
Berlian baru saja selesai mengerjakan solat Isya, Berlian meminta kepada sang pencipta untuk memberikan yang terbaik untuk dirinya..
"Ya Allah berikanlah jalan yang terbaik untuk kami, agar kami dapat melalui ini semua dengan baik." ucap Berlian di akhir sujudnya.
Berlian bersimpuh kepada sang maha pencipta untuk meringankan beban di hatinya yang terasa semakin sesak menghimpit dadanya..
"Berilah jalan yang terbaik untukku ya Allah," ucap Berlian kemudian...
Berlian merasa bahwa dirinya sudah tak sanggup lagi menjalani ikatan pernikahan yang nyaris tanpa cinta.
Hatinya sakit setiap kali mengingat bahwa dia hanyalah istri pertama yang tak pernah ada dalam hati suaminya.
"Seandainya aku bisa memilih, mungkin lebih baik kau lepaskan aku Mas, daripada kau genggam aku sementara tangan satumu menggenggam tangan orang lain." ucap Berlian sembari menitikan airmata..
Pada keesokan harinya Berlian dan yang lainnya beraktifitas seperti biasa, Hari ini adalah hari kebebasan Revan dari penjara dan Berlian berniat untuk melihatnya..
Revan adalah mantan kekasih Fani, sekaligus selingkuhannya Siska. Karena di jebak oleh Ari Kakak Siska pada akhirnya Revan harus mendekam di penjara selama 5 tahun..
"Assalamu'alaikum Mas Re bagaimana kabarnya?" tanya Berlian yang tengah berada di belakang Revan..
Revan menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1
"Ka Lian..." ucap Revan sembari mencium pundak tangan Berlian..
"Akhirnya kami bebas juga.." ucap Berlian nampak bahagia.
"Iya kak Alhamdulilalh.. Oh iya bagaimana kabar kakak? dan bagaimana kabar Fani?" tanya Revan dengan pelan...
Berlian mulai bercerita tentang dirinya dan juga Fani bahwa semenjak gagalnya pernikahan Fani dengan dirinya hubungan Fani dan Berlian hancur bahkan kini Fani sangat membenci dirinya..
"Maafkan aku ka? ini semua salah aku." ucap Revan sembari menundukkan kepalanya.
Berlian hanya tersenyum kemudian menepuk bahu Revan..
"Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri jadi sudahlah gak apa apa." ucap Berlian sembari tersenyum..
Berlian melihat ke arah Revan kemudian memberikan sebuah amplop berwarna coklat ketangannya.
"Apa ini kak?" tanya Revan pelan..
"Ambilah untuk mencari tempat tinggal dan mulailah kehidupanmu yang baru dengan baik, Kakak gak mau kamu sampai kayak dulu lagi." ucap Berlian pelan..
"Terima kasih kak, maaf jika aku merepotkanmu." ucap Revan pelan..
__ADS_1
Berlian hanya tersenyum kemudian menepuk pundak Revan lagi..
"Jadilah orang yang berguna untuk orang banyak, ingat jika kamu sudah bekerja jangan lupa traktir aku makan." ucap Berlian sembari tersenyum..
Berlian merasa bahagia karena bisa melihat Revan bebas dan berharap ada perubahan dan bisa menjadi orang yang baik.
Setelah itu Berlian pergi mengantar Revan untuk mencari tempat tinggal..
Dilain tempat Dokter Graha kini sedang berada di rumah sakit seperti biasa dia selalu berangkat pagi pulang malam..
Graha kembali mengingat wajah Berlian..
"Wanita itu lagi.,"ucap Graha dalam hatinya. Semenjak bertemu dengan Berlian Graha selalu saja memikirkannya..
Graha tersenyum sendiri saat mengingat wajah cantik Berlian dan berharap suatu saat nanti mereka bisa dipertemukan dan bisa menjadi jodoh yang baik..
Graha berkhayal tentang Berlian dan tanpa di sadari Anton telah berada di ruangannya dan sedang menertawakanya..
Graha kaget mendengar suara orang tertawa..
"Dasar aku kira kamu kuntilanak yang sedang menyamar jadi manusia, ngagetin mulu kerjanya." ucap Graha pelan..
__ADS_1
"Habis loe bengong sambil senyum senyum sendiri pasti lagi mikirin cewek?" cerocos Anton nyaris tanpa spasi...
Keduanya pun tertawa dan setelah itu mereka memutuskan untuk makan siang bersama ..