DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 130_s2


__ADS_3

Amar menatap kearah Graha yang pergi meninggalkannya.


"Apakah aku menyukai gadis itu? Tapi dia terlalu sempurna untukku." pekik Amar dalam hatinya..


Sebenarnya Salsa juga sesekali menatap kearah Amar, walaupun dirinya pernah bertemu dengan Amar sebelumnya di rutan dulu tapi dirinya benar benar pangling melihat Amar dengan penampilan seperti sekarang..


Salsa sedang termenung sang pengantin Nay mengejutkannya..


"Sa... kamu kenapa bengong? Awas loh disini banyak juriknya nanti kamu kesambet salah satunya loh." ucap Nay sembari bercanda...


Salsa hanya tertawa mendengar ucapan sang sahabat.


"Nay juriknya cewek apa cowok? Kalau cowok bungkusin satu aku bawa pulang." ucap Salsa membalas candaan Nay..


Amar menatap Salsa dari jauh, hatinya merasa ada sesuatu yang bergetar dikala melihat Salsa tersenyum dan tertawa..


"Ya Allah sesungguhnya ini anugrah apa ujian. Kenpa hatiku dag dig dug gini menatapnya." pekik Amar dalam hati..


Seusai acara berakhir Salsa pun berpamitan kepada Graha dan Berlian untuk pulang terlebih dahulu.


"Mas Gra, Kak Lian aku pulang duluan ya." ucap Salsa sembari tersenyum..


"Kamu pulang sama siapa Sa?" tanya Graha dengan lembut..


"Naik taksi Mas, tadi berangkatnya di antar Mas Revan." ucap Salsa dengan lembut...

__ADS_1


Graha berpikir sesuatu untuk membuat Amar dan Salsa dekat..


"Oh Iya Sa, bagaimana biar kamu diantar Mas Amar aja kebetulan kami kan bawa dua mobil." ucap Graha berpura-pura..


Salsa diam sejenak dan tersenyum..


"Gak usah Mas Gra nanti merepotkan, biar Salsa naik taksi aja.." ucap Salsa masih berusaha menolak..


"Ya udah biar aku antar aja, udah malam kasihan kamu dijalan sendirian." ucap Amar dengan gagahnya..


Dalam hati Graha senang karena Amar tahu maksudnya? Padahal bisa saja Salsa pulang bersama dengan Graha dan Berlian..


Setelah Salsa dan Amar pergi, Graha dan Berlian pun mengikuti mereka karena arah rah mereka hampir satu arah..


Graha tersenyum kemudian membisikan sesuatu..


"Sengaja sayangku biar Mas Amar dekat dengan Salsa. Soalnya dari tadi mereka saling curi pandang terus." ucap Graha di telinga sang istri..


Berlian pun ikut senang setelah mendengar alasan sang suami..


"Semoga Allah akan menjodohkan mereka."ucap Berlian pelan...


Di lain tempat Salsa dan Amar saling diam mereka sama sama grogi gak tahu harus berbicara apa??


"Kamu kemana saja baru kelihatan lagi?" tanya Amar membuka percakaapan..

__ADS_1


"Aku dinas di Bandung selama kurang lebih dua tahun disana. Dan aku kembali juga karena Masku mau menikah dan aku merindukan Jakarta.." ucap Salsa pelan..


Amar menatap kearah Salsa membuat Salsa semakin salah tingkah..


"Kamu sudah punya kekasih?" tanya Amar secara tiba tiba..


Salsa hanya menggeleng tanpa menjawab..


Amar merasa senang sepertinya dirinya mempunyai kesempatan untuk mendekati Salsa..


Salsa membuang pandangannya saat mata Amar sedang menatapnya..


"Mas Amar sendiri istrinya dimana?" tanya Salsa sembari bermain ponselnya untuk menghilangkan ketegangan dalam dirinya..


"Aku pernah menikah tapi gagal. Kamu tahu Berlian dulu adalah mantan istriku begitu juga Fani adiknya." ucap Amar tanpa menutupi apapun..


Fani menatap seolah tak percaya.


"Kenapa kamu merasa aneh dengan ucapanku?" tanya Amar penasaran..


Fani menggeleng dan kemudian tersenyum..


"Semua orang punya masalalu dan semua orang selalu punya kesempatan untuk berubah." ucap Salsa dengan senyum yang menghiasi bibir indahnya.,


Hati Amar semakin berdebar setelah mendengar ucapan Salsa, mungkin dialah wanita yang dicarinya selama ini, jika Allah mengizinkan dia ingin menjadikan Salsa wanita paling spesial untuk hidupnya. Wanita yang akan menjadi satu satunya Ibu dari anak anaknya dan Wanita terakhir yang akan menemaninya hingga ajal memisahkan mereka...

__ADS_1


__ADS_2