DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 21_s3


__ADS_3

Salsa pun tersenyum dan kemudian menggantikan sang kakak yang sexnag menyiapkan sarapan, sementara itu Fani pergi memandikan Vano...


Tak lama kemudian ponsel Salsa berdering dan ternyata Amar yang memanggil..


Salsa tersenyum dan kemudian mengangkat telfon dari sang kekasih..


"Assalamualaikum Mas, ada apa?" tanya Salsa dengan lembut.


Amar pun tersenyum dan kemudian mengatakan bahwa Amar merindukannya. Wajah Salsa berubah menjadi merah merona karena menahan malu..


Salsa dan Amar pun berbincang panjang kali lebar, sementara itu tanpa sengaja Revan mendengar semua perbincangan antara sang adik dan Amar.


Revan pun bisa melihat keseriusan dari semua ucapan Amar..


Revan pun berpura pura tak mendengar apapun dan langsung lewat di depan Salsa..


"Sa bisa tolong buatin Mas kopi gak?" ucap Revan yang di sambut baik oleh sang adik..


"Iya Mas tunggu sebentar." ucap Salsa..


Salsa pun pamit kepada Amar untuk membuatkan sarapan buat sang kakak..

__ADS_1


Tak berselang beberapa lama Salsa datang dengan membawa secangkir kopi panas dan juga roti bakar kesukaan sang kakak..


Salsa membawa sarapan untuk sang kakak dan menghidangkannya di atas meja makan..


"Ini Mas kopinya." ucap Salsa sembari tersenyum..


Revan bisa melihat bahwa ada raut kebahagiaan yang menghiasi wajah sang adik..


"Siapa yang menelfonmu barusan?" tanya Revan dengan tiba tiba membuat Salsa kaget...


Dengan pelan Salsa menjawab bahwa yang menelfonnya adalah Amar..


"Mas Amar yang menelfon tadi.." ucap Salsa lirih..


"Kenapa kamu ketakutan seperti itu Sa, jika menang Amar serius sama kamu ya sudah Mas gak akan melarang karena semau yang menjalani itu kamu Sa." ucap Revan sembari tersenyum...


Salsa kaget mendengar ucapan Revan, Salsa tak menyangka bahwa Revan telah memberikan sinyal restu kepada hubungan Amar dan Salsa..


"Tapi Mas perlu tahu dan Mas perlu lihat sebagaimana besar cinta dan pengorbanan Amar untuk kamu." ucap Revan yang berhasil membuat Salsa lemas..


Salsa pun tersenyum dan kemudian mengangguk..

__ADS_1


"Baiklah Mas, terima kasih ya untuk semuanya. Terima kasih karena Mas telah mengizinkan aku untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang Salsa cintai." ucap Salsa sembari tersenyum..


Revan pun tersenyum kemudian mengelus kepala sang adik..


"Apa si yang tidak buat kamu Sa, kamu kan tahu kalau Mas itu sayang banget sama kamu." ucap Revan sembari tersenyum..


"Terima kasih ya Mas.." ucap Salsa sembari memeluk Revan..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ketika Salsa dan Revan sedang berbincang tiba tiba saja Fani dan Vano datang sembari bergandengan..


"Selamat pagi Ayah,selamat pagi Tante.." ucap Vano sembari berlari memeluk Revan..


Revan dan Salsa pun menatap kearah Vano kemudian menyambut hangat pelukan sang putra..


"Selamat pagi jagoan Ayah, wah jagoan Ayah sudah wangi dan sudah ganteng seperti Ayah." ucap Revan sembari tersenyum..


Fani pun tersenyum dan kemudian kembali ke dapur untuk membuatkan susu hangat untuk sang putra..


"Iya Ayah,, Vano sudah mandi sama Bunda.." ucap Vano dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah tampan anak kecil itu..

__ADS_1


Sementara itu Salsa menghampiri sang kakak ipar ke dapur dan menceritakan bahwa tadi Mas Revan telah memberikan lampu hijau untuk hubungannya dengan Amar..


Fani sangat senang mendengar semuanya itu, Karena baik Fani atau Berlian mereka sama sama mau jika Amar dan Salsa bersama karena mereka adalah pasangan yang sangat serasi..


__ADS_2