
Graha dan Berlian mendekat kearah kedua mempelai, terlihat raut wajah yang sangat bahagia di mata keduanya karena pada akhirnya mereka memang berjodoh walaupun harus mengalami kepahitan perjalanan hidup masing mading..
Berlian menatap kearah Fani..
"Selamat ya sayang, Kakak yakin Revan akan menjagamu dengan baik.." ucap Berlian sembari tersenyum..
"Iya kak terima kasih Fani sangat bahagia dan Fani yakin Mas Revan akan menjaga Fani sesuai janjinya." ucap Fani pelan sembari menatap ke arah sang suami..
Revan pun tersenyum kemudian menggenggam tangan Fani dengan sangat eratnya..
"Kakak tenang saja aku berjanji akan menjaga Fani sebagai amanah buat aku, dan aku juga janji aku akan menghabiskan sisa umurku hanya untuk membahagiakan Fani." ucap Revan membuat Fani merasa tersanjung..
Berlian pun merasa lega setelah mendengar ucapan Revan..
"Syukur alhamdulillah berati kakak tak salah memilihmu sebagai pendamping untuk Fani. Terima kasih ya Van.." ucap Berlian pelan..
(note: Berhubung sekarang Revan telah menikah dengan Fani author ganti panggilan Berlian ke Revan menjadi nama saja tanpa sebutan kakak. Dan Revan memanggil Berlian kakak karena Berlian merupakan kakak Fani.)
Revan hanya tersenyum dan mengangguk..
Sementara Graha hanya bisa diam dan menatap saja kearah Berlian yang sedang berbincang dengan sang adik dan juga Revan..
"Sayang aku lapar." ucap Graha manja..
__ADS_1
Revan dan Fani pun tertawa..
"Lihat sayang kakak ipar kita sangat manja sama kaka Lian." ucap Revan semabari tersenyum..
Fani pun ikut tersenyum sembari menatap sang suami..
"Mereka itu bukan manja tapi romantis. Apapun maunya bersama makan, dan lain sebagainya selalu bersama."ucap Fani pelan...
"Dan akupun mau selalu bersama denganmu sampai ajal yang memisahkan kita." jelas Revan sembari menggenggam tangan Fani..
"Amin Mas..." ucap Fani sembari tersenyum..
Setelah tertawa kini Berlian dan Graha berpamitan kepada Fani da Revan..
"Fani.. Revan kami pamit pulang dulu yaa, soalnya Aya udah ngantuk?" ucap Graha pelan..
"Selamat menikmati malam pertama." ucap Graha setengah berbisik membuat Revan malu malu kucing..
Di tempat lain kini Amar sedang duduk di teras rumah milik Fani menunggu Graha dan Berlian. Tak lama setelah itu Amar melihat Salsa keluar dari dalam rumah dengan kondisi panik..
"Kamu kenapa?" tanya Amar yang tiba tiba membuat Salsa kaget..
"Mas Amar, ada panggilan mendadak. Aku harus segera pergi ke kantor tapi acara belum selesai." ucap Salsa masih mengenakan gaun miliknya...
__ADS_1
Amar menatap Salsa dari dekat dan terlihat sangatlah cantik..
"Apa ada yang penting?" tanya Amar pelan..
"Iya mendadak ada keperluan dan aku harus kekantor?" ucap Salsa pelan..
"Ya sudah ku antar, kebetulan aku bawa mobil sendiri." ucap Amar mencoba menawarkan bantuan..
"Ya sudah ayo, tapi apa tak merepotkan?" tanya Salsa serius..
Amar tersenyum kemudian menggeleng..
"Enggak ya sudah ayo berangkat. Eh tunggu?" ucap Amar pelan.. Tak di sangka Amar melepaskan jas yang dia kenakan dan kemudian menaruh di pundak Salsa..
"Kamu pakai ini baju kamu terbuka." ucap Amar lirih..
Salsa merasa malu sekaligus dag dig dug dalam hatinya. Baru pertama kali ada seorang lelaki yang begitu memperhatikan dirinya..
"Terima kasih Mas." uca Salsa sembari tersenyum dengan sangat manis membuat hati Amar pun bergejolak ria..
Singkat kata kini Amar dan Salsa tengah berada di dalam perjalanan menuju kantor, mereka pergi tanpa pamit kepada yang punya acara pernikahan namun mungkin ini jalan mereka untuk berjodoh..
Selama dalam perjalanan keduanya saling diam, rasa grogi kembali menghinggapi hati masing masing.
__ADS_1
"Oh iya kamu terlihat sangat cantik hari ini." ucap Amar tanpa sadar..
Jantung Salsa berdetak dengan sangat kencangnya tanpa sadar pula Salsa pun memuji Amar...