlian takjub melihat suaminya dengan setelan jas berwarna hitam terlihat berwibawa dan tampan..

__ADS_1


"Tadi sudah tidur Mas, eh aku dengar suara mobil Mas di garasi jadi aku bangun. Oh iya bagaimana dengan acaranya apa lancar." ucap Berlian sembari mengambil tas yang di bawa Graha..


Graha pun tersenyum dan kemudian mencium kening Berlian..


"Lancar sayang ya sudah ayo kita masuk aku capek.." ucap Graha sembari menarik tangan sang istri kemudian mengajaknya masuk kedalam kamarnya..


Setelah selesai membersihkan diri Graha berbaring di sebelah Berlian dan tersenyum..


Berlian dan Graha terlihat sangat romantis saat berdua, Graha selalu memperlakukan Berlian layaknya ratu di dalam hidupnya..


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Pada keesokan harinya Amar berkunjung ke rumah Graha karena hari itu adalah hari minggu jadi mereka akan menghabiskan waktu bersama.


Amar telah sampai di depan pintu rumah Graha dan baru saja mau mengetuk pintu sudah terbuka..


Amar pun langsung mencium punggung tangan Opa Rahman dan kemudian memeluknya..


"Opa,, Amar kagen.." ucap Amar sembari tersenyum..


Dari dalam rumah tiba tiba Aya berlari menghampiri Amar..


"Om Amar..." ucap Aya sembari berlari kemudian memeluk Amat dengan erat..


"Keponakan Om lagi apa?" tanya Amar sembari mencium pipi Aya.

__ADS_1


Aya pun tersenyum kemudian mengatakan bahwa Aya sedang bermain dengan Ayah..


"Aya sedang bermain dengan Ayah Om, Ayo Om kita main bersama." ucap Aya sembari menarik tangan Amar dengan kencang.


Amar pun mengikuti Aya dan kemudian melihat Graha yang sedang bermain boneka..


"Aya sejak kapan Ayah kamu suka main boneka?" tanya Amar sengaja meledek Graha..


Graha yang melihat dan mendengar Amar sedang mengejeknya pun dengan sengaja memeluk boneka milik Aya dan mengajaknya bicara..


Amar dan Aya pun tertawa melihat tingkah Graha yang sedang mengajak boneka untuk berbicara..


Berlian pun melihat dan langsung menegur Graha..


"Mas kamu apa apaan si, bikin aku geli deh." ucap Berlian sembari pergi meninggalkan Graha..


Graha yang melihat Berlian marah pun langsung bangun dari duduknya dan mengejar Berlian.


Ketika melewati Amar dan Aya, Graha pun berhenti..


"Awas aja kalau istriku sampai marah Mas harus bertanggung jawab." ucap Graha sembari melanjutkan niatnya untuk mengejar Berlian..


Aya dan Amar hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol sang adik..


"Aya apakah Ayah kamu itu baik baik saja." ucap Amar kepada Aya dengan mimik wajah yang lucu..

__ADS_1


Aya hanya tertawa kemudian mengajak Amar bermain..


__ADS_2