
Graha membawa sang istri ke rumah sakit untuk memeriksakan keanehannya, Graha sengaja tidak memberitahukan bahwa kemungkinan Berlian hamil.
"Mas.. Mau ngapain kita ke rumah sakit? Aku kan enggak sakit?" ucap Berlian sembari menatap kearah sang suami..
Graha hanya tersenyum mendengarkan ucapan sang istri..
"Kenapa kamu itu kok sangat polos si Sayang, kamu itu sekarang sedang mengandung? Apa kamu tak merasakannya?" ucap Graha dalam hati..
Graha mengendarai mobilnya dengan laju yang cukup pelan, Graha tidak mau mengambil resiko mengingat kondisi kandungan Berlian masih sangat muda...
"Mas kok kamu tumben bawa mobilnya kayak keong, lambat banget kapan kita akan sampai disana?" protes Berlian dengan nada manjanya.
Graha tak menjawab hanya senyum saja yang dia berikan..
Berlian merasa kesal melihat sang suami yang bertingkah aneh menurutnya..
Sepanjang perjalanan Berlian tak berbicara sepatah katapun karena merasa kesal? Sementara sang suami graha hanya tersenyum melihat sikap Berlian yang menurutnya sangat mengemasakan...
Berlian masih saja cemberut dan tingkahnya seperti anak kecil..
Sesampainya di rumah sakit Graha mengajak Berlian menemui Dokter Melia, Dokter Melia adalah Dokter kandungan...
Berlian merasa bingung karena di bawanya ke Dokter kandungan..
"Mas... kenapa aku dibawa kesini?" tanya Berlian dengan polosnya...
Graha hanya tersenyum mendengar ucapan Berlian..
__ADS_1
"Sayang kamu harus diperiksa ya.." tanya Graha pelan...
Berlian hanya menatap Graha dengan dalam..
"Maksud Abang bagaimana? Kenapa aku di bawa kesini?" tanya Berlian dengan polosnya..
"Kemungkin besar kamu hamil sayang??" ucap Graha mengejutkan Berlian...
Berlian hanya menatap kearah sang suami..
"Maksud Mas aku hamil?" tanya Berlian dengan polosnya...
Graha hanya tersenyum kemudian memegang pucuk kepala sang istri...
Tak lama setelah itu Dokter Melia datang dan kemudian menghampiri Graha dan Berlian..
"Kami sangat baik Dokter, Dok tolong periksa istri aku sepertinya dia hamil." ucap Graha pelan..
Dokter Melia tersenyum dan kemudian menyuruh Berlian berbaring di ranjang pasien..
Tak selang beberapa lama Berlian dan Dokter Melia kembali..
"Bagaimana Dok.." tanya Graha dengan penuh harapan..
"Selamat ya Dok istri Dokter positif hamil." ucap Dokter Melia dengan mengembangkan senyuman yang mengembang...
Raut gembira terlihat di wajah Graha..
__ADS_1
"Yang benar Dokter, Alhamdulilah kalau begitu? Aku sangat bahagia.. Terima kasih ya sayang.." ucap Berlian sembari memeluk sang istri..
Berlian sangat terharu mendengar ucapan sang Dokter dan sang suami..
"Benarkah Mas, aku sangat bersyukur." ucap Berlian dengan memitikan airmata..
Graha dan Berlian sangat bahagia mendengar kabar baik dari sang Dokter.
"Terima kasih Dokter, kami sangat bahagia.." ucap Graha dengan penuh bahagia...
"Sama sama Dokter graha." ucap Dokter Melia pelan..
🌿🌿🌿🌿🌿
Sementara itu kehidupan Bunda Risa semakin terpuruk setelah dia bertemu dengan Ari.
Hatinya sangat sedih mengingat sang putri yang kini sedang berada di dalam sel..
"Maafkan Bunda sayang, Bunda mau kamu ada di dekat Bunda sekarang." ucap Bunda Risa dalam hatinya...
Sementara itu Fani semakin tertekan setelah bertemu dengan Ari, hatinya kembali terluka namun tak berdarah..
"Kenapa kamu harus muncul lagi si di hadapan aku." ucap Fani dengan berlinang airmata...
Hati Fani sedikit gelisah dia ketakutan setelah bertemu dengan Ari, dia mengingat bagaimana sakitnya atas perlakuan yang di perolehnya...
Fani semakin menangis sesegukan setelah itu Fani pin tertidur dengan pulasnya...
__ADS_1