
Kini butik Bintang telah berubah menjadi Berlian Butik, Bunda Hesti sengaja memberikan butik Bintang sebagai bukti sayang beliau terhadap Berlian sang menantu..
"Lian sayang sekarang Bunda serahkan Butik ini kepadamu.." ucap Bunda Hesti dengan tersenyum...
"Terima kasih Bunda, tapi ini berlebihan. Dengan bisa tetap bekerja saja Lian udah sangat bahagia Bunda." ucap Berlian dengan pelan.
Bunda Hesti menatap ke arah Berlian kemudian tersenyum..
"Sekarang kamu kan anak Bunda, istri dari Amar mana mungkin Bunda membiarkan kamu hanya menjadi Pekerja di Butik punya Bunda. Bunda gak mau mendengar apapun Bunda mau kamu menerima butik ini anggap saja ini hadiah Bunda untuk kamu." ucap Bunda Hesti dengan tersenyum.
Mata Berlian berkaca kaca mendengar ucapan sang Bunda yang terdengar begitu tulus..
"Terima kasih Bunda." ucap Berlian dengan tersenyum sembari menahan haru..
"Kamu apaan si sayang? Sekarang kamu adalah bagian dari keluarga Wiguna, udah jangan menangis hapus air matamu." ucap Bunda Hesti penuh kelembutan.
"Iya Bunda, Terima kasih.." ucap Berlian sembari tersenyum....
☪️☪️
Sementara itu Amar telah Samapi di kantor dia merasa sedikit senang karena pertama kali dia sarapan dengan lahabnya..
"Dia pandai memasak juga.." ucap Amar dalam hatinya.
__ADS_1
Tak selang beberapa lama, Amar telah berada di ruang meeting bersama rekan bisnisnya dari luar kota.
Tanpa sadar ketika sedang berada di resto Amar menabrak seorang wanita.
"Awwwww...." teriak wanita itu pelan..
"Maaf aku enggak sengaja.." ucap Amar pelan.
Anda tidak apa apa apa perlu saya bawa kerumah sakit.
ucap Amar kemudian..
"Saya enggak apa apa Tuan, maaf tadi saya teledor." ucap sang wanita itu..
"Aku Amar..." ucap Amar memperkenalkan diri..
Setelah berbincang sejenak tiba tiba Amar mendapatkan telfon dari rekan bisnisnya. Dan dengan cepat Amar pergi meninggalkan Fania setelah sebelumnya telah bertukar nomer ponsel...
"Nanti aku akan telfon kamu, aku mau ada metting dulu." ucap Amar sembari pergi meninggalkan Fania dengan terburu buru..
Setelah itu Fania melanjutkan pertemuannya dengan sang kekasih Ari yang kebetulan mengenal sosok Amar..
"Laki laki tadi siapa?" tanya Ari berpura pura tak tahu.
__ADS_1
"Dia Amar, aku juga baru kenal?" ucap Fani dengan entengnya.
"Dia itu orang paling kaya sayang, dan aku benci banget sama dia ingin rasanya aku menghancurkannya?" ucap Ari dengan penuh emosi.
Fani menarik nafas panjang kemudian membuangnya secara berlahan.. Tiba tiba Fani mendapatkan pesan Wa bahwa Berlian telah menikah dan lelaki yang menjadi suaminya adalah Amar?
Timbul niat jahat Fani untuk merebut Amar dari tangan Berlian, dengan cara apapun.
"Tenang sayang aku akan membantumu menghancurkannya, tapi apakah kamu mengizinkan jika aku mendekati Amar dengan kecantikanku?" ucap Fani dengan PD nya..
Ari berfikir sejenak kemudian menyetujui ucapan sang kekasih..
"Baiklah, asal kamu jangan sampai jatuh hati beneran sama dia. Aku ingin dia hancur sehancur hancurnya karena dia Adikku Siska bunuh diri." ucap Ari dengan mata berkaca-kaca.
Fani semakin tak mengerti dengan ucapan Ari, namun dalam hatinya hanya ingin agar Berlian terluka dan sakit hati..
"Iya sayang aku janji, aku akan pastikan bisa menjadi istrinya dan kemudian kita akan mengambil hartanya." ucap Fani dengan kepercayaan dirinya..
"Aku percaya sama kamu sayang.." ucap Ari dengan lembut..
☪️☪️
Dilain tempat kini Berlian menjadi gunjingan di antara semua teman kerjanya karena kini Berlian di perkenalkan menjadi pemilik dari Bintang Butik..
__ADS_1
"Enak banget ya si Lian, dalam sekejap dia bisa menjadi Nyonya. Pakai jampi jampi apa dia ya?" ucap Linda yang memang tak pernah suka dengan Berlian...
"Jangan kayak gitu Lin, kita harus mengahargai dia beruntung karena dia pantas mendapatkannya." ucap Intan sahabat Berlian..