
Berlian menatap Graha yang sedang tersenyum gembira sedangkan Berlian merasa heran dan juga bingung melihat perjalanan hidup ini?
Dulu Berlian yang menikah dengan Amar, lalu Amar menikahi Fani dengan mempoligami dirinya dan sekarang Amar jatuh cinta dengan Salsa adik dari suami mantan Istrinya?
Sungguh kisah yang membingungkan bagi Berlian, akankah mungkin semua akan indah pada waktunya.
"Sayang kamu kenapa malah jadi bengong?" tanya Graha yang masih setia berada disamping sang istri yang sedang terhanyut di dalam fikiran nya.
Berlian kaget mendengar ucapan Graha dan kemudian menatap ke arah sang suami..
"Mas, aku lagi berfikir kenapa ya alurnya kok membuatku bingung, dulu aku adalah istri Mas Amar kemudian aku harus menikahkan sumaiku dengan adikku. Setelah kami berpisah aku bertemu denganmu yang ternyata adalah Adik kandung Mas Amar dan sekarang?"ucap Berlian menghentikan ucapannya..
Graha hanya tersenyum..
"Kamu jangan berkecil hati. Ini yang namanya takdir dari Author dan seharusnya kita ikuti aja alurnya dan nikmati setiap jeda yang harus kita lewati." ucap Graha dengan tersenyum...
Berlian terdiam sembari menatap sang suami dan tiba tiba wajahnya berubah sedih..
"Mas kapan kita akan pulang kita naik apa?Gak mungkin kan kita ganggu Revan sama Fani yang sedang malam pertama?"tanya Berlian sembari menatap wajah sang suami..
__ADS_1
Dalam benak Graha muncul ide jahilnya.
"Ya sudah kita bermalam disini aja kita ikutan malam pertama juga biar Aya cepat punya adik?" ucap Graha sembari mencium pipi Berlian dengan lembut..
Berlian tersipu malu, takut ada yang melihat walaupun Graha suaminya namun itu tempat umum baginya.
Wajah Berlian berubah merah merona setelah mendengar Graha ingin mempunyai anak lagi..
"Mas bukankah kita sudah punya Aya apa harus kita punya anak lagi?" tanya Berlian dengan polosnya.
Graha memeluk Berlian dan kemudian membisikan sesuatu di telinganya..
Bunda Risa yang hendak mengunci pintu pun meliaht Graha dan Berlian masih di halaman rumah mereka..
"Lian kok kalian masih di sini?"tanya Bunda Risa sembari berjalan mendekat kearah anak dan menatunya..
Graha dan Berlian sama sama mencari sumber suara..
"Bunda kok belum tidur? Iya Bunda kami di tinggal sama Mas Amar, dia menghilang dan meninggalkan kami begitu saja." ucap Berlian pelan..
__ADS_1
Bunda Risa merasa bingung namaun justru membuat wanita itu tertawa..
"Ya sudah kalian menginap saja di sini, kan masih ada kamar kosong juga. Atau mau pulang bawa mobil Fani dulu biar Bunda ambil kuncinya?" ucap Bunda Risa pelan..
Graha menatap ke arah Berlian seperti memberi kode harus bagaimana..
"Ya sudah Bunda kami pulang saja kami pinjam mobil ya? Kasihan Aya kalau kami gak pulang?" ucap Berlian lirih..
Bunda Risa tersenyum kemudian masuk kedalam rumahnya dan kemudian mengambil kunci mobil milik Fani dan kemudian memberikannya kepada Graha sang menantu...
"Kalian hati hati ya ini kan udah malam." ucap Bunda Risa sembari menepuk bahu sang putri Berlian...
Graha tersenyum.
"Terima kasih Bunda, kami pulang dulu besok pagi biar pak Asep yang mengembalikan mobilnya kesini." ucap Graha sembari mencium punggung tangan Bunda Risa..
"Iya Nak kalian hati hati." ucap Bunda Risa sembari memeluk Berlian dengan hangat..
Sementara itu Amar masih dengan setia menunggu Salsa sampai dirinya ketiduran didalam mobil, ketika bangun dia melihat banyak panggilan masuk dari Graha sang adik dan saat itu Amar baru sadar bahwa dirinya meninggalkan adik dan adik iparnya masih di rumah Fani..
__ADS_1