DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 10_s3


__ADS_3

Pada pagi harinya Fani sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan. Salsa tiba tiba saja menemuinya dan juga ikut membantu menyiapkan makanan..


"Pagi Kakak?" ucap Salsa sembari tersenyum..


Fani pun menengok kearah Salsa dan ikut tersenyum juga..


"Pagi juga Sa, tumben kamu jam segini sudah bangun apa kamu masuk pagi lagi?" tanya Fani sembari membuatkan roti bakar untuk menu sarapan pagi..


Salsa menarik nafas panjang kemudian membuangnya secara beraturan..


"Aku gak bisa tidur Kak.." ucap Salsa sembari cemberut..


Fani menatap kearah Salsa dan kemudian mendekatinya..


"Pasti karena semalam ya? Maafkan Mas kamu ya dia begitu juga karena dia dan kaka sayang sama kamu,"ucap Fani sembari tersenyum..


Salsa pun menatap kearah Fani kemudian tersenyum..


"Iya Kak aku tahu tapi aku gak enak sama Mas Amar. Jujur Kak kami baru saja jadian, tapi aku mohon kakak jangan kasih tahu Mas Revan ya." ucap Salsa yang berusaha jujur kepada Fani kakak iparnya..


Fani pun tersentak sejenak mendengar bahwa Salsa dan Amar mantan suaminya telah jadian hal itu membuat Fani bingung harus bilang apa..

__ADS_1


"Iya Sa, Kakak janji kakak gak akan bilang sama Mas Revan. Kakak tahu kok Mas Amar adalah orang yang baik dan jika itu membuat kamu bahagia Kakak akan dukung kalian seratus persen.." ucap Fani sembari menggenggam tangan Salsa..


Salsa langsung memeluk Fani, ternyata Fani yang sekarang memang Fani yang baru dia lebih dewasa dan juga sangat perhatian terutama terhadap keluarganya..


"Makasih ya Kakak, aku beruntung punya Kakak. Aku janji aku akan mendengarkan semua ucapan kakak." ucap Salsa sembari memeluk Fani dengan bahagia..


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Di Lain tempat..


Berlian yang sedang berada di dapur pun di kejutkan dengan pelukan dari Graha yang tiba tiba saja memeluknya di dapur..


"Selamat pagi bidadari syurga ku.." ucap Graha sembari memeluk Berlian dengan sangat mersa..


"Mas ini di dapur, bagaimana nanti kalau Art kita lihat dan juga bagaimana kalau Opa yang lihat, malu Mas. " ucap Berlian sembari tersenyum..


Graha tak perduli dia terus memeluk Graha sehingga membuat Berlian tertawa karena geli..


"Mas sudah.." ucap Berlian sembari berusaha melepaskan diri dari pelukannya..


Graha pun tersenyum dan kemudian mencium kening Berlian..

__ADS_1


"Sayang aku kan lagi rindu sama kamu? Sudah sangat lama kita tak seperti ini. Bagaimana kalau kita bulan madu lagi kamu mau kan?" tanya Graha dengan sangat romatis..


Berlian menatap heran kearah Graha dan kemudian tersenyum..


"Apa Mas bulan madu? Mas kita sudah ada Cahaya loh masa iya kita bulan madu lagi." ucap Berlian sembari tersenyum..


"Sayang tapi aku mau punya anak laki laki.." ucap Graha yang membuat Berlian kaget..


Berlian menatap kearah Graha dan tertawa...


"Mas.. Aya aja masih kecil masa mau punya baby lagi?" tanya Berlian sembari geleng geleng kepala..


Graha pun menjadi cemberut..


"Sayang kamu ini ya, mau ya kamu hamil lagi. Mas janji akan melakukan apapun untuk kamu bahkan nanti kalau kamu ngidam mau minta apapun akan Mas lakukan,apapun itu?" ucap Graha dengan penuh harap..


Berlian pun menatap kearah Graha..


"Mas apa kamu serius?" tanya Berlian sembari menatap Graha..


"Iya sayang aku serius.. Sekarang kan Aya sudahau lima tahun jadi gak apa apa kan kalau dia di kasih adik lagi." ucap Graha sembari menyun alias pura pura marah..

__ADS_1


Berlian pun tak mau membuat Graha menjadi marah karena syurga seorang istri ada di tangan suaminya..


"Iya sudah Mas jika itu mau kamu aku gak keberatan. Lagi pula mungkin sudah waktunya jika Aya mempunyai adik lagi." ucap Berlian yang membuat Graha sangat bahagia..


__ADS_2