
Pernikahan Amar dan Salsa pun akan segera di lakasanakan, semua persiapan sudah mulai selesai mulai dari baju pengantin, cetring, gedung dan juga yang lainnya...
Semua anggota keluarga mulai sibuk begitu pun dengan keluarga Berlian yang turut serta dalam acara Amar dan juga Salsa.
Graha yang melihat Berlian sibuk pun menegurnya agar Berlian memperhatikan janin yang ada di kandungannya.
"Sayang kamu jangan capek capek ya ingat anak yang ada di dalam kandunganmu. Kamu boleh bantu sekedarnya saja, jangan membantah aku gak suka."
Graha sedikit protektif pada kehamilan kedua Berlian karena Graha sungguh tak ingin terjadi apa apa kepada orang yang paling dia cintai dalam hidupnya..
Berlian pun mengangguk dan tersenyum..
"Iya Mas kamu jangan khawatir, terima kasih ya karena kamu begitu menjagaku dan aku janji aku akan menjaga anak kita dengan sangat baik." ucap Berlian sembari menatap Graha.
Graha pun langsung memeluk sang istri dan emncium keningnya,, Bunda Hesty yang melihat itu langsung berbalik badan..
"Maaf Bunda gak lihat."
Bunda Hesty tersenyum dan kemudian menatap Berlian..
Berlian yang merasa malu pun langsung mendekati sang Bunda..
"Bunda.. Ada apa Bund? Maaf Mas Graha akhir akhir ini selalu begitu."
Berlian mencoba menjelaskan kepada sang Bunda..
Bunda Hesty pun tersenyum..
"Mungkin itymu bawaan bayi sayang, biasa jadi Graha yang merasakan ngidam dan sebagainya..".
__ADS_1
Bunda Hesty pun tersenyum lepas..
Graha merasa malu karena ternyata ulah nya terlihat oleh Bunda Hesty..
"Bunda maafkan aku, ya sudah aku kesana dulu."
Graha pun pergi meninggalkan Bunda Hesty dan Berlian di ruang tengah..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara pernikahan Amar dan Salsa pun di gelar hari hari bahagia kini telah berada di depan mata..
Salsa terlihat sangat cantik dengan kebaya putih. Salsa terlihat sangat memukau bahkan Salsa tak percaya hubungannya dan Amar akhirnya sampai pada jenjang pernikahan..
"Sa kamu sudah siap? Kamu terlihat sangat cantik sayang."
Fani memeluk Salsa dan merasa terharu dengan kecantikan sang adik ipar..
"Mbak.. Aku grogi.."
Satu kata yang keluar dari bibir indah Salsa..
Fani pun menjelaskan bahwa disaat hari bahagia tak boleh ada airmata dan Salsa harus terlihat tenang..
Amar pun telah siap dengan gagahnya Amar telah berada di depan penghulu menunggu sang bidadari turun dari kamarnya..
Terlihat ada perasaan tegang dan juga grogi menyelimuti hati Amar..
Graha yang melihat sang kakak yang nampak Grogi kemudian dengan sengaja meledeknya..
__ADS_1
"Mas jangan grogi begitu, ini bukan yang pertama kalinya buat Mas bukan? Ayolah tenang sedikit ok."
Amar pun menatap kearah Graha..
"Aku grogi kamu ini gimana? Jangan bawa masa llu malah nanti menyakiti hati kamu."
Amar kini pun kembali menggoda adiknya dan Amar mulai sedikit rileks..
Salsa turun bersama Berlian dan Fani, semua mata tertuju pada kecantikan Salsa...
Amar pun tak berhenti menatap calon istrinya dengan tatapan yang penuh arti..
"Mas kedip sebentar lagi dia juga jadi milikmu seutuhnya."
Lagi lagi Graha menggoda Amar..
Amar melirik kearah Graha yang sedang tersenyum kepadanya..
Amar dan Salsa telah berada di hadapan penghulu, kini tibalah Amar mengucapkan ijab qobul di hadapan Revan sebagai kakak Salsa, namun Revan tak bisa menjadi wali nikah buat Salsa karena dia bukan kakak kandungnya..
Setelah menggunakan wali hakim akhirnya dengan lantang Amar mengucapkan ijab qobul..
"Bagaimana saksi sah.."
"sah"
"sah"
"sah"
__ADS_1
Semua orang secara bersamaan mengucapakan alhamdulilah setelah itu acara ijab qobulanya pun selesai..