DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 104_s2


__ADS_3

Tak terasa hari semakin sore dan kini sudah waktunya untuk Salsa berpamitan pulang..


"Maafkan Salsa ya Opa, Salsa harus pulang masih ada tugas yang harus di selesaikan." ucap Salsa dengan lembut..


"Baiklah Cucuku, sering seringlah kemari jenguk manusia tua yang sudah tak berguna ini. Kamu kan tahu dari dulu kamu sudah Opa anggap sebagai Cucu Opa sendiri." ucap Opa Rahman dengan tersenyum..


Salsa pun membalas senyuman Opa Rahman..


"Opa ini apaan si, Opa masih muda masih ganteng. Benar kan kak Lian, Mas Gra?" ucap Salsa menghibur sang Opa..


"Iya bener sekali apa yang di kamu ucapakan Sa. Opa masih kelihatan muda dan masih tetap berkarismatik." ucap Berlian sembari tersenyum..


Opa Rahman hanya menaikan satu alisnya dan kemudian mengatakan sesuatu..


"Kalau Opa masih ganteng, boleh gak Opa nikah lagi?" ucap Opa Rahman yang berhasil membuat galak tawa Berlian, Salsa dan Graha..


"Kalau Opa mau nikah lagi, nanti Aya punya Oma baru dong?" jawab Graha semakin menambah keceriaan semua orang..


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Selepas Salsa pulang, kini waktu menunjukan tengah pukul 7 malam, waktunya untuk mengisi perut mereka yang memang tengah minta untuk di isi..


"Ayo kita makan perut Opa sudah berkokok minta untuk segera di isi!" ucap Opa Rahman sembari tersenyum..


Graha dan Berlian sama sama tertawa dan kemudian mereka berlalu ke meja makan untuk menikmati sajian makan malam ala kadarnya..

__ADS_1


Setelah selesai makan, Graha dan Berlian kembali ke kamar mereka untuk menemani Cahaya tidur..


Graha melihat wajah cantik sang istri yang membuatnya terkesan..


"Kamu memang sangat cantik sayang, jadi makin cinta deh?" ucap Graha sembari memeluk sang istri dari belakang..


"Hemmm gombalnya mulai keluar." pekik Berlian sembari tertawa..


"Tapi suka kan,Ayo ngaku?"ucap Graha sengaja menggoda sang istri..


Berlian pun tersenyum kemudian berbalik badan dan mencubit perut sang suami..


"Suka banget, apa lagi kalau membuat suamiku tersayang ini sakit karena aku cubit?" ucap Berlian sembari masuk kedalam selimutnya.


"Hemmm mau menggoda ya ayo siapa takut." ucap Graha sembari ikut masuk kedalam selimutnya.


"Makasih sayang,ini enak sekali." ucap Graha sembari menikmati tape goreng buatan sang istri.


"Iya Mas, rencana Mas hari ini apa?"tanya berlian sembari tersenyum.


Graha masih sibuk dengan kopi dan tape goreng yang sedang dia nikmati..


"Mas..." panggil Berlian lagi.


"Iya sayang kenapa?" tanya Graha sembari terus makan..

__ADS_1


"Udah lupa." jawab Berlian singkat.


Setelah selesai sarapan, Graha berangkat ke rumah sakit dengan perasaan bahagia. Dan Graha masih menyempatkan diri untuk mengunjungi anak anak panti terlebih dahulu hanya sekedar bertemu dan lenyap mereka...


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Hari yang di tunggu tunggu oleh Bunda Risa pun kini tiba, hari ini adalah hari kebebasan untuk sang putri Fani..


Bunda Risa menjemput Fani di depan pintu Rutan, ada perasaan senang yang tiada tara di hati wanita paruh baya itu..


Tak bersenang beberapa lama Fani telah keluar dan langsung memeluk sang Bunda..


"Assalamualaikum Bunda." ucap Fani sembari memeluk sang Bunda dan kemudian mencium telapak tangan sang Bunda..


Maafkan Fani Bunda, selama ini Fani belum bisa membuat Bunda bahagia." ucap Fani sembari menitipkan airmata..


Fani melihat sang Bunda yang kian kurus, badan yang sudah sejak lama tak mendapatkan perawatan dan juga pakaian yang Bunda Risa kenakan juga sangat sederhana..


"Kamu itu ngomong apa sayang, sudah ayo kita pulang. Kita harus memulai semua dari awal lagi ya." ucap Bunda Risa sembari tersenyum..


Sesampainya di rumah tua milik Bunda Risa, Fani menangis se jadi jadinya sebagai seorang anak dia merasa telah gagal karena membiarkan sang Bunda yang telah melahirkannya harus tinggal di tempat yang kecil dan sempit..


Fani kembali menangis dan kemudian bersujud memang kaki sang Bunda..


"Bunda maafkan Fani, jika saja Fani tidak bodoh mungkin kehidupan kita tidak akan seperti ini. Jika saja dulu Fani bisa menahan emosi Fani dengan tidak mencoba membunuh Mas Ari mungkin Fani masih bisa membiyayai kehidupan Bunda." ucap Fani sembari menitipkan airmata.

__ADS_1


Bunda Risa pun ikut menangis mendengar ucapan sang putri..


"Lebih baik Bunda seperti ini sayang dari pada Bunda harus hidup enak tapi diatas penderitaan kamu. Bunda tidak akan pernah rela melihatmu harus menjadi piala bergilir hati Bunda hancur kala itu sayang. Ya sudah kita lupakan masalalu kita, kita mulai kehidupan baru kita putriku."ucap Bunda Risa sembari memeluk sang putri dengan sangat erat...


__ADS_2