DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 36


__ADS_3

Siapkan tisu dulu ya..


Semua keluarga menjadi panik sedangkan semua Dokter sedang berada di ruang tindakan untuk menyelamatkan nyawa Bunda Hesti.


Berlian panik dan menangis, tak lama setelah itu Dokter keluar dari ruangan dan menemui keluarga Wiguna..


"Dengan keluarga pasien?" tanya Dokter yang baru saja keluar dari ruangan tersebut..


Semua orang kini mendekat ke arah Dokter.


"Iya kami keluarganya Dok,bagimana kondisi Bunda saya?" tanya Amar dengan panik..


Dokter menjelaskan bahwa Bunda Hesti meminum racun yang membuat semua syarafnya terganggu.


"Apa Dok racun?" ucap Berlian seolah tak percaya..


"Benar sekali Bu, pasien terahir kali mengosumsi apa?" tanya sang dokter pelan..


Amar mengingat ingat bahwa terahir kali Bundanya meminum teh buatan Berlian.


"Beliau meminum teh Dok, tapi kami semua juga meminum teh yang sama tapi kami baik baik saja." ucap Amar pelan..


"Mungkin ada yang berniat kurang baik, kandungan racun yang terminum ini sangat berbahaya. Untung saja dia tepat waktu sampai disini jika tidak dia bisa saja meninggal." jelas sang Dokter.

__ADS_1


Amar sangat marah dan menatap ke arah Berlian, Iya terahir kali yang membuatkan minuman adalah Berlian.


Ayah Wiguna syok setelah mendengar ucapan sang dokter, Ayah Wiguna pun menatap ke arah Berlian..


"Apa yang telah kau berikan kepada istriku? kenapa kamu melakukan ini?" ucap Ayah Wiguna dengan penuh kekecewaan..


Berlian sendiri terus saja menangis dan bingung mau menjelaskan apa?


"Ayah mana mungkin Lian melakukan itu? Lian menyayangi Bunda seperti Lian menyayangi almarhum Bunda Lian." ucap Berlian mencoba membela diri..


Amar menjadi sangat emosi dan kemudian memberikan sebuah tamparan kepada Berlian..


"Apa yang kau lakukan pada Bundaku? Jika kamu kecewa denganku jangan kau lampiaskan kepada Bundaku, dia adalah wanita yang paling aku sayangi. Ingat Berlian kamu itu hanyalah sampah. Dan ingat ini baik baik jika terjadi apa apa sama Bundaku aku pastikan kamu akan membayar dengan sangat mahal. Aku menyesal pernah menikahimu ternyata kamu itu seekor ular yang haus akan harta. Dan ingat ini baik baik mulai sekarang aku talak kamu dan kamu sudah bukan istriku lagi." ucap Amar kata kata talak keluar dari mulut Amar dengan mudahnya..


"Ingat mulai sekarang kita sudah bukan suami istri lagi, keluar kamu dari keluarga Wiguna. Jika perlu menghilangkan kamu dari kehidupan kami, dan jangan berharap kamu akan mendapatkan apapun dari aku." ucap Amar yang di liputi amarah..


Hati Berlian benar benar merasa sangat hancur, dia di tunduh tanpa melakukan kesalahan. Berlian hanya mampu menumpahkan tangisnya dengan sekncang kencangnya. Berlian masih saja diam tanpa mengucapkan kata apapun..


Semua orang hanya mampu diam mendengar keputusan Amar,Ayah Wiguna pun terdiam setelah mendengar Amar menjatuhkan talak terhadap Berlian..


Berlian menatap ke arah Ayah Wiguna, Berlian bersujud dan meminta maaf atas apa yang tidak dia lakukan..


"Ayah.. Lian mohon dengarin Lian, Lian gak melakukan apapun Ayah, jika memang Lian bersalah Lian ikhlas jika harus membayarnya di dalam penjara sekalipun."ucap Berlian sembari bersujud memohon maaf di lutut sang Ayah..

__ADS_1


Ayah Wiguna tak kuasa menahan kesedihan ya, Ayah Wiguna memang kecewa namun dia juga kasihan terhadap Berlian..


"Bangunlah dan pulanglah menjauh lah kamu dari kami."ucap Ayah Wiguna pelan..


Hati Berlian serasa hancur berkeping keping tak ada seorangpun yang mau mempercayai dirinya, Berlian pun memohon kepada Fani untuk membantunya.


"Fan tolong kaka.." ucap Berlian pelan..


"Kenapa si kakak jadi kayak gini aku kecewa sama kamu. Bukanlah Mas Amar telah menjatuhkan talak terhadap dirimu untuk itu pergilah. Ingat gak ada tempat untuk seorang pembunuh." ucap Fani semakin memojokan Berlian..


Berlian bangun kemudian menghapus airmatanya..


"Baiklah jika memang ini mau kalian semuanya aku terima walaupun ini sangat tidaklah adil untukku, suatu saat nanti kebenaran pasti akan menang.


Aku memang bukan wanita yang baik, dan terima kasih atas pembebasan yang menyakitkan ini. Aku terima semua keputusanmu Mas Amar, terima kasih untuk waktu yang telah kau berikan untukku dan terima kasih untuk satu tahun ini, satu tahun yang telah aku lalui bersamamu. Aku menerima semua keputusanmu dirimu berbahagialah kamu dan maafkan aku." ucap Berlian sembari berlari meninggalkan keluarga Wiguna..


Hati Amar serasa ikut hancur setelah mendengar ucapan Berlian, Amar hanya mampu menatap bahu Berlian yang semakin menjauh dan menghilang di balik tembok..


Sementara itu batin Fani bersorak gembira..


Amar terduduk dilantai menyesali apa yang telah dia lakukan, dilain sisi Amar gak terima Berlian menyakiti Bundanya, tapi di sisi lain Amar harus rela kehilangan cintanya kepada Berlian..


Hati Amar ikut hancur dan berharap setelah Bundanya sadar semuanya akan kembali baik Abik saja dan beranggapan jika itu hanya mimpi...

__ADS_1


__ADS_2