DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 08_s3


__ADS_3

Revan nampak tak senang melihat Salsa dekat dengan Amar, entah apa yang membuatnya tak menyukai Amar.


"Kalian darimana kenapa jam segini baru pulang? Sa apa kamu tak tahu bagaimana khawatirnya Mas sama kamu? Walaupun kamu itu seorang polwan tapi tatap saja kamu wanita dan kamu adalah adik Mas, jadi Mad minta jika kamu mau pulang telat kamu sakit tahu Mas, telfon Mas jangan telfon kakak ipar kamu, dia kan sibuk." ucap Revan sembari melihat kedua tangannya..


Salsa pun menelan silvanya tak biasanya Mas Revan begitu marah sama dirinya..


"Iya Mas maafin Salsa, Salsa janji gak akan mengulanginya lagi.." ucap Salsa sembari menunduk..


Amar marasa tak enak hati melihat Salsa dimarahi di depan matanya..


"Mas Revan ini salah aku, aku mohon jangan marahi Salsa kalau kamu mau marah silahkan salahkan aku." ucap Amar sembari menatap Revan..


Revan pun menatap balik ke arah Amar, kemudian menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara bertahab..


"Kamu tahukan ini sudah hampir tengah malam jadi maaf kami juga butuh istirahat." ucap Revan mengusir secara halus..


Amar pun berpamitan setelah mendengar ucapan Revan karena memang ini sudah tengah malam..


"Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu Mas,karena ternyata sudah larut malam." ucap Amar kemudian masuk kedalam mobilnya dan pergi..

__ADS_1


Salsa pun merasa tak enak hati setelah mendengar ucapan sang kakak yang pastinya membuat Amar tersinggung..


"Sekarang sudah malam kamu masuk dan istirahatlah."ucap Revan sembari menatap kearah Salsa..


Salsa pun mengangguk dan kemudian berlalu pergi dari depan Revan dan Fani..


Fani pun menggelengkan kepala melihat sikap Revan yang menurutnya berlebihan..


"Mas apa kamu gak kelewatan bertindak seperti itu?" tanya Fani sembari menatap Revan yang masih diam saja..


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


"Pasti Mas Amar marah deh karena ucapan Mas Revan tadi, kenapa si Mas Revan harus begitu." ucap Salsa sembari menitikan airmata..


Di dalam kamar yang berbeda Fani pun menatap ke arah Revan yang masih diam saja semenjak tadi..


"Mas kamu belum menjawab pertanyaanku?"tanya Fani sembari memegang tangan Revan dengan lembut..


Revan menatap kearah Fani dan tersenyum..

__ADS_1


"Semuanya akan baik baik saja kamu jangan khawatir ya sayang?" ucap Revan sembari tersenyum..


Fani menjadi bingung dengan sikap Revan dia tak bisa mengerti isi hati sang suami..


Fani pun merebahkan tubuhnya yang telah lelah karena seharian bekerja tak lama kemudian Fani pun terlelap..


Revan menatap kearah Fani yang ternyata telah terlelap dalam tidurnya.


Revan tersenyum menatap wajah sang istri yang sudah terlelap dalam tidurnya.


"Mimpi yang indah ya sayang, maafkan atas sikap aku tadi. Mungkin kamu bertanya tanya kenapa sikap aku seperti itu tapi asal kamu tahu aku menyayangi Salsa dan aku ingin melihat dia bahagia dan aku juga ingin Salsa mendapatkan laki laki yang benar bener mencintainya. Mas masih perlu bukti bahwa Amar layak buat Salsa, bukan karena masalalunya yang aku lihat tapi ketulusan hatinya dalam menjaga dan melindungi Salsa. Dan aku janji aku akan melakukan berbagai cara agar aku bisa melihat sampai mana cinta Amar sama Salsa." ucap Revan sembari membelai rambut Fani.


Fani yang ternyata belum tidur pun tersenyum..


"Mas ternyata kamu sangat menyayangi Salsa, kamu benar Mas kita harus melihat dulu seberapa besar perjuangan Mas Amar dalam mencintai Salsa." ucap Fani yang tiba tiba membuka matanya dan membuat Revan kaget..


Revan menatap kearah Fani..


"Kamu belum tidur sayang? Dan kamu mendengar semua yang aku ucapakan. Oke kalau begitu kita harus kerja sama untuk memastikan bahwa Amar layak untuk Salsa, dan kita lihat sebesar apa keseriusan Amar untuk mendapatkan restu dariku." ucap Revan yang mengajak Fani bekerja sama untuk melihat seriusan Amar..

__ADS_1


Fani pun mengangguk menandakan setuju, malam semakin larut dan akhirnya kini Fani dan Revan pun terlelap dalam mimpi indah meraka masing masing.


__ADS_2