
Setelah selesai berbelanja dan juga mempersiapkan segala sesuatu untuk acara ulang tahun sang putri Graha dan Berlian langsung pulang ke rumah mereka dan beristirahat.
Graha menatap sang istri yang terlihat kecapean hal itu membuat Graha khawatir akan kehamilan Berlian..
Graha menatap kearah Berlian dan tersenyum..
"Sayang kamu istirahat aja ya, soalnya aku lihat kamu sangat kelelahan. Dan Mas mau kamu istirahat sekarang kamu harus ingat sekarang ada dede bayi di dalam perut kamu." ucap Graha sembari mengelus perut Berlian yang masih terlihat rata...
Berlian pun tersenyum dan mengangguk..
"Iya Mas, ya sudah aku tak bersih bersih dulu langsung istirahat ya." ucap Berlian sembari tersenyum.
Graha pun langsung bangun dari duduknya dan kemudian membimbing sang istri kekamar mandi..
"Ya sudah sekarang kamu mandi dan segera istirahat aku akan membuatkan segelas susu untuk kamu." ucap Graha sembari tersenyum...
Setelah Berlian kedalam kamar mandi Graha pun langsung ke dapur untuk membuatkan susu khusus ibu hamil..
Graha memperlakukan Berlian layaknya bidadari yang sangat berarti untuknya..
Pada keesokan harinya acara ulang tahun Cahaya pun akan segera di lakukan di kediaman mereka..
__ADS_1
Graha dan Berlian pun mengundang beberapa anak dari panti asuhan untuk menghadiri acara sang putri..
Graha juga mengundang keluarga Fani karena selama ini Vano dan Cahaya adalah seorang sahabat baik..
Satu persatu tamu undangan pun berdatangan..
Terlihat Vano beserta Fani dan juga Bunda Risa talah sampai, Vano membawakan sebuah hadiah untuk Cahaya..
Amar dan Salsa pun datang ke acara syukuran ulang tahun Cahaya mereka juga membawakan hadiah lagi dan lagi kali ini yang memberikan hadiahnya Salsa karena sebentar lagi Salsa akan segera menjadi Tante buat Cahaya..
Berlian yang melihat Salsa dan Amar datang pun langsung menghampiri keduanya dan Berlian tersenyum bahagia untuk mereka..
"Makasih ya Sa kamu sudah datang kesini, lihatlah Aya sangat senang mendapatkan hadiah dari kamu." ucap Berlian sembari tersenyum..
"Iya Mbak,, gimana kandungan Mbak baik baik saja kan?"tanya Salsa sembari tersenyum..
Berlian pun tersenyum dan mengangguk..
"Jangan panggil Mbak Sa, panggil nama saja sebentar lagi kan kamu akan menikah sama Mas Amar jadi aku yang seharusnya panggil Mbak,karena Mas Graha kan adik ya Mas Amar." ucap Berlian lirih..
Graha pun langsung mendekati sang istri dan tersenyum..
__ADS_1
"Benar Sa, panggil nama saja lebih baik karena sebentar lagi kita akan menjadi sebuah keluarga dan aku sendiri sudah tak sabar untuk hari bahagia kalian." ucap Graha sembari merangkul pundak sang istri..
Amar dan Salsa pun saling tatap kemudian keduanya tersenyum...
"Kalian doakan saja semoga akan tersegerakan karena aku juga sudah tak sabar untuk mempersunting Salsa." ucap Amar tanpa malu malu..
Salsa mendengar ucapan Amar merasa malu karena Amar mengatakannya persis di depan Graha dan Berlian..
"Mas Amar jangan begitu dong aku kan malu." ucap Salsa lirih...
Semuanya pun melewati hari yang bahagia itu dengan suka cita..
...****************...
Satu bulan kemudian Fani tiba tiba merasakan pusing dan mual yang sangat berlebihan, badannya merasakan kurang enak dan kepalanya juga merasakan pusing..
Salsa yang kebetulan sedang libur pun panik melihat Fani dengan wajah yang pucat pasi..
"Mbak, Mbak kenapa? Kenapa Mbak kok pucet banget."tanya Salsa sembari memegang kepala sang kakak..
Fani pun duduk di atas sofa untuk merebahkan tubuhnya..
__ADS_1
"Gak tahu Sa,,Mbak rasanya mual banget terus badan juga kurang enak." ucap Fani sembari memejamkan matanya..
Salsa pun menjadi khawatir dan kemudian mengajak Fani untuk memeriksakan diri kedokter, Salsa pun langsung mengantarkan Fani ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan...