DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 97_s2


__ADS_3

Sesampainya di rumah Salsa langsung mengganti pakaiannya, kini dijakarta Salsa tinggal dengan sang kakak Revan demi membantunya mengurus sang keponakan..


Semenjak meninggalnya sang istri, Revan lebih memilih intuk menyendiri dan mengurus keluarga kecilnya sendiri.


Revan yang melihat sang adik berdandan ala cewek pun tertawa dan terpana dengan kecantikan sang adik.


"Dee kamu darimana kok dandan semenor itu? Emmm pasti habis kencan ini." ucap Revan mencoba menggoda Salsa sang adik..


Salsa berbalik badan kemudian menatap sang kakak..


"Iya Mas habis kencan sama penjahat kelas teri, tapi udah berhasil memindahkannya kedalam istana yang akan dia tempati kurang lebih 10 tahun." ucap Salsa dengan serius.


Terkadang Revan merasa khawatir dengan pekerjaan Salsa, mau sekuat apapun dia tetaplah dia seorang perempuan..


"Kamu harus ekstra hati hati Dee, kamu adalah keluarga Mas satu satunya. Mas gak mau terjadi hal apapun denganmu." ucap Revan dengan menatap wajah sang adik..


Salsa pin mendekati sang kakak..


"Mas percaya saja sama Salsa, Salsa bisa jaga diri Salsa Mas. Mas doain yang baik baik aja ya Mas." ucap Salsa sembari tersenyum...

__ADS_1


Mas apa Alan sudah tertidur?tanya Salsa kemudian.


"Sudah Sal, ya sudah kamu istirahat aja ya, Mas mau melihat Alan." ucap Revan kemudian pergi meninggalkan kamar sang adik..


🌿🌿🌿🌿


Dilain kisah kini Fani tengah merenung mengingat wajah lucu sang ponakan.


"Wajah anak kakak cantik banget, seandainya aku punya keberanian untuk memelukmu kak Lian." ucap Fani sembari menitikan airmata..


Fani berlahan mengusap airmatanya, kemudian mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat.


Fani kini nampak jauh lebih tenang, banyak perubahan sudah yang napak pada diri Fani.


Dan masa hukuman Fani pun telah dikurangi.


Fani tak pernah berhenti bersyukur kepada Allah atas kesempatan yang masih Fani miliki..


🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Di sebuah rumah yang cukup besar Tuan Sandy sedang berfikir bagaimana dia bisa menjelaskan kepada putranya bahwa Alam adalah anak dari Maheswari, lelaki tua itu merasa tak sanggup lagi menyimpan rahasia yang teramat besar didalam hatinya.


Namun Tuan Sandy merasa ragu untuk mengungkapkannya. Belum lagi jika Rahman tahu bahwa cucunya masih hidup pasti Rahman akan mengambilnya kembali.


Rasa bimbang dan rasa bersalah bercampur adu dalam benak laki laki tua itu, karena masa lalu membuat kedua lelaki tua yang dulu bersahabat menjadi musuh hingga menua..


Di bukanya lemari nakas yang ada di dalam kamarnya, di ambilnya sebuah foto potret dirinya dan Rahman dikala mereka muda dulu.


Nampak sedikit bahagia terpancar dari wajah lelaki itu. Namun disaat Tuan Sandy mengingat penghianantan yang Rahman lakukan dengan menikahi kekasihnya membuat amarahnya kembali memuncak..


Dengan tatapan pilu,Tuan Sandy menatap wajah Rahman yang berada didalam potret tersebut..


"Seandainya dulu kamu tak menerima perjodohan yang Ayahmu buat dan kamu tak merebut Astuti dari hidupku mungkin semua tak akan sesulit ini.


Mungkin kini kita tetap menjadi besan yang baik, dengan pernikahan anak anak kita." ucap Tuan Sandy sembari berkaca kaca..


Matanya kini basah mengingat masa lalu indah mereka, namun semua telah terjadi dan kini yang tertinggal hanyalah sesal yang mendalam..


Namun sejahat jahatnya Tuan Sandy, walaupun menculik cucu Rahman namun dia menyayangi nya dengan sepenuh hati, walupun Tuan Sandy sendiri tak pernah tahu jika Amar atau Grahadi adalah cucu kandungnya sendiri...

__ADS_1


__ADS_2