
Setelah selesai acara ijab qobul kini tibalah saatnya Amar dan Salsa berdiri di palaminan dengan senyum yang merekah menandakan betapa bahagianya dua anak manusia yang telah di satukan oleh takdir..
Berlian dan Graha pun tersenyum melihat Amar dan Salsa nampak bahagia..
"Mas akhirnya Mas Amar bisa menemukan tambatan hatinya. Aku bahagia melihatnya."
Berlian menatap Amar dari jauh dengan penuh bahagia dan haru..
Graha pun tersenyum dan kemudian memeluk pinggang sang istri..
"Iya Sayang aku juga senang pada akhirnya Mas Amar bisa menemukan cintanya, tapi wait sayang kamu gak akan ngidam yang aneh aneh lagi kan kayak dulu. Kamu ingat gak waktu pertama kali kamu ngidam kamu maunya apa?"
Graha kembali mengingat masa lalu dimana Berlian ngidam untuk bertemu dengan mantan suaminya yaitu Amar.
Graha tak pernah mempermasalahkan bagaimana masalalu Amar dan Berlian tapi Graha tak bisa berbohong bahwa perasaannya juga merasa sedih..
Berlian menatap kearah Graha..
"Mas itukan masalalu udah jangan di ungkit lagi aku malu. Dan sekarang aku hanya ingin kamu dan kamu Mas.."
Berlian pun terlihat sedih setelah mendengar ucapan Graha..
"Iya sayang aku hanya bercanda.. Ya sudah ayo kita memberi selamat pada pengantin baru."
__ADS_1
Graha pun menarik tangan Berlian dengan lembut..
Sesampainya di pelaminan Graha pun memeluk sang kakak..
"Selamat ya Mas akhirnya kamu menikah lagi. Wah nanti malam belah duren dong." Graha terkekeh sembari berbisik..
Amar nampak malu kemudian memukul Graha dengan pelan..
"Jangan bikin malu Gra, awas saja ya ku pitek kamu tunggu aja."
Amar pun tersenyum sembari menatap Salsa..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas kamu bersih bersih dulu deh, aku mau menghapus make up dulu."
Salsa pun memulai menghapus make up yang menempel begitu tebal di muka Salsa..
"Iya sayang ya sudah aku mandi dulu ya."
Amar pun berlalu kedalam kamar mandi dan kemudian mulai membersihkan diri..
Lima belas menit kemudian Amar keluar dari dalam kamar mandi dengan segar, Salsa nampak kikuk melihat tubuh Amar yang hanya di lilit handuk..
__ADS_1
Wajah Salsa berubah memerah karena malu, ini kali pertamanya Salsa melihat badan laki laki secara langsung..
Salsa sepontan menutup matanya, Amar yang melihat itu tersenyum kemudian mendekatinya..
"Gak usah di tutupin aku kan suami kamu sekarang, kenapa kamu masih terlihat malu malu seperti itu?Ayolah Sayang bersihkan badanmu apa mau aku mandiin?"
Amar terus menggoda sang istri..
Salsa pun tersenyum..
"Maaf Mas ini kali pertamanya aku melihat seseorang laki laki secara dekat jelas saja aku refleks."
Salsa nampak malu kemudian Amar mendekatinya langsung mencium kening sang istri..
"Sudah sana kamu mandi dulu setelah itu kita sholat isya berjamaah."ucap Amar dengan lembut..
Salsa pun menurut dan kemudian berlari kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dalam hati Salsa merasa canggung tapi ini malam pertama mereka mau tak mau Salsa harus bisa menjadi yang terbaik buat Amar suaminya..
Setelah lima belas menit Salsa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piama, Amar nampak terpesona melihat kecantikan istrinya..
"Ya sudah ayo kita sholat dulu setelah itu baru istirahat."ucap Amar sembari tersenyum..
Seusai sholat Amar dan Salsa tidur bersama, keduanya nampak canggung apalagi Salsa walaupun dia seorang polwan namun sekarang Salsa hanyalah seorang istri yang sedang kebingungan untuk menyenangkan hati suaminya..
__ADS_1