
Berlian merasa sangat bahagia mengetahui bahwa dirinya kini sedang mengandung buah cintanya dengan Graha sang suami..
Bahkan Berlian melihat pancaran kebahagiaan di wajah sang suami dengan terus memandanginya dan kemudian Berlian tersenyum..
Graha yang melihat sang istri dengan senyum yang mengembang pun bertanya..
"Sayang kenapa kamu senyum senyum sendiri menatapku seperti itu? Aku tahu bahwa suamimu ini ganteng dan kamu jangan khawatir kesetianku hanya untukmu." ucap Graha sembari tersenyum...
Berlian tiba tiba memeluk sang suami..
"Mas terima kasih ya, kamu telah membuatku menjadi wanita yang paling sempurna. Dan terima kasih juga karena kamu telah menjadi suami yang terbaik untukku." ucap Berlian yang masih menenggelamkan wajahnya di dada sang suami..
"Iya sayang, kamu adalah istriku sudah sepantasnya aku memuliakanmu karena kamu adalah tanggung jawabku di dunia dan di akhirat kelak." ucap Graha sembari membalas pelukan sang istri...
Suasana romantis tercipta pada kehidupan Graha dan Berlian, dari jauh ada sepasang mata yang melihat mereka dengan penuh kebahagiaan...
"Selamat putriku, akhirnya aku akan mendapatkan cucu darimu." ucap Bunda Risa menatap dengan penuh kebahagiaan..
Di lain tempat Ayah Wiguna menemui sang Ayah di villa miliknya. Dia adalah Tuan Sandy Wiguna.
Ayah Wiguna mengutarakan niatnya kepada sang Ayah dan dia mengatakan bahwa ingin sekali mengetahui asal usul Amar, Anak yang dulu Ayahnya kasih untuk mereka karena Bunda Hesti tak bisa memiliki anak..
__ADS_1
Ayah Wiguna telah menunggu di ruang tamu dan dia menunggu sang Ayah keluar...
"Ada apa gerangan yang membawamu kesini Putraku." ucap Tuan Sandy dengan ramah..
"Ayah.. Bagaimana kabarmu?tanya Ayah Wiguna sembari mencium tangan sang Ayah...
"Baik bahkan sangat baik.." ucap Sang Ayah pelan..
Ayah Wiguna menceritakan bahwa Amar kini ada di penjara karena sebuah kasus..
Tuan Sandy menjadi sangat marah dan kemudian menanyakan siapa yang telah memasukan sang cucu ke dalam penjara..
"Siapa yang telah berani memasukan cucuku ke penjara." tanya Tuan Sandy dengan nada marah..
"Graha Prawira.." ucap Ayah Wiguna dengan lirih..
Tuan Sandy kaget setelah mendengar nama Graha Prawira..
Tuan Sandy menjadi sedikit khawatir dia sangat takut jika jati diri Amar yang ternyata Grahadi akan terbongkar, karena walaupun Amar bukan cucunya bahkan cucu dari sang musuh namun dia sangat menyayangi Amar...
"Graha Prawira, cucu dari Rahman Prawira?" ucap Tuan Sandy dengan lantang nya..
__ADS_1
Ayah Wiguna merasa sangat kaget mendengar sang Ayah berteriak..
"Iya Ayah, apa Ayah mengenalnya?"tanya Ayah Wiguna penasaran..
"Lupakan itu,Atas dasar kasus apa cucuku bisa masik penjara dan kenapa kamu baru memberitahu ku sekarang?" bentak Tuan Sandy dengan keras..
Ayah Wiguna menarik nafas panjang kemudian membuangnya dengan perlahan..
"Atas dasar percobaan pembunuhan terhadap Graha dan kasus penculikan terhadap Berlian mantan istri Amar yang kini telah menikah dengan Graha." ucap Ayah Wiguna dengan lirih..
Tuan Sandy sangat marah setelah mendengar bahwa Amar telah bercerai dari Berlian dan juga karena kasus yang menjerat Amarbterbilang berat...
"Bodoh.. kenapa kamu membiarkan semuanya terjadi? Kamu tahu dengan membiarkan Berlian tetap dengan Amar kita akan mendapatkan banyak keuntungan." hadrik Tuan Sandy dengan penuh emosi..
Ayah Wiguna diam dan tak mengerti arah pembicaraan sang Ayah, dia datang dengan ingin mengetahui siapa sebenarnya Amar malah justru dia terkena amarah sang Ayah..
"Maafkan aku Ayah, aku memang tidak bejus menjadi seorang Ayah." ucap Ayah Wiguna pelan..
"Iya memang kamu itu bodoh, makanya Tuhan tak mengizinkanmu mempunyai anak." hadrik Tuan Sandy semakin menyakiti hati Ayah Wiguna..
Hari Ayah Wiguna sangatlah sakit di hina oleh orang tuanya sendiri, berniat baik untuk mencari tahu tentang Amar justru hatinya semakin sakit..
__ADS_1
"Iya Ayah saya tahu, Ayah tak perlu lagi mengucapkan kata yang menyakiti hati saya." ucap Ayah Wiguna lalu pergi meninggalkan Villa sang Ayah...